pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pesanan Lesu, Modal pun Habis Terpakai

Perajin Perak Terdampak Pandemi Covid-19

IMBAS pandemi covid-19 sangat dirasakan para perajin perak dan pembuat payet gaun pengantin di Makassar. Pesanan minim dan lesu. Modal pun akhirnya habis terpakai.

NAMANYA Nurlaili. Akrab disapa Ibu Nur. Usianya 48 tahun. Ia pemilik usaha kerajinan perak dan membuat payet gaun pengantin di Jalan Satando, Kelurahan Mallimongan, Kecamatan Wajo.
Di tengah kondisi perekonomian yang memburuk, ia tetap berusaha untuk bertahan. Para pekerjanya tetap melakukan aktivitas produksi berdasarkan pesanan dari konsumen, walau tak banyak jumlahnya.
Sejak akhir Februari 2020, Ibu Nur sudah merasakan merosotnya omzet penjualan. Pembeli dan pemesan sangat kurang. Apalagi adanya kebijakan meniadakan pesta pernikahan, sangat memukul usaha yang dilakoni Nurlaili.
“Kurun waktu Maret-April 2020, tak ada lagi pemesanan dari pembeli. Paling hanya sekadar tanya-tanya namun tak ada transaksi. Ini saja, ada pemesanan perak yang tidak diambil. Padahal modal kami sudah terpakai untuk membeli bahannya,” tutur Nurlaili.
Menyikapi kondisi pengrajin, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar Rossy Timur Wahyuningsih menegaskan, perlu memberikan peluang dan jalan bagi para pengrajin perak agar dapat dikenal dan hasil kerajinan tangannya bisa dipasarkan secara luas.
“Pengrajin perak di Makassar ini karyanya tidak kalah dengan daerah lain. Meski masih manual, tapi hasilnya sangat apik dan rapi. Ada dua wilayah di Makassar yang mayoritas warganya menjadi perajin perak, yakni di Satando, Kecamatan Wajo, dan di Borong, Kecamatan Manggala,” ungkap Rossy Timur Wahyuningsih.
Di Satando ini yang terbesar. Ada perajin emasnya juga yang pasarannya langsung ke pusat emas di Jalan Somba Opu Makassar. ”Nah, saya inginkan mereka ini diberikan pelatihan agar dapat menghasilkan karya yang lebih elegan lagi dengan nilai jual yang tinggi,” pungkasnya.
Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin, juga meminta semua pihak agar kembali membangkitkan gairah perekonomian Makassar. Ia berharap adanya dorongan semangat bagi para pelaku usaha agar dapat menggerakkan roda perekonomian. Terlebih di masa pandemi seperti sekarang. (jun-rhm)




×


Pesanan Lesu, Modal pun Habis Terpakai

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar