PASANGAN Adnan Purichta Ichsan dan Abd Rauf Malaganni Karaeng Kio telah ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati hasil pemilihan kepala daerah di Kabupaten Gowa. Keduanya meraup perolehan suara yang fantastis, yakni 91,22 persen atau 377.463 suara. Sementara kolom kosong (koko) hanya mengantongi 8,78 atau 36.325 suara.
Dengan persentase raihan suara yang dicapai di pilkada serentak 9 Desember 2020, pasangan dengan tagline Doboloki ini mencatat rekor baru dalam pelaksanaan pesta demokrasi di Sulsel.
Pengamat Sosiologi Politik Universitas Hasanuddin Sawedi Muhammad mengatakan, kemenangan Adnan-Kio yang mencapai 91 persen dari kotak kosong dapat dibaca dalam berbagai perspektif. Pertama, secara sosiologis kultural, Adnan-Kio mewakili representasi masyarakat Kabupaten Gowa yang hampir sempurna.
“Warga Kabupaten Gowa merasa dirinya, merasa harapan dan impiannya terwakili oleh sosok Adnan-Kio. Hal inilah sehingga kepemimpinan Adnan-Kio masih mendapat kepercayaan yang besar dari masyarakat, dan kita tidak bisa pungkiri hal ini,” katanya.
Kedua, secara historis, Adnan dianggap sebagai penerus legacy dari ayahnya, almarhum Ichsan Yasin Limpo yang juga pernah menjadi bupati Gowa dua periode. Bahkan beberapa pihak menilai sosok Adnan dianggap merupakan titisan dari ayahandanya.
“Adnan dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas. Dapat merangkul dan mengayomi masyarakat sehingga dirinya gampang mendapat tempat di hati mereka. Termasuk simpatisannya. Begitu pun dengan wakilnya yang dinilai memiliki komitmen dalam mendukung kebijakan-kebijakan yang dilakukan pasangannya (bupati Gowa),” kata Sawedi.
Ketiga, lanjutnya, selama kepemimpinan Adnan-Kio, Gowa berada dalam kondisi yang relatif stabil, khususnya pada awal pandemi virus corona atau covid-19. Kala itu Kabupaten Gowa dianggap salah satu daerah dengan klaster covid-19 yang menghebohkan.
“Adnan-Kio mampu menunjukkan leadershipnya di masa pandemi. Perannya betul-betul mampu mengurangi kekhawatiran masyarakat, utamanya mereka yang terdampak,” terang Sawedi.
Melihat beberapa kondisi obyektif inilah, maka tidak ada kekuatan politik lokal manapun yang mampu menghalangi Adnan-Kio menapaki periode kedua sebagai bupati dan wakil bupati Gowa.
Ia pun mengungkapkan, beberapa hal yang harus menjadi perhatian Adnan-Kio untuk pembangunan daerah berjuluk Butta Bersejarah ini pada lima tahun mendatang. Pertama, harus fokus pada penanganan pandemi covid-19 dan dampak ikutannya berupa pengangguran, infrastruktur kesehatan, pendidikan dan pelayanan dasar lainnya. Kedua, pembenahan tata ruang secara lebih komprehensif dan konsisten.
“Kabupaten Gowa akan menjadi penyangga utama kota metropolitan Makassar dan jadi poros utama pengembangan Mamminasata. Sehingga beberapa indikator dalam menunjang hal ini harus betul-betul diperhatikan,” kata dosen Sosiologi Unhas ini.
Sekadar diketahui, hasil survei yang telah dilakukan Jaringan Suara Indonesia (JSI) pada 2030 responden dari berbagai gender melalui metode multistage random sampling menyebutkan sebanyak 92 persen masyarakat puas dengan kepemimpinan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan sejak kepemimpinannya 2016 lalu. Sementara tingkat kepuasan kepemimpinan wakilnya Abd Rauf Malaganni mencapai 77,7 persen.
Sebanyak 88,6 persen masyarakat Kabupaten Gowa mengaku akan memilih kembali pasangan Adnan-Kio pada pelaksanaan pilkada 2020 ini.
Hal ini juga semakin didukung oleh hasil survei pada tingkat kepuasan kepemimpinan Adnan-Kio yang dirilis Februari 2020 lalu, yang angkanya mencapai 90,7 persen.
Semakin Baik Lagi
Hasil kerja keras bersama kepercayaan masyarakat untuk kembali memilih pasangan Adnan-Kio tentunya karena mereka merasa puas dengan kebijakan-kebijakan dalam pembangunan yang dilakukannya selama empat tahun kepemimpinannya.
Selain itu, hal ini juga tak lepas dari kebersamaan aparat pemerintah daerah serta Forkopimda dalam pembangunan di berbagai sektor demi mewujudkan kualitas hidup dan peningkatan layanan kepada masyarakat.
Sebagaimana yang dirasakan Salim (47), warga Kelurahan Samata Salim. Kata dia, kebijakan di era kepemimpinan Adnan-Kio merupakan hal yang dibutuhkan masyarakat. Mulai dari peningkatan layanan kesehatan dengan menjadikan puskesmas rawat inap, sekolah gratis dan program sosial yang tepat sasaran.
Dirinya menaruh harapan agar kepemimpinan Adnan-Kio di masa mendatang akan semakin lebih baik lagi. Baik dalam hal perbaikan infrastuktur (jalan), pengelolaan lingkungan bersih, terutama sampah, kesehatan, pendidikan dan program sosial.
“Kami mau program seperti PKH terus berlanjut. Terutama program pendidikan gratis hingga ke universitas, seperti program almarhum Pak Ichsan dulu,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sahrin, tokoh masyarakat di Kecamatan Bontolempangan. Ia mengatakan, program yang dicanangkan Adnan-Kio, baik pada infrastruktur jalan, pendidikan gratis, program air bersih dan program lainnya telah menyentuh masyarakat hingga di dataran tinggi.
“Khusus di dusun saya, selama Pak Bupati yang berpasangan dengan Karaeng Kio sudah maksimal saya rasakan pembangunannya. Wilayah kami baru tersentuh pembangunan selama kepemimpinan beliau. Makanya, kemarin kami mati-matian berusaha untuk mendukung beliau,” jelasnya.
(saribulan)

