pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pejabat Pemprov dan Nakes PKM Terpapar

Jalani Isolasi Mandiri karena Hotel Karantina Penuh

MAKASSAR, BKM — Penyebab ditutupnya kantor Bapelitbangda Sulsel terungkap. Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Bapelitbangda Junaedi terkonfirmasi positif covid-19. Saat ini ia sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

Junaedi mengatakan, ia mendapat kabar bahwa dirinya positif covid-19 pada Jumat lalu. Sebelumnya ia telah menjalani tes PCR.
Awalnya, Junaedi hanya mengalami batuk biasa. Namun, ia kemudian melakukan tes untuk memastikan, walaupun saat itu tidak ada gejala lain yang diderita.

Pertimbangan lainnya mengapa langsung melakukan tes, karena rutinitas kesehariannya yang memang sangat padat. Apalagi seringnya ia berinteraksi dengan orang banyak.

“Rutinitas kan memang padat, banyak berinteraksi dengan orang. Terkait pemberian pelayanan yang menjadi tugas pokok dan fungsi kami,” ungkapnya.

Di berbagai kesempatan, Junaedi sering menyampaikan agar pandemi covid-19 ini idealnya dilawan dengan produktifitas. Apalagi kinerjanya memang harus semakin dipacu. Karena ada beberapa target pembangunan Sulsel yang harus dioptimalisasi pencapaiannya.

“Akan tetapi, ternyata hasil tes PCR yang saya lakukan Jumat lalu sekitar jam 16.15 dan diketahui sekitar pukul 20.35 Wita, hasilnya positif. Tanpa Tanpa gejala begini, saya wajib untuk isolasi,” jelasnya.

Ia kini menjalani isolasi mandiri di rumahnya dengan pendampingan tim media. 
Junaedi mengaku tak khawatir akan menciptakan klaster keluarga., Pasalnya, saat ini ia sedang tinggal sendirian. “Jadi, tak ada yang dikhawatirkan untuk penyebaran klaster keluarga,” tandasnya.
Meski begitu, Junaedi berharap yang pernah kontak dengan dirinya akhir-akhir ini, agar menjalani tes usap.

“Saya tetap berpesan kepada teman-teman di kantor agar tetap produktif di mana pun. Saya juga mengimbau agar yang rentan terhadap virus ini agar tetap kerja di rumah saja, sembari tetap menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekitar,” tutupnya.

Hotel Penuh, Nakes Isolasi Mandiri

Di Kota Makassar, sebanyak 10 tenaga medis dilaporkan positif terpapar covid-19. Selanjutnya mereka menjalani isolasi mandiri.
Kepala Dinas Kesehatan Makassar Agus Djaja, menduga para tenaga medis itu terpapar di puskesmas tempatnya bekerja. Pihaknya langsung bergerak cepat dengan melakukan penutupan sementara di tempat kerja mereka masing-masing.
“Ada 10 tenaga medis yang terpapar. Mereka bekerja di enam puskesmas. Kita sudah tutup untuk penyemprotan disenfektan. Tidak usah saya sebut puskesmas itu,” kata Agus, Rabu (16/12).
Dia menjelaskan, tenaga medis tersebut menjalani isolasi mandiri menyusul tempat karintina di hotel dan rumah sakit sudah penuh. “Tempat isolasi di hotel sudah penuh, makanya kita arahkan isolasi mandiri saja dulu. Kita sudah laporkan ke pimpinan (Pj Wali Kota) sebagai bahan pertimbangan mengambil kebijakan,” tambahnya.
Dinkes Makassar berupaya agar hal tersebut tidak memengaruhi pelayanan masyarakat di puskesmas. Dengan cara mengganti petugas yang terpapar. “Hanya ditutup sementara. Kita punya petugas (tenaga medis) yang dirolling untuk bergantian,” ujar Agus.
Agus menyebutkan, terjadi penambahan angka positif covid-19 yang cukup signifikan setelah pelaksanaan pilkada 9 Desember lalu. Berdasarkan hasil swab massal yang dilaksanakan di puskesmas, warga yang ditemukan terpapar mencapai ratusan orang.
“Terakhir itu kita temukan 146 kasus dalam sehari. Biasanya hanya 30 kasus, ini naik signifikan. Swab massal ini akan kita gelar sampai 23 Desember 2020,” tandasnya. (nug-rhm)



×


Pejabat Pemprov dan Nakes PKM Terpapar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar