MAKALE, BKM — Tindakan Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae sujud didepan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan sempoyongan saat berdiri, Senin (24/8) kemarin dinilai diluar kepantasan apalagi dengan mengenakan gaung adat Toraja.Peristiwa tersebut dilakukan sang bupati saat menjemput Gubernur di Toraja Air Port sebagai rangkaian kunjungan kerja di bandara baru tersebut.
Ketua komisi III DPRD Tana Toraja, Nicodemus P Mangera (Nimar) Selasa (26/8) kepada BKM di Makale mengatakan
hal itu sungguh terlalu berlebihan. Sebab penghormatan yang pantas dan paling tinggi kepada Gubernur dari seorang bupati kalau dia mampu mengelolah kabupatennya dengan baik dan hasil pembangunan dinikmati oleh masyarakat.
Demikian pula dengan inovasi dan progran strategis yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, bukan dengan melakukan tindakan di luar kepantasan seperti bersujud di depan gubernur hingga membuat ketersinggungan seluruh masyarakat Toraja.
”Apalagi dengan memakai pakaian adat lengkap. Disisi lain justru menimbulkan kesan negatif kepada gubernur, ada apa ini bupati Tana Toraja, ”sebut Nimar.
Menurut politisi Golkar ini, Gubernur Nurdin Abdullah, seorang guru besar dan intelektual sekaligus mantan Bupati Bantaeng dua periode tahu persis penghormatan dan kedudukan serta penghormatan yang wajar kepada atasannya.
”Bagi kami tindakan Bupati Nico dinilai berlebihan kepada Gubernur, apalagi sampai viral di media sosial dengan beragam cemohan dan tanggapan, perbuatan mengabaikan kearifan lokal orang Toraja,” pungkas Nimar. (gus/C)
Dewan Sebut Bupati Lakukan Diluar Kepantasan
×

