MAKASSAR, BKM–Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan Syaharuddin Alrif mengapresiasi dan memberi support kepada para tenaga kesahatan (Nakes ) yang berada pada barisan terdepan untuk membantu masyarakat yang terdampak covid 19 di seluruh daerah.
Menurut Syaharuddin, dirinya sangat menaruh simpati pada nakes yang berjuang untuk kemanusiaan.
“Teruslah berjuang para tenaga kesehatan Sulsel. Insya Allah Jasa-jasanya akan dikenang dan menjadi amal jariyah,”ujar Syaharuddin Alrif yang juga sekretaris DPW Partai Nasdem Sulsel ini, Kamis (7/1).
Menurutnya, yang gugur dalam perjuangan guna membantu masyarakat patut didoakan. “Insya Allah syahid di jalan Allah SWT,”jelas Syaharuddin Alrif menanggapi rencana pemerinta menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap kedua.
Hal itu lantaran Presiden Jokowi meminta seluruh Gubernur di Indonesia menerapkan PSBB yang lebih ketat di daerahnya.
Pengetatan PSBB ini imbas meroketnya kasus baru virus corona atau Covid-19 akhir-akhir ini. PSBB di pulau Jawa mulai 11 hingga 25 Januari 2021 mendatang.
Pemerintah mengambil kebijakan ini karena peningkatan jumlah kasus Covid-19 di daerah tersebut. Bagaimana dengan Sulsel yang jumlah kasusnya juga meningkat?
Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah menyebutkan akan mengikuti petunjuk Pemerintah Pusat.
Syahruddin juga menyambut baik langkah dan keputusan yang diinstruksikan Presiden Jokowi.
“Maka dari itu anjuran pemerintah pusat bapak Presiden sangat sangat baik, dan pemerintah Sulawesi Selatan, Gubernur bisa menindaklanjuti, tentu PSBB yang dianjurkan Presiden bagaiamana agar supaya sendi perekonomian tidak lumpuh. Dan harus persiapan matang,”jelasnya.
Menurutnya, dalam rangka PSBB di seluruh Indonesia. Pandemi awal tahun 2021 lonjakannya cukup drastis bahkan termasuk kalangan elemen masyarakat.
“PSBB kedua ini, bagaimana perekonomian juga berjalan. Kita di Sulawesi Selatan, khusus di kota Makassar, epicentrum pergerakan ada di ibu kota dan menjadi contoh dan daerah lain akan melakukan PSBB,” jelasnya.
Ia menyebutkan, perlu ada hal baru dalam PSBB nantinya. Tidak boleh sama mekanisme dengan PSBB sebelumnya.
Selain itu, protokol kesehatan harus dijalankan dan tetap memperhatikan ekonomi tetap berjalan. Serta tumpuan perekonomian seperti di pertanian, peternakan dan kelautan tetap berjalan di pandemi corona.
“Di kota sektor wisata perhotelan agak lesu. Tapi kita bergerak dari desa, PSBB bisa berjalan tapi pemerintah provinsi Sulsel bagaimana sektor itu tadi bisa meningkat walaupun suasana PSBB,” ungkapnya.
Sebagai wakil rakyat. Syahar mengakui bahwa awalbtahun 2021 ini memang lonjakan positif covid-19 sangat drastis maka perlu langkah kongkret.
“Setelah kami melihat sudah menyebar ke seluruh Sulawesi Selatan ke kecamatan, desa. Himbauan masyarakat agar terus hati-hati,” terangnya.
Terkait langkah persiapan yang matang. Sahar menilai sembakontidak lagi menjadi hal utama. Melainkan bentuk uang tunai.
“Kalau pikiran saya tahapan, berikutnya, maka yang harus disiapkan bagaimana masyarakat tetap bekerja di rumahnya, misalnya tata boga memanfaatkan pekarangan untuk melakukan usaha lain lain,”terangnya. (rif)
Doakan Nakes Agar Syahid di jalan Allah
Syahar: Pemprov Perlu Perhatikan Nasib Petani
×

