WAJO, BKM — Pemkab Wajo melakukan penandatanganan kerjasama program unggulan dengan Institut Agama Islam As’adiyah, di Kampus IAI As’adiyah Sengkang baru-baru ini.
Penandatanganan kerjasama tekait distribusi satu desa satu mahasiswa untuk kuliah di IAI As’adiyah Sengkang dengan biaya dana desa. Program ini sudah terlaksana sejak tahun 2020 lalu. Setelah lulus diharuskan mengabdi di masing-masing desa yang mengutusnya.
Penandatanganan dihadiri Bupati Wajo H Amran Mahmud dan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag RI Prof Dr Suyitno, M.Ag bersama Kasubdit Kasi Penjaminan Mutu Kelembagaan, Sekretaris Kopertiis Wilayah VIII, Rektor IAIN Bone dan unsur Forkopimda.
Bupati Wajo H Amran Mahmud menyampaikan di Wajo didirikan Pondok Pesantren As’adiyah sehingga Kabupaten Wajo dikenal sebagai kota santri yang telah mencetak banyak ulama.
Salah-satu yang menjadi perhatiannya adalah penyiapan sumber daya manusia generasi insani dalam menghadapi era globalisasi, era digital dan era industri 4.0.
“Kami perintahkan kepada Dinas PMD menyiapkan generasi insani setiap desa yang mau menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi IAI As’adiyah. Kami lakukan untuk menjawab tantangan ke depan memasuki era globalisasi dan era industri 4.0. Tahun lalu ada 58 anak yang mengikuti program ini,” ungkap Amran.
”Dalam kurun waktu dua tahun terakhir sudah cukup banyak pondok Tahfidz yang diresmikan. Data di Bagian Kesra, sudah ada 1.500 anak yang sementara menghafal Al-Qur’an. Kami berharap di kepemimpinan kami bisa mencetak ribuan penghafal Al-Qur’an,” harapnya.
Sementara untuk program gerakan mesjid cantik (gemantik), Amran mengatakan kalau sudah membuat Perbup menjelaskan standarisasi masjid cantik. (ono/C)
Pemkab-IAI AS’adiyah Teken Kerjasama
×

