JAKARTA, BKM — Bank Indonesia (BI) kembali memproyeksi aliran modal asing akan masuk ke pasar keuangan RI (capital inflow) mencapai USD19,6 miliar sepanjang tahun 2021. Proyeksi ini meningkat dari estimasi sebelumnya, yakni USD19,1 miliar.
Aliran modal asing yang masuk pun lebih besar dibanding tahun 2020 yang mencapai USD9,45 miliar. ”Akan ada aliran modal asing masuk 19,6 miliar dollar AS (USD) setelah tahun lalu aliran modal mencapai 9,45 miliar. Angka 19,6 miliar dollar AS ini adalah terbesar kedua setelah China,” kata Perry dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI secara virtual, seperti dikutip dari salah satu media, Selasa (9/2).
Perry menyebutkan, modal asing sebesar USD19,6 miliar itu berasal dari investasi portofolio. Artinya, aliran belum termasuk investasi penanaman modal asing (PMA). Dia pun meyakini, aliran modal asing dalam bentuk PMA tidak kalah derasnya, didukung Undang-Undang Cipta Kerja.
Adapun kata Perry, aliran modal asing yang masuk ini didukung kondisi pasar keuangan domestik dan internasional yang membaik. Kemudian didukung tingginya likuiditas global, tren suku bunga rendah di negara maju, dan premi risiko yang rendah.
”Ini menjadi potensi bagi kita untuk menjaga stabilitas eksternal termasuk nilai tukar dan bagaimana kita mengelola ekonomi,” ungkap Perry.
Sebagai informasi, tingginya aliran modal asing masuk mulai terlihat sejak awal tahun. Pada pekan pertama bulan Februari, bank sentral mencatat ada aliran Rp12,12 triliun. Aksi beli tersebut berasal dari beli neto di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp7,91 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp4,21 triliun. (int)
BI Proyeksikan Aliran Modal Asing Capai USD19,6 M
×

