pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dosen UNM PKM di Moncongloe Bulu, Kades Berharap Ada Terobosan Baru

MAROS, BKM — Dua dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Moncongloe Bulu, Kabupaten Maros, Kamis (23/4). Mereka adalah Mahmudah selaku dosen Bahasa Indonesia, dan dosen Pendidikan kesejahteraan Keluarga (PKK) Slamet Widodo. Ikut serta beberapa mahasiswa dari Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Psikologi, dan Program Pascasarjana (PPs). Kehadiran mereka mendapat respons positif dari Kepala Desa Moncongloe Bulu Muhammad Tahir.

Pengabdian kali ini menerapkan peraturan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 754/P/2020 tentang Indikator Kinerja Utama Pengurus Tinggi Negeri dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020. Tujuannya  untuk mencapai tiga dari delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

IKU UNM untuk dosen, yakni IKU 3 dalam bentuk kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dan IKU 5 berupa karya rujukan/pedoman atau guidelines. Sementara IKU 2 untuk mahasiswa berupa pengabdian kepada masyarakat atau proyek sosial untuk pemberdayaan masyarakat di pedesaan dan dosen di luar kampus.

Kades Moncongloe Bulu Muhammad Tahir mengaku senang dengan program PKM ini. “Saya sangat senang dan bersyukur dengan adanya program PKM ini, karena dapat membangun dan memproduktifkan desa kami. Untuk itu saya berharap kedatangan semuanya dapat memberikan terobosan baru dan berbeda dari yang lain,” ucapnya.

Dosen Prodi Bahsa Indonesia UNM Mahmudah, mengatakan PKM ini melibatkan beberapa mahasiswa dari jenjang dan program studi yang berbeda dengan harapan agar mereka dapat mengambil peran sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka geluti. ”Saya memilih Desa Moncongloe Bulu sebagai tempat pengabdian karena sumber daya alamnya melimpah, namun pemberdayaan masyarakatnya belum optimal,” ujarnya.

Dosen PKK UNM Slamet Widodo, mengungkapkan alasan dipilihnya Desa Moncongloe Bulu sebagai tempat pengabdian. “Saya memilih Desa Moncongloe Bulu ini sebagai tempat pengabdian, karena wilayah ini memiliki potensi yang belum dikelolah, khususnya tanaman jagung dan ubi. Selain itu, masyarakat sebagian besar pekebun yang dikategorikan kurang produktif dan banyak keluarga prasejahtera,” terangnya. (rls)



×


Dosen UNM PKM di Moncongloe Bulu, Kades Berharap Ada Terobosan Baru

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar