pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

NA: Jangan Persulit Belajar Tatap Muka di Sekolah

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah belum bisa memastikan pelaksanaan proses belajar mengajar tatap muka di sekolah. Ia masih menunggu respons dan usulan dari kepala sekolah untuk menunaikannya. Hal tersebut telah dilaporkannya ke Presiden Joko Widodo.
“Sulsel memiliki sistem yang cukup berbeda, yakni keputusannya dari bawah untuk memulai sekolah tatap muka,” ujar Nurdin di Kantor Gubernur, Selasa (10/11).
Namun, kata dia, yang paling penting dari rencana tersebut adalah kesepakatan dari orang tua murid, pihak sekolah dan Dinas Kesehatan Sulsel maupun kabupaten/kota. Dinas Kesehatan bersama Disdik melakukan pengecekan kesiapan setiap sekolah, layak atau tidaknya untuk dimulainya sekolah tatap muka.
“Ini juga sudah saya laporkan kepada Bapak Presiden, bahwa langkah kita di Sulawesi Selatan tidak lagi dari atas ke bawah, tetapi kita menunggu usulan dari sekolah atas persetujuan orangtua. Kepala sekolah mengusulkan kepada kepala dinas. Nanti Dinas Ppendidikan dan Dinas Kesehatan turun melihat protokol covid dalam rangka pembelajaran tatap muka,” jelasnya.
Menurutnya, bila pihak Dinas Kesehatan, Disdik sudah begitu yakin dengan penerapan protokol kesehatan di sekolah, maka Pemprov Sulsel juga akan yakin untuk memulai sekolah tatap muka.
“Kalau ini semua kita yakinkan bahwa protokol covid dijalankan dengan baik, tentu saya akan setuju. Tapi jangan tunggu dari kita untuk meminta sekolah dibuka, melainkan kesiapan sekolah masing-masing. Termasuk persetujuan orangtua. Artinya, orangtua juga ikut mengawasi anaknya pergi sekolah dan pulang dia tidak ke mana-mana,” terangnya.
Meski demikian, sekolah tatap muka sudah dimulai di sejumlah daerah yang dianggap masuk zona hijau, seperti Tana Toraja dan Toraja Utara. Olehnya itu, bagi daerah yang sudah dianggap aman dari penyebaran covid-19, diharapkan agar tidak mempersulit, apalagi jika sudah memenuhi syarat.
“Sudah ada yang membuka kok, termasuk di Toraja. Jangan dibuat menjadi sulit. Yang tahu persis kondisi kita adalah kepala sekolahnya. Kalau kepala sekolahnya sudah menyiapkan protokol kesehatan dengan baik, wajib cuci tangan, wajib pakai masker di sekolah, terus di sekolah juga diatur jarak. Mungkin kapasitas 50 persen dulu. Tterus yang kedua 50 persen, kan bisa diatur seperti tu,” tandasnya.

Unhas Tunggu Pedoman

Universitas Hasanuddin (Unhas) sampai saat ini masih melakukan proses perkuliahan dalam jaringan (daring) dengan pertimbangan kondisi yang belum aman dari virus corona. Kasubdit Humas dan Informasi Publik Direktorat Komunikasi Unhas Ishaq Rahman, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan kuliah luring.
“Sampai saat ini kami belum ada pembahasan terkait hal itu (kuliah tatap muka). Untuk saat ini kuliah masih daring, karena kami belum menganggap kondisi sudah aman dari penularan virus,” ujarnya, Senin (9/11).
Meski sudah ada lampu hijau dari gubernur Sulsel, lanjut Ishaq, pihak akademik masih merujuk pada kebijakan dari kementerian. “Kita lebih utamakan dulu keselamatan, karena keamanan dosen dan mahasiswa itu jauh lebih penting bagi kami. Apalagi sebelumnya kementerian meminta kita memprioritaskan kesehatan dan keselamatan dosen dan mahasiswa,” imbuhnya. (nug-ita)




×


NA: Jangan Persulit Belajar Tatap Muka di Sekolah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar