MAKASSAR, BKM — Dua perampok penyekap seorang pembantu dihadiahi timah panas. Mereka adalah Ardiansyah (25) dan Rachmat. Mereka masing-masing dihadiahi tiga butir timah panas di kakinya. Keduanya mendapatkan tindakan tegas lantaran saat hendak ditangkap, keduanya mencoba melarikan diri.
Kedua perampok yang diminta untuk menghentikan langkahnya saat hendak ditangkap, pada Sabtu (13/2), namun pelaku mengabaikan tembakan ke udara. Upaya persuasif dilakukan petugas kepolisian tim gabungan Opsnal Polsek Ujung Pandang di back up tim Kejahatan Kekerasan (Jatanras) Polrestabes Makassar.
”Tim gabungan dengan terpaksa menghentikan langkah kaki kedua pelaku dengan tiga peluru melesat di kakinya, setelah upaya persuasif dilakukan dengan melepaskan tembakan peringatan ke udara. Namun itu diabaikan pada saat penangkapan berlangsung di lokasi berbeda,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul, Minggu (14/2).
Sebelumnya, kata Kasat Reskrim, kedua pelaku melancarkan aksinya di sebuah rumah seorang pengusaha berinisial JH di Jalan Johar, Kecamatan Ujung Pandang. ”Dari keterangan korban mengungkapkan, mereka komplotan pelaku teridentifikasi empat orang. Aksi mereka mendatangi rumah korban dengan berpura-pura disuruh pemilik rumah. Sehingga seorang pembantu seorang diri berada di rumah tersebut membukakan pintu. Begitu pintu terbuka, kedua pelaku langsung mengancam pembantu tersebut yang membuat pembantu itu jadi ciut,” kata Kasat Reskrim.
Melihat pembantu itu ketakutan, sambungnya, kemudian kedua pelaku menggiringnya untuk menunjukkan kamar majikannya itu sembari langsung menyekap pembantu. ”Ketika pembaNtu itu disekap, kedua pelaku pun menjarah barang berharga dalam kamar korban, berupa ATM, buku tabungan, sejumlah ponsel, sertifikat akte jual beli, perhiasan, dan BPKB, setelah mereka membobol brankas. Selanjutnya pengakuan pelaku jika barang jarahannya itu dijual ke penadahnya seorang perempuan berinisial JN, lalu hasilnya dibagi,” jelas Kasat Reskrim.
Menurut korban, lanjutnya lagi, dari kejadian yang dialaminya disebutkan kerugian hingga Rp500 juta. Laporan korban kemudian ditindaklanjuti tim Opsnal Polsek Ujung Pandang di backup tim Jatanras yang turun menyelidiki.
”Proses penyelidikan berbuah hasil. Tim gabungan berhasil mengidentifikasi empat orang pelaku. Dua dari mereka berhasil diketahui persembunyiannya di lokasi berbeda. Tanpa menunggu lama, tim gabungan bergerak mengepung pelaku yang bersembunyi di sebuah rumah di BTN Pao-pao Jalan Hertasning. Di lokasi itu Ardiansyah ditangkap. Kemudian Rahmat disergap di Jalan Veteran Selatan,” terang Kasat Reskrim.
Mantan Waka Polres Luwu Timur ini menambahkan, kedua pelaku yang sudah ditetapkan statusnya jadi tersangka ini merupakan perampok lintas provinsi. Itu diketahui dari lembaran catatan kepolisian Banjarmasin dan berdasarkan pula pengakuan keduanya.
”Kasus ini masih dalam pengembangan. Dua dari empat pelaku dalam kasus ini sudah dikantongi identitasnya. Dia perempuan JN yang merupakan pedanah dan IW. Keduanya dalam perburuan. Sedangkan Andiansyah dan Rahmat telah bersatus tersangka dan kini meringkuk di balik sel Mapolsek Ujung Pandang,” tandasnya. (ish/b)
Dua Perampok Jalan Johar Dihadiahi Tiga Timah Panas
×

