MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Makassar mendapat banyak laporan dari warga terkait ruas jalan di Makassar yang kerap macet panjang utamanya di jam-jam sibuk.
Hal tersebut dikatakan, anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar, Andi Suharmika, kemarin.
Ia menambahkan, kemacetan terjadi salah satunya pemasangan traffic light (lampu merah) yang tidak tepat, durasi waktu yang tidak diatur, dan sejumlah problem lainnya.
“Harusnya dikaji dulu jangan sampai menjadi penyebab kemacetan. Ada pengguna jalan yang mengadu, bahkan surat interaktif dari pembaca di media-media cetak saya baca banyak yang mengeluhkan soal itu,” ungkapnya.
Misalnya saja kata legislator Fraksi Golkar Makassar ini, keberadaan lampu merah di depan BTP Tamalanrea, pengguna jalan mengeluhkan arah dari jalan lingkar barat menuju kota dibuka, yakni pengedara bisa belok ke arah kanan, justru menyebabkan kemacetan panjang dari arah kota menuju Daya.
“Kondisi itu paling parah terjadi saat sore hari, waktu warga pulang kerja. Bahkan kemacetan terjadi hingga ke pintu satu Unhas. Diperparah lagi posisi traffic light di pintu 1 Unhas yang tidak strategis,” ujarnya.
Itu kalau dari arah utara, belok kanan ke arah Unhas dan jaraknya terlalu jauh. Kadang lampu hijau sudah berubah ke lampu merah pengendara yang mau belok itu belum sampai diseberang.
Brgitupun yang disampaikan anggota DPRD Makassar, Hamzah Hamid.Ia mengaku jika kondisi berbeda di sejumlah titik jalan yang dipasang lampu merah, seperti di Jalan Boulevard menuju AP Petta Rani. Durasinya terlalu lama untuk menunggu lampu warnah hijau kembali menyala. Sementara saat lampu hijau, hanya hitungan beberapa detik saja sudah kembali merah.
“Kondisi ini juga yang menyebabkan kemacetan, karena pengaturan waktu traffic ligth yang tidak tepat. Dinas Perhubungan perlu mengevaluasi efektivitas sejumlah lampu merah ini,” jelasnya. (ita)

