BEKERJA di dunia otomotif tidaklah mudah. Pekerjaan yang cukup berat kadangkala tidak dibarengi dengan penghasilan yang cukup untuk menghidupi keluarga. Seperti yang dialami Iwan.
Laporan:FACHRUL AWALIL ILMI MAHMUD
Pria berusia 32 tahun ini merupakan perantau dari daerah Bone. Ia tergolong memiliki banyak pengalaman kerja. Apalagi. karena faktor perekonomian keluarganya yang kurang memaksakan ia untuk bekerja keras sejak muda.
Ia memulai bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) kapal, setelah itu keluar dari ABK dan menjadi montir kendaraan berat, hingga bekerja di bengkel mobil yang terbilang cukup besar di kota Makassar.
Tetapi karena faktor penghasilan yang menurutnya tidak cukup dalam membiayai keluarga kecilnya, sementara pekerjaan yang berat, membuat dirinya berinisiatif membuka bengkel sendiri di depan rumah kontrakannya yang kebetulan di jalan poros kompleks Perumahan Mangga Tiga Permai.
“Saya sejak dari muda sudah merasakan suka duka dalam bekerja. Saya mulai bekerja dari umur 14 tahun dikarenakan faktor ekonomi keluarga yang serba kekurangan,” ungkap Iwan.
Begitupun saat mulai membuka bengkel sendiri, berbagai suka duka dialaminya seperti ketika melakukan kesalahan saat bekerja, otomatis harus ganti rugi. Berbeda jika bekerja di bengkel sebagai karyawan, jika ada barang yang rusak maka bos yang ganti rugi, jelas iwan saat ditemui penulis di bengkelnya.
Bengkel yang ia buka setiap hari dari pukul 07.00 pagi sampai 23.00 malam sudah menjadi pernghasilan utama bagi Iwan. Bahkan penghasilannya saat ini sudah mampu menghidupi keluarganya. Selain membuka bengkel motor dan las, ia juga menyediakan jasa cuci motor agar penghasilannya bisa bertambah.
“semenjak saya membuka bengkel sendiri, alhamdulillah saya sudah sangat nyaman sekali, sedikit banyaknya orang yang berkunjung ke bengkel saya dan sedikit banyaknya penghasil yang saya dapatkan bisa langsung saya nikmati bersama keluarga. Daripada bekerja di bengkel orang lain kadang pekerjaan yang kami dapatkan itu sangat berat tapi penghasilan yang kami terima segitu gitu saja,” ungkap Iwan.(*)

