JAKARTA, BKM — Bank Indonesia dalam survei penjualan eceran mencatat indeks penjualan riil (IPR) pada Februari 2021 adalah sebesar 177,1. Secara tahunan, penjualan eceran mengalami penurunan sebesar -18,1 persen (year-on-year/yoy). Lebih dalam dari bulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar -16,4 persen yoy.
”Kondisi tersebut terutama disebabkan penurunan penjualan kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar -9,8 persen yoy,” tulis BI dalam laporan survei tersebut seperti yang dikutip dari salah satu media, Senin (12/4).
Secara bulanan, kinerja penjualan eceran mengalami perbaikan meski masih mengalami kontraksi sebesar -2,7 persen (month-to-month/mtm), lebih baik dari bulan sebelumnya yang tercatat -4,3 persen mtm.
Responden menyampaikan perbaikan tersebut didorong permintaan masyarakat yang meningkat saat Imlek dan libur nasional. Perbaikan pun terjadi pada sebagian besar kelompok barang, seperti bahan bakar kendaraan bermotor, perlengkapan rumah rangga lainnya, dan suku cadang dan aksesoris.
Adapun masing-masing kelompok barang tersebut mengalami kontraksi sebesar -2 persen mtm, -2 persen mtm, dan -1,1 persen mtm, lebih baik dari bulan sebelumnya yang sebesar -10,4 persen mtm, -66,9 persen mtm, dan -5 persen mtm.
BI memperkirakan, kinerja penjualan eceran pada Maret 2021 akan mengalami peningkatan menjadi sebesar 182,3, atau tumbuh positif sebesar 2,9 persen mtm.
(int)

