pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Wujudkan Zona Aman Walau Diklaim Zona Merah

TIDAK semua orang punya kemampuan untuk bisa menjadi penyelenggara pemilu yang sukses dan baik. Namun, bagi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tana Toraja Rizal Randa, semua urusan dan tugas selalu dijalaninya dengan tulus dan sepenuh hati, walau sebenarnya berat. Dengan begitu, Tuhan akan membukakan jalan karena pengabdian dilandasi niat ikhlas akan menjadi jadi berkah
Rizal Randa telah dua kali menjadi komisioner KPU Tana Toraja. Masing-masing periode 2013-2018 dan 2018-2023. Ia memiliki latar belakang jurnalis televisi. Pernah berkecimpung di empat media televisi berbeda, yakni SCTV, MNC GRUP, dan terakhir Celebes TV.
Berbekal pengalaman kerja keras di dunia jurnalis, ia terus membangun koordinasi dan komunikasi ke semua narasumber. Pengalama itu ternyata ampuh ketika ia terapkan selama memimpin KPU Tana Toraja. Sehingga semua tahapan pilkada hampir tanpa masalah. Hal itu tercipta karena keterbukaan terus dijalin dengan semua pemangku kepentingan.
Ayah tiga anak dari buah pernikahannya dengan Dewi Mayangsari, ini tidak menampik bila dua kali pilkada dihelat di Tana Toraja di masa kepemimpinannya sebagai ketua KPU, wilayah ini diwujudkannya tetap dalam zona aman, meskipun sebelumnya diklaim masuk zona merah.
”Harapan kita bersama pilkada Tana Toraja aman, tertib, dan lancar. Hal itu akan terwujud bila penyelenggaran mengutamakan membangun sinergitas dan harmonisasi guna menghindari konflik,” tutur Rizal.
Rizal Randa menegaskan, bagi penyelenggara pilkada, integritas dan netralitas, serta menguasai regulasi sangat diutamakan. Sebab itu menjadi ukuran kualitas komisioner.
Yang tidak kalah pentingnya menyikapi persoalan di Tana Toraja, adalah memegang teguh  sikap gotong royong (kombongan) dan toleran di atas perbedaan. Sebab kebersamaan di tengah kemajemukan, saling menghormati, dan menghargai, tanpa mengabaikan budaya dan adat, merupakan ciri khas orang Toraja yang dewasa dalam berdemokrasi.
”Karena itu buang pikiran negatif. Diubah dengan membangun komunikasi dan koordinasi yang cair untuk mencari persamaan, bukan perbedaan,” tandas Rizal.
Alumni Fakultas Sastra Unhas tahun 1995 ini mengakui, dunia jurnalis berbeda dengan komisioner KPU. Sebab walaupun sudah bekerja profesional, namun masih saja ada tekanan yang kuat, lantaran kepentingan politik. Tapi, sebagai penyelanggara pihaknya harus kuat dan tegas menegakkan aturan, khususnya terhadap pasangan calon yang mengabaikan regulasi.
Diakui Rizal Randa, bekerja sebagai penyelenggara pemilu memiliki tantangan sendiri. Somisioner KPU sebagai penyelenggara semirelawan perlu kreasi membangun demokrasi sesungguhnya. Karena itu, komisioner harus bisa menempatkan diri sebagai masyarakat sipil dan juga sebagai relawan demokrasi. (gus)

Biodata

Nama: Rizal Randa
Lahir: 8 Maret 1976 di Manado
Istri: Dewi Mayangsari

Pendidikan:
SMA  Negri 3 Makale
Fakultas Sastra Unhas tahun 1995



×


Wujudkan Zona Aman Walau Diklaim Zona Merah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar