MAKASSAR, BKM — Warga ORW 015 Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini mengawali tahun baru Islam 1442 Hijriyah dengan kegiatan keagamaan. Mereka yang tergabung dalam pengurus masjid dan Majelis Taklim (MT) Darussalam, mengambil peran dalam sebuah kolaborasi acara yang dilaksanakan.
Bertempat di Masjid Darussalam Kompleks Perumahan Bumi Bosowa Permai, Sabtu (29/8) dilaksanakan buka puasa bersama 10 Muharram. Dirangkaikan dengan tausiyah yang mengusung tema; Dengan Semangat Tahun Baru Islam, Kita Tingkatkan Ukhuwah Islamiah dan Kepedulian Sosial Antarsesama.
Kegiatan diawali dengan buka puasa pengurus majelis taklim dan pengurus masjid bersama-sama warga dan jamaah yang jumlahnya 100-an orang. Kemudian dilanjutkan dengan salat Magrib secara berjamaah. Setelah itu, santap malam bersama yang berlangsung penuh sukacita.
Sambil menunggu waktu salat Isya, diisi dengan bincang ringan antara pemerintah setempat (ORW dan ORT) tentang berbagai hal yang terkait dengan masalah masjid dan pengurus majelis taklim ke depan. Setelah salat Isya berjamaah sebelum mendengarkan tausiyah, didahului dengan penampilan salawat badar oleh MT Darussalam.
Dilanjutkan pembacaan kalam Ilahi oleh qori’ah Bunaya,SAg. Kemudian lantunan asmaul husna oleh ibu-ibu anggota majelis taklim. Serta sambutan dari ketua Pengurus Masjid Darussalam dan ketua ORW 015 Kelurahan Minasa Upa.
Ustas Dr H Usman Jasad,MPd didapuk sebagai penceramah. Ia menjelaskan tentang keistimewaan bulan Muharram, serta peristiwa-peristiwa yang menjadi sejarah bagi umat Islam di bulan istimewa ini.
Ustas Usman Jasad yang karib disapa UJ ini, memaparkan bahwa ada dua hal yang mempercepat turunnya rahmat dari Allah Swt. Yaitu iman dan takwa, serta selalu memperkuat persatuan dan kesatuan seluruh masyarakat. ”Yang tak kalah pentingnya adalah mengaktualkan nilai-nilai yang terkandung dari hikmah bulan Muharram, seperti memperkuat ikatan ukhuwah. Termasuk kepedulian sosial agar hidup kita menjadi bahagia,” ujarnya.
Ketua Pengurus Masjid Darussalam H Abdul Karim dalam sambutannya, menyampaikan bahwa tausiyah keagamaan seperti ini sesungguhnya sangat baik sebagai siraman rohani. Namun hanya orang-orang yang diberi hidayah saja yang bisa datang ke masjid mendengarkannya.
Lebih jauh, purna bakti TNI ini menyampaikan klarifikasi bahwa buka puasa ini adalah murni partisipasi pengurus dan anggota Majelis Taklim Darussalam periode 2020-2023. ”Tidak ada keterlibatan pihak lain, termasuk dari pengurus Masjid Darussalam,” tuturnya.
Hal ini diamini oleh Sekretaris Pengurus Masjid Darussalam Drs Muh Hasyim,MM. Ia menyatakan kalau kegiatan memperingati tahun baru Islam ini adalah penting bagi umat Islam itu sendiri, karena dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan serta aqidahnya. ”Apalagi puasa 10 Muharram balasannya adalah menghapus dosa setahun yang lalu,” imbuhnya.
Ketua Majelis Taklim Darussalam Ny Darmawaty Lasunra,AMd, menyampaikan terima kasih atas partisipasi ikhlas dari semua anggota majelis taklim. Juga kepada pembina, penasihat, pengurus, tokoh agama, dan tokoh masyarakat atas nasihat serta supportnya.
”Semoga kita semua diberi berkah, baik umur panjang maupun kesehatan oleh Allah Swt sehingga tahun baru Islam yang akan datang lebih semarak dan bermakna, sehingga ukhuwah islamiyah tercipta di masyarakat kita,” ujarnya.
Sekretaris MT Darussalam Hj Rakhmaniar Basri,SPd,MSi menyampaikan bahwa semarak Muharram dengan kolaborasi apik antara pengurus masjid dengan MT Darussalam adalah pembuktian kondisi faktual yang tak terbantahkan, kalau segala sesuatu yang mengedepankan keber-samaan dan ketulusan, maka semua hambatan bisa dilalui dengan sangat muda.
Ketua ORW 015 Kompleks Bumi Bosowa Permai Minasa Upa Zainal Arifin, menyatakan bahwa unifikasi kegiatan antara pengurus masjid dengan Majelis Taklim Darussalam menjadi barometer kolaborasi ketulusan dan keikhlasan yang dituangkan dalam bentuk kebersamaan dengan berafiliasi pada filosofi sapu lidi.
”Olehnya itu, mari bersama bergandengan tangan untuk terus berkreasi dan berekspresi berbasis rule of game yang ada. Abaikan cibiran bahkan ghiba, karena sesungguhnya semua hal yang jelek itu adalah bukti ketidakmampuan berkompetisi,” tandas dosen UNM ini. (rls)

