pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jangan Beraktivitas di DAS Jeneberang

Bilibili Masih Aman, Jalan di Poros Malino Amblas

GOWA, BKM — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan meminta seluruh masyarakat di wilayahnya untuk tidak beraktivitas di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Jeneberang.

Hal ini karena tinggi muka air (TMA) sungai Jeneberang dan sungai Je’nelata mengalami peningkatan, yang dipicu oleh curah hujan yang tinggi di bagian hulu sungai. Kondisi sangat berbahaya.

“Kepada seluruh masyarakat agar tidak ada yang melakukan aktivitas memancing atau menyeberang di hilir sungai Jeneberang. Mohon kerjasamanya demi keselamatan kita bersama,” imbau Adnan. Pada hari Minggu (20/12), disebutkan Adnan, curah hujan di hulu sungai Jeneberang mencapai 117 mm. Angka ini masuk klasifikasi sangat lebat.

Hal senada disampaikan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Adenan Rasyid. Dihubungi kemarin siang, Adenan berharap masyarakat tidak melakukan aktivitas memancing ataupun penyeberangan di hilir sungai Jeneberang.

Walau curah hujan di hulu sungai Jeneberang cukup tinggi, namun kata Adenan, saat ini aliran air yang mengalir dari hulu masih bisa ditampung oleh waduk Bilibili.

“Karena  jauh-jauh hari sejak peringatan dari BMKG, kami dari BBWSPJ sudah mengurangi volume air di waduk. Untuk saat ini (Minggu, pukul 14.00 Wita) elevasi waduk Bilibili 89,19 mdpl. Masih di bawah elevasi normal 99,5 mdpl. Jadi masih aman,” terang Adenan.

Jalan Amblas

Jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Parangloe dengan kota Malino, Tinggimocong, Kabupaten Gowa amblas diterjang air hujan yang turun secara terus menerus. Kondisi ini terjadi sejak Sabtu malam (19/12).
Ruas jalan yang berada di titik Bujjulu, Kelurahan Bontoparang menuju alur C Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe mengalami penurunan sedalam 50 centimer sepanjang kurang lebih 100 meter. Praktis, kendaraan roda dua dan empat harus menghindari melintas di poros ini.
Sejak munculnya tanah amblas, personel dari Polsek Parangloe dan Koramil setempat mengarahkan kendaraan dari arah Malino untuk melintas ke jalan alternatif di Bontosunggu tembus di Bilayya, Kecamatan Pattallassang.

“Kejadiannya pukul pada pukul 19.50 Wita Sabtu malam. Seluruh kendaraan dari arah Malino kita arahkan melintas di poros Bilayya Pattallassang. Sedang dari arah waduk Bilibili menuju Malino, kita arahkan memutar balik melalui Pattallassang tembus Bilayya ke Alur C menuju Malino. Sebab berbahaya jika kendaraan melintas di atas jalanan yang amblas,” kata Kapolsek Parangloe Iptu Kasmawati saat dihubungi, Sabtu (19/12) malam.

Saat menerima laporan jalan amblas, Kapolsek Parangloe Iptu Kasmawati langsung mendatangi lokasi.

“Iya, jalan amblas dengan kedalaman kurang lebih 50 cm sepanjang kurang lebih 100 meter. Terjadi di poros jalan beton di Bujjulu,” ujarnya.

Dia mengimbau agar masyarakat pengguna kendaraan dapat menghindari ruas jalan tersebut.

“Sebenarnya, akses jalan masih bisa dilewati, baik sepeda motor maupun mobil. Namun kami tetap imbau agar untuk sementara menghindari jalan tersebut. Apalagi tidak ada lampu penerang jalan sehingga berbahaya,” terangnya. (sar)




×


Jangan Beraktivitas di DAS Jeneberang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar