JAKARTA, BKM — Pemerintah menjanjikan bantuan sosial (Bansos) Rp500 ribu per kepala keluarga (KK) di Indonesia. Sebelumnya, pemerintah sudah memberikan bantuan subsidi upah atau BSU senilai Rp600 ribu.
Bantuan langsung tunai ini diberi nama BST atau bantuan sosial tunai yang diharapkan juga mampu menambah daya beli di masyarakat. Menteri Sosial (Mensos), Juliari P Batubara, seperti dilansir dari salah satu media nasional, menyampaikan, siapa saja yang berhak atas BST Rp 500 ribu ini.
BST ini ternyata masih satu kesatuan dengan data keluarga yang menerima bantuan non-tunai beberapa bulan lalu. Target pastinya adalah keluarga penerima manfaat yang sudah terdaftar pada program Bantuan Pangan Non Yunai (BPNT).
Mensos Juliari juga berpesan, bantuan ini diharapkan mampu membantu masyarakat atau keluarga yang terdampak virus Corona secara material. Juru Bicara Kemensos, Adhy Karyono, mengungkapkan, bantuan Rp500.000 merupakan tambahan satu kali transfer untuk keluarga penerima kartu BNPT.
”Yang BST Rp500.000 adalah tambahan satu kali transfer untuk keluarga penerima manfaat bansos BPNT yang bukan sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH),” ujar Adhy.
Adhy menyampaikan, keluarga penerima BNPT sebelumnya mendapatkan Bansos senilai Rp 200.000 dalam bentuk sembako yang dapat diambil di e-warung. Kemudian, dalam rangka Covid-19, penerima BNPT mendapatkan Bansos BST yang tunai sebesar Rp500.000.
”Kelompok ini biasanya hanya dapat per bulan Rp 200.000 dan tidak dicairkan dalam bentuk tunai. Tapi diambil dalam bentuk sembako di e-warung,” ujar Adhy.
Sedangkan, penerima Bansos PKH yang juga penerima BPNY akan menerima beras sebanyak 15 kg yang akan diberikan selama 3 bulan ke depan yang akan berlaku mulai September 2020.
Adhy mengatakan, Bansos BST ini memiliki syarat bagi penerima yakni keluarga tersebut telah terdaftar sebagai penerima kartu sembako baik peserta lama maupun masyarakat yang terdampak Covid-19. (int)
Pemerintah Janjikan Bansos Rp500 Ribu per KK di Indonesia
×

