pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jubir Cantik tak Sekadar Pemanis Pilwali

Luhur: Pemilihannya Jangan Hanya karena Performa Fisik

MAKASSAR, BKM — Pemilihan wali kota Makassar (pilwali) kali ini tak hanya menjadi kontestasi pertarungan pasangan calon. Tapi ada nuansa berbeda dari pesta serupa di periode-periode sebelumnya. Ada wanita-wanita cantik yang dipilih sebagai juru bicara (jubir) paslon.
Empat bakal paslon yang akan bertarung masing-masing memiliki jubir perempuan. Mereka diamanahi tugas untuk memberikan informasi tentang pasangan yang didukungnya menuju pilwali 9 Desember mendatang.
Keempat kaum Hawa itu adalah Arvelia Arifin yang menjadi jubir pasangan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin Halid (Imun). Pasangan Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando (Appi-Rahman) menunjuk Ling Chan selaku jubirnya.
Siti Misbach Azhari dipercaya untuk menyampaikan informasi dari pasangan Syamsu Rizal MI-Fadli Ananda (Dilan). Sementara Indira Mulyasari Paramastuti berada di barisan pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Hj Fatmawati Rudi (Adama).
Arvelia, sosok perempuan manis berhijab, belakangan ini intens mengikuti dan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun (Imun) dalam berbagai kegiatan. Arvi –panggilan akrab Arvelia– masih tercatat sebagai mahasiswi S1 Mega Rezky Jurusan Farmasi.
Sejak duduk di bangku sekolah, putri pasangan Arifin Zahabuddin-Vera Pesik ini cukup aktif di kegiatan ekstrakurikuler. Terutama di organisasi kepramukaan dan OSIS. Ia kelahiran Manado, 15 Juli 2000.
Selain masih kuliah, Arvi juga sudah merintis bisnis agar bisa mandiri. Jika ada waktu senggang, dia kerap meluangkan waktunya untuk melakoni hobi memasaknya serta travelling.
Sementara itu, Ling Chan yang diberi amanah menjadi salah satu jubir pasangan Appi-ARB merupakan wajah baru. Ia tercatat sebagai kader Partai Demokrat.
“Memang Ling Chang sebagai sosok milenial pendatang baru. Dia (Ling Chang) merupakan kader Partai Demokrat,” ungkap Fadli Noer, jubir Appi.
Untuk pasangan Adama, Indira Mulyasari Paramastuti dipilih sebagai jubir dari kalangan perempuan. Mantan calon wakil wali kota dikenal sangat dekat dengan Danny, sebab pada pilwali 2018 lalu keduanya maju berpasangan. Makbul Halim selaku jubir Danny Pomanto membenarkan hal itu.
Indira dikenal sebagai sosok yang cukup berpengalaman. Pernah tercatat sebagai wakil ketua DPRD Makassar. Di Partai Nasdem ia menjabat sebagai bendahara dan ketua DPD Garnita Malahayati Kota Makassar.
Adapun jubir wanita untuk pasangan Dilan ada dua orang, yakni Siti Misbach Azhari dan Nabilla. Nabilla kini tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi pada Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Sebelumnya, Siti Misbach Azhari menyampaikan bila pasangan Dilan siap mendukung penanganan corona.
Lantas, apakah pelibatan wanita cantik sebagai jubir paslon menuju pilwali sesuai kapasitasnya atau sekadar pemanis? Pengamat politik dari Unismuh Makassar Dr Luhur A Prianto menyebut bahwa posisi jubir sangatlah strategis. Ia mewakili kandidatnya. Pesan-pesannya harus menjangkau pikiran dan perasaan pemilih.
“Fungsinya bukan sekadar merilis isu dan agenda-agenda pasangan calon. Lebih dari itu, jubir berperan mengkomunikasikan gagasan-gagasan kandidat kepada publik pemilih,” ujar Luhur, kemarin.
Menurutnya, pemilihan jubir jangan hanya karena performa fisik. Bila standarnya hanya berdasarkan fisik, maka sangat bersifat eksploitatif.
“Kalau perempuan, maka berpotensi mengeksploitasi kecantikan untuk tujuan elektoral. Sebaiknya yang dipilih adalah yang memiliki kualifikasi standar dalam bidang public relations,” pungkas Luhur.

Strategi Dilan

Pada saat menggelar deklarasi secara virtual dari Tribun Lapangan Karebosi, Senin malam (31/8), Deng Ical -sapaan akrab Syamsu Rizal- memaparkan visi misi sekaligus program pasangan doktor dan dokter ini untuk mengembalikan kejayaan Kota Makassar.
Deng Ical menyampaikan salah satu fokus Dilan adalah program dan strategi percepatan pemulihan dampak pandemi covid-19. Terdapat 11 program yang terdiri dari dua bidang, yakni kesehatan dan ekonomi.
“Kita sudah susun strategi bersama percepatan pemulihan dampak covid-19. Itu meliputi bidang kesehatan dan pemulihan ekonomi warga,” kata dia.
Untuk bidang kesehatan, Deng Ical menyampaikan ada lima program yang disusun pasangan representasi Muhammadiyah-Nahdlatul Ulama ini. Di antaranya Satu RW Datu Dokter Rakyat atau Si Dora untuk mewujudkan RW Sehat, Pos Pelayanan Terpadu dan Terintegrasi (Posyanduta’) dan Mobile Kotak Korona (Mobile Koko) pada setiap rumah tangga sebagai P3K Plus yang berisi hand sanitizer, masker dan buku pintar protokol kesehatan.
“Pelibatan seluruh stakeholder dalam kampanye adaptasi kebiasaan baru untuk kampanye hidup sehat berdasarkan protokol kesehatan dan nilai-nilai kultural yang relevan dan membebaskan biaya tindakan medis pasien covid-19,” jelas Deng Ical.
Selanjutnya, untuk pemulihan ekonomi warga. Ia menyampaikan pihaknya memiliki program memastikan hak-hak pekerja terpenuhi berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Kader Muhammadiyah itu menyebut pihaknya menyiapkan dana kerja untuk usaha terdampak pandemi virus corona.
“Pemerintah kota menyiapkan dana cash for work atau modal kerja sebesar Rp500.000 sampai Rp50.000.000. Bentuknya revolving fund,” kata ketua PMI Kota Makassar itu.
Ia juga menyampaikan program pemulihan dampak virus corona di bidang ekonomi. Yakni relaksasi pajak dan retribusi UMKM sebagai bagian dari perlindungan Pemkot Makassar terhadap pelaku UMKM. Strategi lain, pemerintah kota siap menjadi penjamin pada UMKM untuk mendapatkan keringanan pada lembaga keuangan.
“Kita juga upayakan insentifikasi keringanan retribusi pada izin mendirikan bangunan. Selanjutnya Dilan akan melakukan pengintegrasian skema dana CSR dengan agenda pembangunan daerah yang terkait dengan penanganan dampak covid-19,” tandasnya.
(rhm-ita-jun)




×


Jubir Cantik tak Sekadar Pemanis Pilwali

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar