MAKASSAR, BKM — Merasa masih ada harapan memperjuangkan hotel dan restoran di Makassar memperoleh dana hibah, Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin rela bolak-balik Jakarta untuk mengurusnya. Setelah sebelumnya gagal memfasilitasj proses pencairan dana hibah, Rudy merasa bertanggung jawab untuk harapan mereka yang menjerit karena terdampak pandemi covid-19.
Angin segar pun disampaikan Rudy seusai menemui deputi yang ditugaskan khusus untuk menangani polemik terkait hibah pariwisata pekan lalu. “Kita sudah menghadap. Diterima deputi yang ditugaskan khusus untuk menangani polemik terkait hibah pariwisata,” terang Rudy.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar Ekraf) juga sudah menindaklanjuti surat Pemkot Makassar yang berharap dana hibah untuk hotel dan restoran di Makassar masih bisa diperoleh di tahun 2021 ini.
Menurut Rudy, Kemenpar Ekraf sudah bersurat ke Kementerian Keuangan untuk meminta kebijakan agar anggaran hibah 2020 yang terlanjur masuk ke kas daerah tetap bisa digunakan. “Dan kebetulan kami juga sudah menyurat lagi ke Kementerian Keuangan. Semoga ada titik terang,” ujarnya.
Yang tak kalah pentingnya, dan diharapkan bisa menjadi kabar baik bagi pengusaha serta pelaku hotel dan restoran di Makassar, tahun 2021 ini pemerintah pusat kembali akan mengucurkan dana hibah pariwisata yang diperuntukkan bagi yang belum mendapatkannya.
“Alhamdulillah, akan ada lagi hibah pariwisata di tahun 2021 dan memang diperuntukkan bagi yang belum dapat di tahun 2020. Jadi saya kira tidak ada masalah. Tidak mungkin dobel. Jadi kalau sudah dapat, tidak dapatmi lagi tahun ini,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga sangat berharap banyak agar hotel dan restoran di Makassar masih bisa mendapatkan dana hibah itu. Dia mengaku dana tersebut sangat penting dan berarti bagi pelaku hotel dan restoran. Saat ini, dalam situasi pandemi covis-19, tingkat hunian hotel di Makassar antara 20-25 persen. Dengan kondisi itu, artinya gaji karyawan full harus disubsidi. Belum lagi untuk menutupi biaya operasional hotel yang tidak sedikit.
“Jadi dana hibah ini sangat penting sekali, apalagi dalam kondisi yang sangat mari-mari poso, susah. Kita berharap sekali manfaat dari dana hibah itu untuk proses sustainability hotel dan restoran. Untuk itu kami betul-betul berharap dan berharap kodong itu dana hibah dicairkan,” tandas Anggiat. (rhm)
Rudy: Ada Titik Terang Dana Hibah Hotel-Restoran
×

