MAKASSAR, BKM–Warga Kelurahan Sudiang Raya Kecamatan Biringkanaya menilai calon wali kota Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto adalah calon pemimpin yang selalu melahirkan solusi dalam setiap persoalan yang dihadapi warga.
Saat Danny melakukan safari politik di Sudiang Raya, Muh Arsyad ikut memujinya. “Pak Danny itu sudah beri bukti, kali ini program Danny – Fatma lebih tajam lagi ke bawah, artinya perkembangan zaman itu selalu diimbangi melalui program – program yang ditawarkan Danny – Fatma dan semua rasional dan memang menjadi solusi bagi warga,”kata Muh Arsyad, Selasa (3/11).
Saat ini masyarakat menunggu sebuah support yang positif, banyak peristiwa yang terjadi di tengah – tengah masyarakat, seperti peristiwa pandemi covid 19 ini, sebagian warga yang terdampak bahkan tidak mendapat perhatian dari Pemkot Makassar.
Danny juga melakukan kampanye dialogis di Kelurahan Lanraki Kecamatan Biringkanaya.
Danny mengatakan, pengelolaan keuangan itu harus terukur dan tepat sasaran, jika ada yang menjanjikan gaji RT/RW itu bisa 50 juta maka dari situ bisa diprediksi bahwa itu tanda ketidak pahaman soal tata kelola keuangan pemerintah. “Bisa dibayangkan rancuhnya ketika insentif RT/RW lebih tinggi dari gaji wali kota, itu dulu coba kita pecahkan, ini program atau janji palsu,”kata Danny.
Menurutnya, insentif RT/RW itu akan dinaikkan seiring dengan bertambahnya pendapatan daerah, seperti kemarin, insentif RT/RW itu dari 75 ribu kita naikkan menjadi 1 juta. Syaratnta untuk mencapai insentif 1 juta maka PAD harus tembus 1 triliun. “Nah kita buktikan kan dan sampai saat ini para Ketua RT/RW rasakan, meskipun banyak aduan yang masuk ke kami bahwa insentifnya sering terlambat,”ungkapnya.
Sattu Pakanang sebagai tuan rumah mengajak seluruh warganya untuk memenangkan Danny – Fatma di 9 Desember 2020. “Wajib, Tidak ada lagi alasan untuk tidak memilih Danny – Fatma, apa yang disampaikan pak DP bukanlah janji, tapi fakta. Makassar masih membutuhkan Danny Pomanto,”kata Sattu yang juga Ketua RT ini.
Sementara itu, pasangan calon nomor urut tiga, Syamsu Rizal – Fadli Ananda (Dilan) membuktikan program yang digagasnya bersifat inklusif alias menyeluruh dan merata. Tidak hanya memberikan atensi terhadap ASN, pasangan doktor dan dokter tersebut ternyata juga memiliki program yang khusus menyasar pensiunan ASN.
Deng Ical mengungkapkan dalam program birokrasi Dilan, salah satunya diakui berfokus pada upaya memberdayakan pensiunan ASN. Kader Muhammadiyah itu ingin mereka yang purnakarya, tidak hanya ASN tapi juga perusahaan misalnya, harus tetap inovatif dan kreatif.
Mereka didorong tetap berdaya agar dapat lebih bahagia dalam menjalani hidup.
“Salah satu yang menjadi atensi Dilan adalah menghadirkan purnakarya yang berdaya dan bahagia. Ya terkadang ada orang yang masih mampu, masih produktif tapi karena umur harus pensiun. Nah, mereka ini punya kemampuan dan pengalaman yang mesti kita dorong melakukan hal-hal produktif ketimbang berdiam diri di rumah,”ujar dia, Selasa (3/11).
Saat ini, Deng Ical menuturkan ada dua opsi yang bisa disiapkan untuk pensiunan ASN. Pertama, mendorong mereka terjun ke dunia usaha yang tentunya akan berdampak pada perekonomian daerah. Untuk itu, Dilan menggagas pembentukan Badan Usaha Pensiunan ASN.
Opsi kedua, Dilan akan memberdayakan para pensiunan ASN yang punya keahlian dan pengalaman sebagai penasihat Pemkot Makassar. Penempatan mereka akan merujuk kepada keahlian masing-masing. Saran dan pendapat para pensiunan ASN itu diyakini mampu mengarahkan program lebih baik karena mereka punya pengalaman matang. (jun/rif)
Danny, Pemimpin yang Selalu Melahirkan Solusi
Dilan Sasar Pensiunan ASN
×

