pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Bangkit dan Rintis Usaha dari Mesin Jahit Bantuan

Dewi Kumala Sari, Disabilitas yang Kehilangan Asa Usai Kakinya Diamputasi

BANGKIT dari keterpurukan tidaklah mudah. Rasa putus asa kerap muncul. Peran orang-orang terdekat sangat dibutuhkan sebagai pemberi motivasi. Dengan begitu, semangat pun bisa didapat untuk memulai hidup baru.

SEBUAH rumah di Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Tepatnya di BTN Pepabri Bataraugi. Rumah Jahit, itulah nama tempat usahanya. Dewi Kumala Sari nama pemilik usaha jahit tersebut. BKM bertandang ke tempat ini, Selasa (26/1).
Dua orang perempuan berhijab tengah beraktivitas. Mereka mengurusi kain dan jahitan. Keduanya adalah ibu dan anak. Samsia nama perempuan yang setengah. Dia adalah ibu dari Dewi Kumala Sari. Usianya 46 tahun.
Sepintas, tak ada yang berbeda dari seorang Dewi, sapaan akrab Dewi Kumala Sari. Perempuan usia 25 tahun ini melakoni rutinitasnya secara normal. Tapi siapa sangka, perempuan berparas manis ini seorang penyandang disabilitas. Dewi menggunakan alat bantu berupa kaki palsu.
Sambil duduk di kursi, dia berkisah tentang cobaan hidup yang dialaminya. Bermula pada 2 Juni 2012 lalu. Dalam sebuah kecelakaan, Dewi harus merelakan kaki kirinya dimputasi. Sejak saat itu semangat hidupnya hilang. Sepulang dari rumah sakit tempatnya dirawat, ia menghabiskan hari-harinya dengan berdiam diri di rumah.
Sang ibu, Samsia begitu prihatin dengan kondisi putrinya. Ia pun berusaha mencari cara agar anak perempuannya itu bisa bersemangat lagi dan kembali hidup normal seperti biasa.
Secercah harapan diperoleh Samsia. Dari tetangga, didapat informasi tentang Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya, Makassar. Lembaga milik Kementerian Sosial ini menangani dan memberikan pelayanan dan sosial bagi penyandang disabilitas fisik di wilayah timur Indonesia.

Samsia lalu menawarkan hal itu kepada Dewi. Gayung pun bersambut. Sang putri menerima ketika diajak bergabung ke dalam BRSPDF. Pada Juni 2013 Dewi masuk ke tempat tersebut. Ia kemudian diberikan bimbingan keterampilan menjahit. Hal itu sesuai keinginan Dewi.
Proses pembinaan dilakoninya selama 1,5 tahun. Desember 2014 Dewi dinyatakan sudah bisa mandiri. Diapun diperbolehkan meninggalkan BRSPSF.
Ketika berada di luar balai, Dewi tidak sertamerta membuka usaha sendiri. Ia sempat bekerja dengan seseorang yang memiliki usaha jahit menjahit. Namun tidak bertahan lama. Dewi kembali ke rumah, dan di situlah awal ide mendirikan usaha sendiri. Apalagi ibunya juga mempunyai keahlian menjahit. Rumah Jahit dipilih sebagai nama usaha.
Oleh Dewi, Rumah Jahit dirintisnya di tahun 2015. Berbekal mesin jahit bantuan yang diberikan oleh BRSPDF. Dorongan, motivasi serta bantuan dari sang ibu menambah kuat semangat Dewi untuk terus bangkit menjalankan usahanya.
Usaha memang tak pernah mengkhianati hasil. Kerja keras Dewi bersama ibunya tidaklah sia-sia. Kini, pesanan jahitan baju mereka terima setiap hari.
Berbagai jenis baju bisa diproduksi di Rumah Jahit. Mulai dari gamis dan kemeja laki-laki, gaun wanita serta yang lainnya.
”Promosinya hanya lewat pelanggan. Tidak pernah melalui media sosial. Pelanggan menyampaikan informasi ke sesama temannya kalau dia menjahit bajunya di tempat kami,” ujar Dewi. Jaminan kualitas hasil jahitan menjadi garansinya.

“Saya bersyukur pernah dibina di balai. Setelah mengalami kecelakaan saya merasa drop. Kehilangan semangat hidup. Namun ketika mengunjungi balai, saya melihat banyak teman yang senasib dengan saya. Saat itu juga saya langsung bersemangat kembali,” tuturnya penuh haru. Ia sesekali menyeka sudut matanya.
Di dalam balai, Dewi mengaku mendapatkan rehabilitasi fisik, mental, sosial serta dibekali keterampilan. ”Alhamdulillah, sampai sekarang usaha bisa seperti ini. Semua tidak terlepas dari bantuan balai. Saya bersyukur pernah masuk di sana,” tandasnya.

Tentang BRSPDF

BRSPDF Wirajaya berlokasi di Jalan AP Petta Rani. Berdiri di atas lahan seluas 4,7 hektare. Di tengah pandemi covid-19, tak banyak aktivitas yang dilaksanakan. Pengelola balai berusaha membatasi kerumunan dan berkumpul.
Saat ini pihak balai masih melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, seperti bupati dan Dinas Sosial terkait data penerima manfaat. Mereka yang nantinya akan dimasukan ke dalam balai terlebih dahulu melalui pemetaan guna menentukan siapa yang bisa diberikan pelayanan.
“Di balai rehabilitasi fisik ini kami tidak menyebut kata pasien untuk mereka yang datang. Kami menyebutnya penerima manfaat. Mereka mendapatkan layanan terapi selama enam bulan. Setelah itu mereka dikembalikan ke daerah masing-masing dan dapat melakukan aktivitas selanjutnya,” ujar Humas BRSPDF Ustas Arifuddin Abdullah.
Untuk saat ini, belum ada penerima manfaat yang masuk. Hal itu sebagai dampak masih berlangsungnya pandemi covid-19. Walau begitu, pihak balai tetap fokus untuk mengadakan penerimaan calon penerima manfaat dari daerah sesuai dengan protokol kesehatan.
Terkait data pasien yang akan dimasukan ke balai, lanjut Arifuddin, sudah ada beberapa daerah yang mendaftarkan calon penerima manfaat untuk direhabilitasi. Hanya saja pihaknya masih menunggu waktu yang tepat.
Berbeda dengan tahun 2020, penerima manfaat yang direhabilitas masih dapat diberikan pelayanan terapi fisik, terapi psikososial, dan terapi berkehidupan kelanjutan sesuai dengan kebutuhan.
Pelayanan ini dilakukan dari awal Januari sampai Agustus 2020. Setelah itu dipulangkan ke daerah masing-masing.
Hingga saat ini sudah ada beberapa penerima manfaat yang berhasil melewati tahap rehabilitas dan bisa kembali beraktivitas dengan normal. Bahkan mereka mampu mencapai prestasi, seperti membuka usaha bengkel, jasa jahit baju, bekerja di perusahaan. Termasuk yang bekerja di pemerintahan.

BRSPDF Wirajaya yang sebelumnya bernama Panti Sosial Bina Daksa (PSBD) merupakan salah satu unit pelaksana teknis (UPT) yang bertanggung jawab langsung kepada Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia. (pkl)




×


Bangkit dan Rintis Usaha dari Mesin Jahit Bantuan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar