pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Bukan Modal yang Utama, tapi Niat dan Keinginan

Kiki Agustina, Selebgram Cantik yang Raup Omzet Ratusan Juta dari Bisnis Daring

USIA muda bukan halangan untuk mendulang pundi-pundi rupiah. Apalagi di era teknologi yang terus berkembang saat ini. Bisnis dalam jaringan (daring) menjanjikan hasil yang menggiurkan. Setidaknya itu dialami oleh Kiki Agustina.

PEREMPUAN berhijab dengan penampilan modis itu hadir di studio mini Berita Kota Makassar. Dipandu Putri Sasongko, Kiki –sapaan akrab Kiki Agustina– berkisah tentang bisnis yang dirintisnya dari awal hingga bisa besar seperti saat ini.
Kiki yang kini berusia 23 tahun memulai bisnis onlineshop miliknya bersama sahabatnya Dilla dan Tita. Berawal dari kekosongan aktivitas seusai tamat Sekolah Menengah Atas (SMA), Kiki dan temannya memutar otak untuk membangun bisnis, sekaligus membuat hari-harinya produktif.
Di umurnya yang tergolong masih muda, ia berhasil membangun bisnis di bidang dekorasi ruangan, penjualan minuman, pakaian, hingga aksesoris handphone. Dengan memanfaatkan media sosial, tak disangka usaha tersebut berkembang pesat hingga mampu mencapai omzet ratusan juta.

Menurut Kiki, beberapa dari bisnisnya ia rintis di kala pandemi melanda Indonesia, termasuk di Kota Makassar. Kondisi ini membuat semua orang harus berada di rumah dan semua hal dilakukan dari rumah. Hal tersebut membuat seorang Kiki memikirkan peluang yang ada dan memanfaatkannya guna menghasilkan sesuatu.
”Ketika itu saya tidak berpikir modal dulu. Saya memulainya dengan niat dan keinginan. Nanti setelah itu barulah finance untuk mendukung berjalannya bisnis ini. Orang Makassar bilang, ada-adaji itu,” tuturnya sambil tertawa lepas.
Diakuinya, untuk membangun sebuah bisnis, dibutuhkan keyakinan serta fokus terhadap usaha yang digeluti sendiri. Tidak perlu memikirkan bisnis orang lain dan mencoba membandingkannya. ”Kalau fokus dengan bisnis yang kita geluti, tidak ada waktu untuk memikirkan usaha orang lain,” ujarnya berbagi tips.

Dari bisnis onlineshop, Kiki kemudian membuka usaha di jalur offline. Walau begitu, ia tetap berpromosi melalui medsos. Hal tersebut begitu membawa dampak yang cukup besar dalam laju perkembangan usahanya.
Sebagai seorang yang lebih banyak berjualan melalui dunia maya, Kiki tak pernah ragu dan khawatir dengan penilaian warganet terhadap barang yang ditawarkannya. Seperti, menganggap harga barang tersebut mahal. Ia selalu percaya bahwa rezeki sudah ada yang mengatur.
”Mahal dan semurah apapun barang yang kita jual, ada Tuhan yang mengatur laku atau tidaknya. Contohnya begini, saya misalnya menawarkan barang dengan harga Rp120 ribu, sementara yang lain Rp100 ribu. Kalau dipikir, tentu yang akan dipilih harga murah. Tapi mungkin karena pada saat barang harga Rp100 ribu diposting calon pembelinya tidur, tentu tidak akan terjual. Sementara kalau saya menawarkan Rp120 ribu dan pembelinya langsung lihat, mereka tentu melihat dan bisa saja langsung membeli,” terangnya.
Sebenarnya, Kiki tak ingin disebut sebagai seorang selebgram. Alasannya, selebgram otomatis memiliki banyak pengikut (followers). Sementara dirinya berjualan dulu baru followersnya bergerak naik.
”Jadi saya merintis karir dulu baru banyak followers. Selebgram itu juga kan fulusnya banyak. Punya keseharian yang membuat followers tertarik untuk mengikuti,” jelasnya.
Walau begitu, Kiki kemudian mengakui kalau dirinya dikenal oleh sebagian orang lewat selebgram. Sehingga dia pun tak berkeberatan bila disebut selebgram.
Kiki juga mengungkap hal lain dari keberhasilannya berbisnis daring. Ternyata, hingga saat ini ia tak pernah punya pemikiran untuk berkuliah. Ada alasan khusus yang mendasarinya.
”Saya ini bukan orang yang bisa cepat menangkap materi dan teori. Tapi dengan praktik. Kemampuanku di praktik. Tidak mampuka menangkap teori. Tidak senangka juga. Karena itu, pilihan hidup masing-masing orang berbeda. Karena itu saya fokus ke bisnis saja,” terangnya.
Usaha yang awalnya Kiki mulai dengan iseng-iseng, kini berubah menjadi sesuatu yang harus digelutinya secara serius. Sebab, sudah banyak orang yang mesti diperhatikan dan dibiayainya.
”Ada banyak orang yang pegang tanganku. Mereka adalah karyawan yang bekerja di saya. Followersku juga. Kalau mereka menilai saya rajin selama ini, kenapa harus malas-malasan,” tandasnya.
Ditanya tentang pencapaian yang belum diraihnya hingga saat ini, Kiki menyebut ingin merambah usaha di bidang lain. Salah satunya di sektor jasa.
Diapun memberi pesan bahwa apapun yang dilakukan dalam hidup semua itu adalah pelajaran. Sehingga, di mana dan kapanpun, semua hal bisa menjadi pelajaran. (pkl)



×


Bukan Modal yang Utama, tapi Niat dan Keinginan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar