pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Wajib Masker, Harga Mati Bagi Personel Dishub

MAKASSAR, BKM — Kampanye penggunaan masker di tengah pandemi covid-19 dilaksanakan secara massif. Personel Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar terlibat langsung dalam proses tersebut. Karenanya, wajib masker menjadi harga mati bagi para personel Dishub.
Kepala Dishub Makassar Muhammad Mario Said mengatakan, pandemi belum berakhir. Makassar yang sebelumnya masuk zona merah, berangsur-angsur turun masuk zona oranye. Diharapkan bisa segera ke zona hijau.
”Kita kuat karena disiplin. Sadar bahwa kita bisa atasi pandemi ini secara bersama-sama. Sebab bila tidak disiplin terhadap protokol kesehatan, sangat susah. Bagaimana caranya kita tingkatkan agar masuk zona hijau,” ujar Mario Said yang menjadi narasumber dalam forum diskusi yang dilaksanakan Harian Berita Kota Makassar, Jumat (20/11). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Area Traffic Control System (ATCS) kantor Dishub.
Dalam penjelasannya, Mario mengakui bahwa personel Dishub sangat rentan terpapar virus ini. Sebab mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat dan selalu berada di lapangan.
”Untuk itu, kita harus menjadi teladan dan panutan. Hendaknya menjadi contoh di tengah masyarakat dalam penerapan prokol kesehatan 3M, menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, serta menjaga jarak,” ujarnya.
Dalam lingkup kerja Dishub, menurut Mario, protokol kesehatan telah diterapkan sejak awal pandemi. “Kita berlakukan cuci tangan, mengukur suhu, dan jaga jarak. Covid ini serius. Dibutuhkan perilaku hidup yang baru. Membiasakan diri memakai masker yang standar, sehingga dapat mencegah virus ini masuk,” terangnya.
Disebutkan Mario, ada satu personelnya yang sempat terpapar corona. Ia langsung ditangani guna menekan penularan pada yang lain.
”Satu hal yang perlu saya sampaikan, kerja kami banyak di lapangan. Jadi lebih sering terkena sinar matahari. Setidaknya ini bisa mengurangi risiko untuk terpapar,” imbuhnya.
Hal lain yang dilakukan adalah melakukan penyemprotan disinfektan pada mobil angkutan. Antisipasi yang dianggap kecil seperti ini mampu membawa dampak yang cukup besar, khususnya di sektor ekonomi.
”Dengan upaya kita semua, semoga tidak ada lagi PSBB. Mari kita gaungkan Ingat Pesan Ibu. Ibu selalu kita jaga, kita dengar. Kita mengenang ibu yang luar biasa,” tandasnya.
Mario Said berharap, seluruh aktivitas tetap berjalan meskipun pandemi covid-19 belum berakhir. Namun ia menegaskan, harus tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.
Masyarakat yang melanggar protokol kesehatan akan dikenakan sanksi. Mulai dari sanksi ringan hingga tertulis kepada jasa angkutan.
“Namanya pendisiplinan, maka harus ada sanksi. Nah, sanksi larangan beroperasi itu paling akhir. Tapi kita berharap mudah-mudahan tidak ada sanksi berat. Semoga semua ini segera berakhir dan kembali normal. Kebiasaan-kebiasaan baik agar tetap dijalankan,” ujarnya.
Sekretaris Dishub Makassar Thaufik Jaya Palaguna yang hadir dalam diskusi, menyebutkan bahwa saat ini ada 580 staf di lingkungan kerjanya. 480 di antaranya merupakan tenaga kontrak. Bagi mereka, penggunaan masker merupakan kewajiban.
“Kami ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Semua yang masuk kantor harus melalui piket. Jadi piket yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Narasumber lainnya, Kepala Seksi Survey Lunch dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Makassar Zakiah Darajab merefleksi awal masuknya virus corona di Makassar.
”Waktu itu, setiap pintu masuk, seperti pelabuhan dan bandara, kita siaga. Di sini Dishub sudah ambil andil. Mereka berada di pelabuhan. Dan pada 19 Maret 2020, untuk pertama kalinya tercatat kasus covid di Makassar,” ungkap Zakiah.
Berbagai upaya dilakukan guna menekan angka penularan. Hingga akhirnya Makassar masuk zona oranye, dari sebelumnya zona merah. Upaya tersebut tidak terlepas dari peran serta aparat Dishub, TNI dan Polri.
”Tim dari Dishub berada di pinggir jalan dan terlibat langsung dalam operasi penegakan disiplin protokol kesehatan bagi pengendara. Termasuk dalam program Trisula, yakni tracing, testing, dan educating,” jelasnya.
Walau Kota Makassar kini sudah berstatus zona oranye, namun Zakiah mengingatkan untuk tidak lengah. 3M harus tetap diterapkan.
”Pesan ibu harus tetap diingat, jaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, dan tambahan satu lagi jangan merokok. Jika merasakan datu gejala, yakni batuk atau demam, agar isolasi mandiri di rumah. Ayo kita lakukan cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebagai salah satu upaya pencegahan covid-19. Kewaspadaan kita harus tetap tinggi. Jaga pola makan, banyak minum air putih dan hentikan kebiasaan merokok,” tandas Zakiah Darajab. (jun)



×


Wajib Masker, Harga Mati Bagi Personel Dishub

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar