MAKASSAR, BKM–Tak terasa sudah dua tahun Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman memimpin Sulawesi Selatan.
Lembaga Script Survei Indonesia (SSI), bahkan telah merilis tingkat kepuasan masyarakat Sulsel atas kepemimpinan mereka.
Survei yang dilaksanakan secara acak terhadap 820 responden yang tersebar di kabupaten/kota di Sulsel, pada 2-15 Agustus 2020 menyatakan jika secara keseluruhan tingkat kepuasan masyarakat sebanyak 63,13 persen. Dengan rincian sangat puas 8,56 persen sementara masyarakat yang cukup puas 54,57 persen, kurang puas 21,57 persen, tidak puas sama sekali 1,99 persen.
Direktur Eksekutif Script Survei Indonesia (SSI) Yuhardin, menuturkan, survei yang dilakukan tersebut menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat margin of error 3.5 persen. Dalam survei dua tahun kepemimpinan Gubernur Nurdin Abdullah dan Wagub Andi Sudirman Sulaiman beberapa sektor atau kategori yang ikut ditanyakan kepada responden.
Menyikapi hal itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, memaparkan, selama dua tahun kepemimpinannya, ia berharap penguatan solidaritas dan sinergitas mampu dibangun antar pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Nurdin menambahkan, perjalanan kepemimpinannya selama dua tahun ini merupakan basic untuk melakukan pembangunan kedepannya baik infrastruktur maupuna solidaritas dan sinergitas.”Kami berharap perjalanan dua tahun ini, adalah basic membangun soliditas dan sinergitas baik,” kata Nurdin.
Sementara itu, survei di sektor agraria, pertanian, perkebunan dan pengairan, menyatakan, masyarakat yang sangat puas/cukup puas terhadap sektor agraria di bawah kepemimpinan Nurdin Abdullah sebesar 62,93 persen. Sementara kurang puas dan tidak puas sama sekali 21,22 persen.
Meskipun trend sektor agraria tingkat kepuasan masyarakat positif. Nurdin Abdullah memiliki kekhawatiran khusus pada bidang pertanian.
Kekhawatiran Nurdin, menurunnya keinginan masyarakat Sulsel untuk menggeluti bidang pertanian. Hal tersebut menurut Nurdin menjadi permasalahan.
“Satu hal yang menjadi kekhawatiran bagi kita semua kalau tidak ada lagi orang yang mau menjadi petani itu problem,” ungkap Nurdin.
Nurdin menilai, masyarakat Sulsel harus memiliki keinginan tinggi untuk melakoni bidang pertanian lantaran Indonesia khususnya Sulsel unggulan utamanya adalah sektor pertanian.
“Kita ini Negara agraris, unggulan kita dari sektor pertanian, maka satu-satunya jalan pemerintah harus hadir menyelamatkan ini,” tandas Nurdin.
Lanjut, di sektor infrastruktur, jalan, jembatan dan lainnya menyatakan, kalau tingkat kepuasan masyarakat Sulsel terhadap sektor infrastruktur sebanyak 64,02 persen, tidak puas 34,63 persen.
Nurdin Abdullah mengatakan, pada awal pemerintahan, ia bersama Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman telah mencanangkan pembangunan infrastruktur, untuk daerah terpencil dan terisolir menjadi prioritas.
Nurdin mengaku hal ini telah dilakukan perbaikan yakni di Kecamatan Seko, Luwu Utara, sepanjang 126 kilometer yang tak tersentuh pembangunan selama 75 tahun, kini sudah bisa dilalui kendaraan roda empat, setelah pengerasan berhasil dirampungkan pada September 2019.
“Saya melihat bahwa progres selama dua tahun, pertama Alhamdulillah Seko, selain kita akan bangun,” ucap Nurdin.
Demikian juga sambung Nurdin untuk pembangunan jalan Bua-Rantepao sepanjang 30 kilometer dan diharapkan sudah tuntas 2021 mendatang sementara lroses pengaspalan jalan Bone-Pangkep sepanjang 13 kilometer dari total 19,9 kilometer, Pembangunan jalan Lejja-Soppeng-Barru, dengan selesainya jalan ini nanti akan memangkas waktu perjalanan sekitar 100 kilometer dari Barru – Soppeng.
Disamping keterlibatan Provinsi Sulsel dalam melakukan pembangunan infrastruktur, Nurdin mengakui, Pemprov Sulsel juga memberikan belanja bantuan keuangan keuangan ke daerah.
Pemberian bantuan tersebut sambung Nurdin, dengan pertimbangan untuk mengatasi kesenjangan fiskal, juga membantu pelaksanaan urusan pemerintahan daerah yang tidak tersedia alokasi dananya serta dalam rangka kerjasama antar-daerah dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah.
Kata Nurdin, pemberian bantuan keuangan daerah tersebut bersifat khusus yaitu khusus digunakan untuk membantu capaian kinerja program prioritas pemerintah daerah penerima bantuan keuangan sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan penerima bantuan.
Hingga tahun 2020 sambung Nurdin, Pemerintah Provinsi Sulsel telah menggelontorkan Bantuan Keuangan sebesar Rp905 miliar kepada Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan.
“Tentu kami bersama bupati-wali kota, setiap tahun kita menyiapkan anggaran dalam bentuk Keuangan Daerah. Ini juga tentu akan memberikan dampak terhadap percepatan pembangunan di daerah,” ujar Nurdin.
Menurut Nurdin ini dilakukan semata-mata, untuk menambah kapasitas fiskal kabupaten-kota, jika melihat betapa besar beban kerja pemerintah daerah dengan keterbatasan fiskal sehingga belum mampu untuk menghadirkan secara cepat.
“Dengan bantuan keuangan daerah ini banyak yang bisa dilakukan termasuk mempercantik kawasan wisata, membangun akses menuju kawasan wisata, menata kota dan sebagainya,” ungkapnya.
Terakhir untuk target pengerjaan proyek tidak multi years, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah telah merencanakan beberapa kegiatan yang akan dilakukan. Antara lain pembangunan Stadion Mattoanging, pembangunan “Twin Tower” dan beberapa pembangunan infrastruktur lainnya termasuk jalan.
Nurdin mengatakan seluruh rencana pembangunan tersebut saat ini sementara proses Detail Engineering Desain (DED). Agar mendorong percepatan pembangunan, Nurdin berkeinginan seluruh rencananya dibangun tidak multi years.
“Beberapa DED sementara on proses, termasuk DED terminal modern penyebrangan Bira, terminal penyebrangan ke NTT, Sulawesi Tenggara,” ungkap Nurdin.
Pembangunan tersebut, Kata Nurdin diperlukan sinergitas baik dari sinergitas Pemerintah Kab/Kota dan Pemerintah Pusat. Tujuannya meskipun memiliki anggaran yang kecil karena dengan kebersamaan semuanya akan berjalan dengan baik.
“Kita harus membangun sinergitas baik dengan sinergitas Pemerintah pusat Provinsi maupun Kab kota, mengapa ini penting? karena uang kecil bisa berarti kalau kita bareng-bareng, hari ini kita tidak akan lagi ada program multi years kalau bisa lakukan. Kita membuat program yang langsung selesai,” ucap Nurdin.(nug)
Kepuasan Atas Kepemimpian NA 54,57 Persen
×

