MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar terpilih Moh Ramdhan Pomanto angkat bicara. Ia merespons pernyataan Penjabat Wali Kota Rudy Djamaluddin yang mengaku tidak mendapat ruang untuk melakukan pertemuan dengan Danny, sapaan akrab Ramdhan Pomanto.
Menurutnya, perwakilan Pemkot Makassar yang diutus membangun komunikasi dianggapnya sangat tidak mempunyai kapabilitas. Padahal, sebenarnya komunikasi sangat mudah dibangun bila pj wali kota mengundang dirinya berkunjung ke balai kota. Mereka berdua bisa langsung bertemu di kantor yang beralamat di Jalan Ahmad Yani itu.
“Timnya sudah datang, tetapi kompetensinya apa? Kalau saya tanya kenapa lelang buru-buru, dia bisa jawab atau tidak? Kalau tidak, jadi untuk apa. Begini saja, pj undang saja ke balai kota, saya datang. Atau kalau mau minta waktu, tinggal telepon saya, atau minimal chat kalau tidak bisa. Tidak usah kirim utusan,” cetus Danny, Selasa (9/2).
Selama ini, menurut Danny, dirinya selalu berusaha tidak ada kisruh yang bisa memecah belah masyarakat. Yang perlu dilakukannya adalah memantapkan penyusunan strategi atau programprogram pada saat menjabat nantinya. Termasuk upaya penanganan pandemi covid-19.
“Masih banyak hal yang lebih penting untuk diurus dibanding lelang jabatan ini. Salah satunya itu covid-19, karena sampai saat ini kita lihat angkanya terus naik,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pj Wali Kota Rudy Djamaluddin menyatakan kesediaannya untuk menemui wali kota terpilih Moh Ramdhan Pomanto. Koordinasi yang masih terus diusahakan terbangun didasari isi rekomendasi KASN yang berisi rencana pelaksanaan dan hasil seleksi terbuka untuk JPT Pratama yang harus dikoordinasikan dengan calon Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Kota Makassar, dalam hal ini wali kota Makassar hasil pemilihan tahun 2020.
Namun, menurut Rudy, hingga saat ini pihaknya belum berhasil mendapat atau diberi ruang untuk bertemu. Dirinya juga telah mengutus staf ahli pada bidang akuntabilitas pemerintahan Salim Abdul Rahman, dan Seketaris BKPSDM Basri Rakhman untuk menjembatani pertemuannya dengan Danny
Sepi Peminat
Lelang jabatan yang dilaksanakan Pemkot Makassar sepi peminat. Akibatnya, jadwal penyetoran berkas dan proses pendaftaran diperpanjang hingga 11 Februari mendatang.
Sedianya, penyetoran berkas ditutup pada Senin (8/2) lalu. Namun karena hanya segelintir yang mengembalikan formulir dan berkas sebagai persyaratan ikut lelang, maka penutupan pendaftaran ditangguhkan.
Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar Basri Rakhman menjelaskan, hingga jelang penutupan pendaftaran, baru sekitar 10 orang yang menyetor berkas.
Tentu saja, jika hanya sekitar 10 pendaftar, proses lelang tidak akan berjalan dengan baik. Pasalnya, ada delapan jabatan lowong yang dilelang sehingga ada posisi yang hanya didaftar satu orang. Malah, ada yang tidak ada peminat. “Akhirnya pansel menggelar rapat dan memutuskan pendaftaran diperpanjang hingga 11 Februari mendatang,” ungkap Basri.
Meski begitu, dia tidak mengetahui persis jabatan yang paling diminati. Jelasnya, menurut dia, hampir semua jabatan yang dibuka sudah ada peminatnya. (rhm-arf)

