TAK ada satupun manusia di dunia ini yang tahu akan jadi apa dirinya kelak. Semua boleh bercita-cita tentang keinginannya di suatu saat nanti. Namun, apakah itu bisa terwujud atau tidak, Tuhan jualah yang menentukannya.
NAMA Muhammad Yusran Lologau jadi perbincangan hangat. Usai hitung cepat pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember 2020 lalu, namanya masuk dalam deretan sebagai peraih suara terbanyak. Ia unggul di pilkada Pangkep bersama pasangannya Syahban Sammana. Mereka mampu mendulang perolehan suara sebesar 36,60 persen.
BKM menemui MYL –singkatan nama Muh Yusran Lologau– di kediamannya Kota Pangkajene, sehari setelah pencoblosan. Ia banyak berkisah tentang cita-cita serta perjalanan karirnya.
Ia menuturkan, sejak kecil dirinya memang punyakeinginan menjadi bupati. Hasilnya, bila tak ada aral melintang MYL bakal mencatat sejarah baru dalam kancah politik di daerah ini. Dirinya bakal memimpin Kabupaten Pangkep dengan menyandang jabatan sebagai salah satu bupati terpilih termuda di Indonesia.
Usia Yusran saat ini baru 28 tahun. Ia lahir 1 April 1992. Sebelum mengikuti kontestasi pilkada, ia menjabat sebagai ketua DPRD Pangkep di tahun 2019. Namun, posisi tersebut tak lama dijabatnya. Karena di tahun 2020 Yusran mengundurkan diri dan memilih untuk bertarung di pilkada. Syahban Sammana kemudian dipilihnya sebagai calon wakil bupati.
Umur muda tak jadi penghalang bagi MYL untuk mematok posisi sebagai calon bupati. Hal itu tak terlepas dari jenjang politiknya yang cukup moncer selama ini.
Berawal ketika dirinya lolos menjadi legislator Pangkep melalui partai Golkar di pemilihan legislatif (pileg) 2014. Satu periode bersama partai beringin, ia lalu pindah ke Partai Nasdem.
Tidak lama di partai besutan Surya Paloh ini, Yusran kemudian dipercaya memimpin DPD Nasdem Pangkep. Amanah itu tak sia-sia. Pada pileg 2019, ia berhasil meraih suara partai tertinggi, hingga akhirnya mengantar dirinya kembali ke parlemen dan didapuk sebagai ketua DPRD.
IST
BERSAMA KELUARGA-Muh Yusran Lologau bersama istri dan kedua buah hati mereka.
Keberhasilan Yusran dalam menakhodai partai Nasdem tidak tanggung-tanggung. Dia berhasil meloloskan delapan kadernya ke parlemen. Menyamai jumlah legislator partai Golkar yang dipimpin Syamsuddin Hamid, pamannya sendiri yang juga bupati Pangkep.
MYL memang tergolong berani berhadap-hadapan dengan sejumlah kerabat dekatnya yang lebih awal berkarier di dunia politik. Namun fakta membuktikan jika dirinya mampu menggeser satu paslon yang termasuk klannya sendiri, serta dua paslon yang menjadi kompetitornya di pilkada.
Menilik ke belakang, masa kecil Yusran lebih banyak dihabiskan bersama ayah dan ibu psikologisnya, almarhum Asdar Muis dan Hj Herlina. Asdar Muis yang dikenal sosok budayawan dan wartawan senior di Sulsel banyak menjadi inspirasi hidupnya.
Sejak kecil, Yusran mengakui saat diwawancarai, sering dibawa almarhum Asdar bertemu dengan kolega ayah yang tidak ingin disebutnya sebagai ayah angkat itu. “Saya lebih familiar ketika ibu dan ayah saya itu disebut sebagai ibu dan bapak psikologis. Ketika masih kecil saya kerap dibawa keliling oleh Asdar. Setiap kali bertemu temannya, saya selalu diperkenalkan bahwa ini calon bupati Pangkep masa depan,” kenangnya.
Tidak heran jika pendidikan Yusran banyak memperoleh sentuhan dari Asdar Muis, meski ayah kandungnya tergolong mapan dari segi materi. Siapa tidak kenal H Syamsu Hamid, seorang pengusaha sukses dan ternama di Pangkep, yang tak lain adalah ayah kandung Yusran.
”Almarhum Asdar tidak pernah memaksakan jurusan pendidikan yang saya harus pilih. Saya diberikan kemerdekaan memilih jalur pendidikan yang bukan dunia kecintaan Asdar sebagai budayawan itu,” terangnya.
Yusran menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) di Fakultas Kelautan dan Perikanan di Universita Hasanuddin (Unhas) tahun 2014. Kemudian S2 Prodi Manajemen Pesisir dan Teknologi Kelautan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar tahun 2019. Keduanya jauh dari latar belakang Asdar yang bergelut di dunia sastra dan teater.
”Ada satu pesan sederhana almarhum yang tidak bisa saya lupakan. Dia bilang, kapan dan di manapun anda harus menjadi orang baik dan berbuat kebaikan kepada orang banyak,” ucap Yusran.
Karena itu pula, pasangan MYL-SS bernomor urut satu di pilkada lalu menjadikan sektor kesehatan sebagai salah satu program pertama menjadi prioritas. Alasannya, begitu banyak warga yang belum terlayani dengan baik dalam hal kesehatan. Selain itu, masih ada sembilan program utama lainnya yang tertuang pada 10 visi misi Pangkep Hebat.
”Dalam program kesehatan akan menggratiskan segala bentuk pelayanan,” lanjut suami dari Nurlita Wulan Purnama Muhadu ini. ”Nanti tidak akan ada lagi warga yang tidak memperoleh pelayanan hanya karena tidak memiliki kartu KIS dan kartu layanan lainnya,” tambahnya.
“Kami berharap tidak ada warga Pangkep yang sakit dan meninggal dunia hanya karena tidak mendapatkan pelayanan kesehatan. Makanya, setiap waktu tertentu akan diturunkan tim kesehatan bersama tenaga dokter turun secara rutin ke setiap desa. Dengan begitu, jika ada warga ditemukan sakit, bisa langsung dirawat di rumahnya sebelum dibawa ke rumah sakit,” tandas Yusran.
Ayah dari dua putra ini kemudian menceritakan awal tekadnya untuk mewujudkan cita-citanya menjadi bupati. Di awal Agustus 2019 lalu, kala itu ia mencoba memulai melakukan survei. Tujuannya untuk mengukur tingkat popularitas dirinya di tengah masyarakat. Hasilnya tidak mengecewakan. Ada 50 persen warga Pangkep yang mengenal Yusran.
“Modal sosial inilah yang menjadi cikal bakal karir politik saya untuk masuk dalam pentas pilkada. Ternyata, setelah membangun jaringan dan tim kuat yang dikenal dengan visi misi Pangkep Hebat 2020, akhirnya berbuah hasil,” terangnya.
Jauh sebelum memilih jalur pilkada untuk menjadi orang nomor satu di Pangkep, Yusran memang sudah rajin mengunjungi warga. Hanya saja ketika itu pihaknya menghindari untuk tidak terlalu cepat diekspose di media.
Kerja-kerja strategis tim paslon ini juga dikenal getol menggaet pemilih milenia. Mereka melakukan sosialisasi di masa pilkada 2020 melalui medsos. Usahan tersebut terbukti mampu mengantar MYL-SS sebagai peraih suara tertinggi berdasarkan hasil hitung cepat (quik count) hingga real count.
Terpilihnya Yusran sebagai peraih suara tertinggi di pilkada Pangkep disambut spesial mantan wali kota Makassar dua periode Ilham Arif Sirajuddin (IAS). Ia datang khusus ke Pangkep untuk memberikan ucapan selamat.
IAS menyebut, ke depan sosok MYL bukan hanya milik Pangkep, tapi telah lahir bibit politisi untuk Sulawesi Selatan. “Kita harus bentuk MYL untuk berpikir ke depan sebagai sosok dan aset muda Sulsel,” ujar IAS menyemangati MYL. (udi/b)
Muhammad Yusran Lalogau
Pangkep, 1 April 1992
Pendidikan:
– SD Angkasa 4 Jakarta hingga kelas IV
– SD sampai SMP Athirah Makassar
– SMA Negeri 21 Makassar.
– S1 Kelautan dan Perikanan Unash 2014
– S2 Manajemen Pesisir dan Teknologi Kelautan UMI 2019.
Keluarga :
– Istri : Nurlita Wulan Purnama Muhadu
– Anak :
1. Muhammad Farzan Samuas (1 tahun 10 bulan)
2. Muhammad Rasidian Pasanrang( 11 bulan)
– Orang tua :
1. Ayah kandung : H Syamsu Hamid
2. Ibu kandung : Hj Rosnaeni
3. Ayah Psikologis : Almarhum Asdar Muis
4. Ibu Psikologis : Hj Herlina Asdar Muis

