MAKASSAR, BKM — Suasana malam pergantian tahun yang penuh kemeriahan, tidak dapat dinikmati warga yang bermukim di wilayah perbatasan Kandea (Kecamatan Bontoala) dan warga Lembo (Kecamatan Tallo).
Pasalnya di malam tersebut, dua kelompok warga kembali terlibat tawuran. Mereka menggunakan petasan saat terlibat tawuran kelompok. Selain petasan, saat terjadi aksi saling serang, kedua kelompok ini juga saling lempar menggunakan batu, panah, sera bom molotov.
Meski kedua kelompok
Kedua kelompok terlibat bentrok sebelum penggantian tahun dan terhenti sementara waktu pada hari Sabtu (2/1), sekitar pukul 16.30 Wita. Aparat kepolisian tim gabungan Polsek Bontoala dan Patmor Polrestabes Makassar dipimpin Kapolsek Bontoala, Kompol Andriyani Lilikay tiba di lokasi membubarkan tawuran tersebut.
Setelah kedua kelompok lari kocar-kacir, petugas melakukan penyisiran dan mengamankan barang bukti berupa panah, petasan serta batu yang digunakan kedua kelompok.
Menurut Kapolsek Bontoala, Kompol Andriyani Lilikay, kedua kelompok warga kembali terlibat tawuran yang sudah sekian kalinya. Bahkan, kedua kubu telah berdamai dan berjanji tidak lagi terlibat tawuran.
”Upaya kami mendamaikan kedua kelompok sebelumnya sudah berdamai. Bahkan, sudah berkali-kali didamaikan. Mereka berjanji tidak lagi bentrok. Namun kenyataannya berulah lagi. Jadi kami minta kesadaran mereka untuk menghentikan perbuatannya,” kata Kapolsek, Minggu (3/1).
Kendati demikian, pihaknya terus berupaya melakukan pengamanan wilayah lokasi bentrok dengan menurunkan personel.
”Kami turunkan personel di lokasi untuk melakukan pengamanan,” katanya lagi. (ish/b)

