MAKASSAR, BKM– Sebentar lagi Kota Makassar akan memasuki musim penghujan. Sejumlah permasalahan kembali muncul, selain belum maksimalnya pembenahan sampah yang menghambat drainase, juga sedimentasi berupa tanah bercampur pasir juga semakin meninggi.
Apalagi, saat ini sedimentasi di Makassar cukup mengkhawatirkan. Pemerintah Kota Makassar harus punya solusi menangani endapan sedimen yang hampir memenuhi semua drainase. Tim satgas Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar telah melakukan beberapa pengerukan. Anggota yang dikerahkan 480 orang.
Awal 2020 tim satgas melakukan pengerukan, terus mengalami kenaikan jumlah sedimentasi tiap bulan. Jika pada Januari pengerukan sedimen tiap-tiap rayon capai 600 meter kubik, maka pada Maret langsung naik dengan rata-rata 800 meter kubik.
Data pada Maret 2020, rayon IV yang meliputi Manggala Panakkukang-Tallo, tim yang diturunkan 77 orang dengan masa kerja 26 hari mampu mengeruk 824 meter kubik sedimentasi dengan total panjang drainase yang dibersihkan capai 1.755 meter.
Menyikapi hal itu, Kepala Bidang Bangunan Air Dinas PU Makassar, Syafar Majid membenarkan jika rata-rata pengerukan sedimentasi capai 50 ribu meter kubik tiap tahun.
“Kalau tahun lalu kita mampu mengeruk 50.048 meter kubik sedimen dengan total panjang 162.450 meter drainase yang dikeruk,” ujarnya, Rabu (30/9).
Jika tahun sebelumnya dilakukan pembersihan, bukan berarti tim satgas bersantai di tahun berikutnya. Kata Syafar tim tetap bekerja maksimal. “Bahkan kita minta teman-teman siaga. Apalagi kalau ada saluran yang sudah tersumbat,” jelas Syafar.
Syafar mengungkapkan, sumbatan drainase Makassar sudah mengkhawatirkan. Bayangkan saja jika kedalaman drainase itu sekitar dua meter, kata dia, jumlah sedimen bisa memenuhi seluruh saluran. “Jadi saluran tidak lancar. Itu yang kita keruk,” jelasnya.
Kerja tim satgas akan lebih ekstra jika mendekati musim hujan. Kata Syafar, titik-titik aliran drainase mesti dipastikan tidak ada penyumbatan. Meski telah dilakukan pengerukan, tidak ada jaminan dikemudian hari ada masalah.
“Karena yang namanya sedimen tidak ada habisnya. Pasti ada terus. Coba hitung berapa banyak limbah atau sampah rumah tangga, perkantoran,dan pedagang. Belum lagi kedisiplinan masyarakat soal pentingnya jaga kebersihan,” terang dia.
Sementara itu, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, hanya berharap tim yang turun melakukan pembersihan bisa sigap. Apalagi diproyeksikan Makassar memasuki musim hujan. (rhm)

