pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

NA Sisakan Pelantikan Kadis Perdagangan

Main Gawai, Seorang Pejabat Diusir Usai Dilantik

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Selasa (1/9) melantik dua pejabat eselon II serta puluhan eselon III dan IV. Dalam pelantikan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel itu, hanya nama pejabat eselon II yang dibacakan.
Mereka adalah Fitriah Zainuddin sebagai kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (PPPA-KB) Sulsel, dan Muhammad Arafah selaku kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel. Sementara untuk eselon III dan IV tidak dibacakan pada proses pelantikan.
Di depan mereka yang baru dilantik, Nurdin Abdullah berharap semua pejabat mulai dari eselon II, III, dan IV harus bersinergi dengan baik untuk menciptakan team work yang solid di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
“Berikan seluruh kemampuan kita untuk bekerja dengan baik. Saya titip pejabat Eselon III dan IV untuk melakukan sinergi dengan kepala dinas,” ujar Nurdin.
Yang paling penting, lanjut dia, bagaimana seluruh aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemprov Sulsel yang telah dilantik bisa menjaga idealisme serta integritas selama menjalankan tugasnya. “Jaga idealisme, integritas, dan selaraskan antara perkataan dengan kinerja,” tegasnya.
Atas nama pemerintah, ia mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang baru-baru dilantik. “Atas nama pemerintah dan pribadi saya mengucapkan selamat kepada yang baru saja dilantik,” ucapnya.
Dengan dilantiknya Fitriah Zainuddin dan Muhammad Arafah, berarti menyisakan satu lagi jabatan tinggi pratama yang belum dilantik dari hasil lelang terbuka. Yaitu jabatan Kepala Dinas Perdagangan Sulsel.
Sebelumnya, dari hasil lelang ada tiga nama untuk posisi kepala Dinas Perdagangan. Masing-masing Jayadi Nas, Amson Padolo, dan Abd Azis Bennu. Jayadi Nas sendiri sudah dilantik sebagai kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Sementara Amson Padolo kini telah melaksanakan tugas selaku kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kadiskominfo-SP). Sehingga tersisa satu nama untuk posisi kepala Dinas Perdagangan, yakni Abd Azis Bennu.
Nurdin sendiri belum bisa memastikan kapan pejabat kepala Dinas Perdagangan akan dilantik. Ia hanya mengatakan sesegera mungkin akan dilaksanakan pelantikan, jika telah memenuhi kebutuhan untuk pelantikan jabatan yang bersangkutan. “Kita tunggu saja ke depannya,” kilahnya.
Nurdin juga mengingatkan kepada seluruh ASN lingkup Pemprov Sulsel agar menjaga amanah dan bekerja dengan ikhlas di posisinya masing-masing. “Saya ingatkan tadi, saya adalah orang yang tidak punya latar belakang politik. Saya bekerja untuk rakyat. Amanah lima tahun ini harus betul-betul saya persembahkan yang terbaik untuk rakyat Sulsel, sehingga saya minta kepada mereka kerja betul-betul ikhlas untuk pengembangan dan percepatan pembangunan di Sulsel,” jelas Nurdin.
“Jadi tidak ada kepentingan, tetapi betul-betul ini kita ingin membangun suasana kerja yang lebih baik, lebih produktif, lebih efisien,” tambahnya.
Ia mengaku akan terus melakukan mutasi sampai betul-betul mendapatkan tim yang pas untuk bekerja dengan baik menjelang tiga tahun kepemimpinan dirinya sebagai orang nomor satu di Sulsel.
Menurutnya, pergantian posisi baik di eselon III dan IV lingkup Pemprov Sulsel karena pengisian jabatan lowong, dan ada juga keluhan-keluhan dari masyarakat maupun dari internal Pemprov Sulsel sendiri.
“Nah ini yang kita coba (perbaiki). Karena kita harus ciptakan suasana yang kondusif dalam sebuah pemerintahan. Jadi tadi saya ingatkan, bahwa ini terus bergulir sampai betul-betul team work kita ini betul-betul sudah satu napas dengan kita,” pungkasnya.

Usir Pejabat

Gubernur Nurdin Abdullah tetiba kesal di sela-sela pelantikan. Ia bahkan mengusir seorang pejabat yang baru saja dilantik. Ternyata, yang bersangkutan terlihat sedang bermain gawai saat Nurdin sedang memberikan arahan penugasan.
“Keluar saja, Pak. Silakan keluar. Di luar saja SMS-nya. Coba keluar,” kata Nurdin kepada pejabat yang duduk di barisan pertama saat pelantikan.
Usai ditegur, pejabat tersebut sempat menundukkan kepala lalu keluar meninggalkan ruangan. Nurdin meminta kepada siapa saja yang masih ingin main gawai, diizinkan keluar ruangan “Kalau masih ada pejabat lain yang main HP, silakan keluar,” tegasnya.
Usai pelantikan, pejabat atas nama Syafruddin Kitta yang juga salah satu aparat internal pengawas internal pemerintah (APIP) Inpektorat Sulsel ini menemui gubernur dan meminta maaf atas perilakunya.
Menurut Nurdin, pejabat tersebut beralasan sedang mencatat instruksinya lewat ponsel. Namun hal itu tetap dianggap sebagai contoh yang buruk.
“Saya lihat dari tadi, pas saya bicara penguatan APIP, dan kebetulan dia orang APIP. Ini kan namanya kurang etis. Makanya saya ingatkan apapun arahan itu penting kita simak,” jelas Nurdin. (nug)




×


NA Sisakan Pelantikan Kadis Perdagangan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar