MAKASSAR, BKM — Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Wilayah Sulawesi Selatan, Rakhmat menjelaskan bahwa pada dasarnya organisasi profesi yang dipimpinnya mendukung kebijakan pemerintah terkait pemberian vaksin dengan memprioritaskan kepada tenaga medis. Namun, dengan satu syarat. Yakni, sebelum proses vaksinasi terhadap tenaga medis, vaksinnya sudah lulus tahapan uji klinis dan 100 persen aman untuk digunakan.
“Sebagai pengurus PPNI, mulai tingkat pusat sampai wilayah kami sepaham dan satu kata. Organisasi profesi kami mendukung kebijakan pemerintah terkait pemberian vaksin dengan satu syarat. Vaksin tersebut sudah dilaksanakan tahapan uji klinis dan dianggap aman,” ungkapnya ketika dihubungi Selasa (5/1).
Dia mengemukakan, pihaknya mengapresiasi keputusan pemerintah yang memprioritaskan pemberian vaksin terhadap tenaga medis, karena memang yang paling berisiko tertular covid-19. Mereka berada di garda terdepan dalam memerangi wabah yang disebabkan virus corona tersebut.
“Kami mengapresiasi pemberian vaksin kepada tenaga medis karena secara faktual di lapangan, yang paling berisiko tertular saat ini adakah tenaga medis itu sendiri. Jadi bagi kami, sikap profesi sudah sangat jelas, kita mendukung usaha pemerintah sebagai bentuk pencegahan dari covid ini dengan implementasi pemberian vaksin, sepanjang syarat keamanan dan uji klinis sudah dilalui oleh lembaga yang berkompeten di dalamnya,” tegas Rakhmat.
Sejauh ini, kata dia, sebagai pengurus wilayah, pihaknya belum mendapat informasi resmi dari DPP PPNI terkait hasil uji kelayakan dan uji klinis apakah sudah ada atau belum. Khusus bagi tenaga media yang menjadi penyintas covid -19, tidak menjadi prioritas untuk pemberian vaksin covid.
Tiba Subuh
Sebanyak 30.000 vaksin Sinovac tahap pertama tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa subuh (5/1) sekitar pukul 04.14 Wita. Diangkut menggunakan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6196 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta. Sebanyak 16 koli paket dari Bio Farma untuk Sulawesi Selatan itu dibawa ke terminal cargo Bandara Sultan Hasanuddin.
Pengiriman vaksin ini dikemas dalam dua paket, masing-masing 7 koli atau 255,5 kg dan 9 koli atau 328,5 kg. Saat vaksin tiba, dilokasi yang sama langsung dilakukan penandatanganan serah terima dari perwakilan Bio Farma Oki Suprayogi, kepada Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr H Muhammad Ichsan Mustari.
Turut hadir masing-masing Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam dan jajaran, GM PT Angkasa Pura I Makassar Wahyudi, dan Dansatpom Lanud Sultan Hasanuddin Letkol POM Nicolas Sinaga. Usai serah terima, vaksin selanjutnya dibawa menuju kantor Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar menggunakan mobil boks es.
“Perjalanan vaksin dikawal ketat oleh pihak kepolisian hingga nantinya tiba di Dinas Kesehatan Sulsel. Karena ini adalah bagian dari proyek vital negara. Ini kan bagian yang harus diamankan. Untuk itu kita amankan secara ekstra dengan memastikan selamat,” kata dr Ichsan Mustari.
Untuk tahap awal, Sulsel mendapat 66.640 vaksin. Selebihnya akan didistribusi sebelum tanggal 12 Januari.
Menurut Ichsan Mustari, vaksinasi akan dilaunching 14 Januari mendatang dan akan disuntikkan secara serentak kepada tenaga kesehatan yang telah terdaftar.
“Sasarannya untuk tahap pertama ini adalah tenaga kesehatan. Sebanyak 66.640 vaksin. Jumlah ini sama dengan sasarannya. Jadi tenaga kesehatan yang akan divaksin itu 66.640,” terangnya.
Dari jumlah itu, akan didistribusikan ke kabupaten/kota. Jumlahnya bervariasi. Kota Makassar menjadi yang terbanyak mendapat jatah, yakni 14.355 dosis vaksin.
Selayar 1.665, Bulukumba 2.079, Bantaeng 1.440, Jeneponto 2.015, Takalar 1.307, Gowa 2.155, Sinjai 1.841, dan Maros 1.545.
Selanjutnya Pangkep 3.151, Barru 1.744, Bone 2.775, Soppeng 1.914, Wajo 2.385, Sidrap 2.269, Pinrang 1.932, Enrekang 1.719, Luwu 1.961, Tana Toraja 1.524, Luwu Utara 1.566, Luwu Timur 1.991, Toraja Utara 1.527, Parepare 2.079, serta Palopo 2.188. Sementara sisanya 7.513 akan disimpan di Dinas Kesehatan Sulsel sebagai stok.
“Saya sampaikan ini tentatif jumlahnya. Belum pasti. Artinya bisa kurang bisa bertambah,” imbuhnya.
Penentuan kuota vaksin di tiap daerah dilakukan berdasarkan risiko. Pelaksanaan vaksin untuk pare nakes ditarget selesai 2-3 hari. Mereka yang divaksin adalah orang-orang sehat yang tanpa penyakit komorbid.
Sebelum didristribusi ke daerah, vaksin tersebut akan disimpan di coldroom Dinkes Sulsel. Ichsan mengaku sudah menyiapkan fasilitas pendukungnya meskipun masih terbatas.
“Kita punya cold room sementara. Kita juga persiapan untuk beli. Kebetulan masih sedikit (vaksin) jadi tertampung di situ. Pemkot Makassar akan dapat bantuan, karena paling banyak kuotanya,” ungkap Ichsan. Sementara untuk kabupaten/kota lainnya hanya menggunakan kulkas untuk menjaga kualitas vaksin.
Ketua IDI Sulsel ini menyampaikan, sebanyak 1.099 orang yang akan menjadi petugas vaksin. Mereka sebelumnya telah dilatih tata cara melakukan vaksin.
“Tahapan pertama agak lebih mudah karena oleh tenaga dan untuk tenaga (medis). Nanti kita evaluasi juga bagaimana hasilnya,” ujarnya.
Sebelum divaksin, tenaga medis harus mengikuti prosedur pemeriksaan terlebih dahulu. Usai vaksinasi, harus menunggu 30 menit untuk mengetahui reaksi yang muncul.
Hal itu dimaksudkan untuk melihat jangan sampai ada efek.
”Kalau ada efek langsung ditangani Bukan berarti bahwa vaksin ini punya efek. Kita selalu memikirkan yang terburuk, jangan sampai,” tandasnya.
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah pun menyatakan kesiapannya untuk divaksin. Hanya saja, untuk sementara nakes yang diprioritaskan berdasarkan instruksi pemerintah.
“Oh iya (siap divaksin). Pokoknya kita dahulukan nakes sesuai arahan presiden. Sekarang kita lagi persiapkan data klinis karena tidak sembarangan orang bisa divaksin. Jadi ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi,” jelasnya.
Dijaga Ketat Polisi
Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam, mengatakan petugas kepolisian menjaga secara ketat vaksin ini. ”Pengawalan akan dilakukan saat didistribusikan ke kabupaten/kota di wilayah Sulsel oleh Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Untuk memastikan kelancaran dan keamanan pendistribusian tersebut, kapolda telah menginstruksikan kepada jajarannya guna mendukung penuh program ini. Baik ketika tiba di bandara, maupun saat disimpan di Dinkes Sulsel. Termasuk saat berada di kabupaten/kota, yang pengawalan serta penjagaannya dilakukan jajaran polres setempat.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Witnu Urip Laksana, Selasa (5/1) sekitar pukul 09.25 Wita mengecek keamanan gudang tempat menyimpan vaksin covid-19 di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel. Turut mendampingi sejumlah perwira Polrestabes Makasar. Di antaranya Kasat Reskrim Kompol Agus Khaerul, Kasat Shabara Kompol Wahyu Basuki, Wakasat Intelkam, Kaurkes AKP Zukarnain, Wakapolsek Tamalanrea AKP Lando KS, Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea Iptu Muchlis, dan Kanit Intelkam Polsek Tamalanrea Iptu Matius M. Dalam kunjungannya itu, Kombes Witnu meminta untuk dipasang tenda bagi personel kepolisian yang melaksanakan pengamanan dan pengawasan di sekitar kantor Dinkes Sulsel. (rhm-jun-jul-nug)

