WAJO, BKM — Bupati Wajo menghadiri puncak peringatan Hari Jadi Wajo (HJW) ke 622 di Gedung DPRD Wajo, Senin (29/3). Puncak peringatan HJW ke 622 dilaksanakan melalui rapat paripurna DPRD Kabupaten Wajo dengan tema, Melalui Hari jadi Wajo Kita Wujudkan Tatanan Kehidupan Normal Baru Menuju Wajo Maju Dan Sejahtera.
Sidang paripurna dipimpin Ketua DPRD Wajo, H Andi Alauddin Palaguna, didampingi Wakil Ketua I, Firmansyah Perksesi dan Wakil ketua II, H Andi Senurdin, dan dihadiri anggota DPRD Wajo.
Ketua DPRD Wajo menyampaikan rasa prihatin atas ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Makassar.
“Atas nama DPRD Kabupaten Wajo, saya sampaikan rasa prihatin atas musibah bom bunuh diri yang terjadi di Makassar,” ujarnya.
Menurut A. Alauddin Palaguna, rapat paripurna peringatan HJW dilaksanakan secara sederhana, ditengah pandemi Covid- 19, rapat ini dilaksanakan sesuai Prokes. Dia menyampaikan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada Plt Gub Sulsel yang diwakili Sekprov dan seluruh undangan yang hadir.
Bupati Wajo, H Amran Mahmud, mengatakan, hari ini Wajo telah berusia 622 tahun. Seiring perjalanan waktu yang panjang ini, Wajo telah melalui berbagai masa yang dinamis, dan tercatat sebagai sejarah yang diwarnai berbagai perubahan dalam berbagai aspek kehidupan.
Mulai dari kehidupan berbangsa dan bernegara,sampai kepada kehidupan sosial, ekonomi kemasyarakatan, dan kehidupan beragama
“Peringatan HJW ini secara filosofis dimaksudkan menengok masa lalu yang merupakan rangkaian perjalanan leluhur kita, agar dapat dijadikan sebagai pelajaran yang bernilai,dalam menapaki masa kini dan merancang masa
depan yang lebih baik,” ujar Amran.
Dia mengajak, menjadikan momen ini sebagai inspirasi dan motivasi untuk mengisi dan membingkai kembali setiap detik-detik perjuangan tanah Wajo, dengan karya dan prestasi.
“Kita wajib cinta dan bangga sebagai warga tanah Wajo.
Rasa cinta dan bangga itu, harus termanifestasikan melalui spirit kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas, sesuai
dengan potensi dan kapasitas kita masing-masing,
demi meraih cita-cita besar bersama mewujudkan
pemerintah amanah, menuju Wajo maju dan
sejahtera,” katanya.
Amran mengurai berbagai persoalan yang dihadapi, tahun 2019 Wajo mengalami defisit 67,6 milyar rupiahdan banjir yang melanda Wajo. Memasuki 2020, pandemi Covid-19 yang masih terasa dampaknya hingga kini.
“Kesemua tantangan dapat kita atasi bersama, dengan berbagai langkah antisipatif, strategis dan komprehensif.
Kinerja pembangunan daerahyang meningkat, dapat dilihat dari perkembangan kondisi ekonomi makro Kabupaten Wajo selama dua tahun terakhir,” jelasnya.
Dia menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Wajo mengalami peningkatan dibanding tahun 2018 yang tumbuh sebesar 1,08 persen meningkat menjadi 4,06 persendi tahun 2019 dan melambat menjadi -1,17 persen di tahun 2020.
”Pertumbuhan yang terkontraksi pada tiga lapangan usaha yang memiliki kontribusi terbesar yaitu sektor pertanian, perdagangan dan konstruksi,” jelasnya.
Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani mengapresiasi kegiatan ini dan mengucapkan selamat hari jadi Kabupaten Wajo yang ke 622.
“Atas nama pemerintah dan pribadi mengucapkan selamat HJW ke 622,” ujarnya. (ono/C)

