POLMAN, BKM — Penempatan guru dan kepala sekolah di Kabupaten Polman Sulbar disorot. Sejumlah oknum guru dan kepala SD di Kabupaten Polman penempatannya terkesan menjadi sorotan terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan, khususnya terhadap SD yang berada di pegunungan.
Sejumlah Kepsek dan guru ditempatkan cukup jauh dari tempat domisili mereka dari tempat tugasnya. Bahkan ada yang jarak tempuh setiap hari harus dilalui mencapai 30 kilo meter lebih. Hal ini dinilai tidak efektif dan kurang manusiawi terhadap peningkatan mutu pendidikan sekolah dasar disekolah tersebut.
Salah seorang tokoh masyarakat di Bumi Ayu, Pujianto menilai sangat tidak efektif terhadap peningkatan mutu pendidikan di Polman. Untuk meningkaan mutu pendidikan bisa saja tercapai Kepsek tinggal di perumahan sekolah yang tersedia.
Jarak tempat tinggal kepala sekolah dari tempat tugasnya sehingga kondisi seperti ini akan berdampak kepada fungsi lain dan kepala sekolah bisa terganggu.
”Kepala sekolah berfungsi sebagai manajer pendidikan maupun sebagai administrator pendidikan di sekolahnya perlu ketepatan waktu hadir di sekolah, ”ujar Pujianto.
Kedepan Kadis Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Polman disarankan perlu menilai atau mengevaluasi dan menata ulang semua penempatan kepala sekolah dasar yang ada saat ini agar kehadiran sosok kepala sekolah bisa berfungsi efektif mendukung terwujudnya peningkatan mutu pendidikan sekolah dasar dan berhasil sesuai yang diharapkan masyarakat di Kabupaten Polman, demikian juga kedepan terhadap pengangkatan kepala sekolah jangan asal mengangkat dan menempatkan Kepala sekolah.
Kepala SDN Labasang Kecamatan Matakali Polman, Muhammad Jabir, S.Ag mengaku jangan hanya Kepala Sekolah yang ditinjau penempatannya tetapi juga guru yang ditempatkan jauh dari domisilinya perlu ditinjau ulang.
Kepala Desa Papandangan H Makmur ketika dimintai tanggapannya membenarkan kondisi tersebut dinilai kurang manusiawi jika tempat tugas mereka terlalu jauh dari tempat tinggalnya.
Selain kejadian seperti ini pada SDN 072 Daala Kecamatan Bulo yang dinahkoda Supriadi, dimana Kepala sekolahnya tempat tinggalnya berjauhan lebih 30 kilo meter dari Daala Bulo ke Desa Kenje Kecamatan Campalagian Polman.
”Saya merasa kasian dengan guru yang bertugas didaerahnya SDN 063 Batu saat ketemu dijalan mereka tampak buru-buru dijalan dengan sepeda motornya melaju cukup kencang. Mungkin karena diburu oleh waktu karena harus bisa cepat tiba ditempat tugas,” tandas Makmur.
Makmur mengaku para guru tinggal di Wonomulyo dan Matakali sehingga kedepan penempatan gru atau kepala sekolah seperti itu diusulkan perlu ditinjau ulang dengan menempatan kepala sekolah dan guru betul-betul berasal dari orang yang berdomisili cukup dekat dari lokasi sekolah. (*)

