MAKASSAR, BKM — Kesibukan sebagai kepala sekolah sekaligus ibu lima orang anak tak menyurutkan langkah Sarifah Arafah dalam menuntut ilmu. Kepala Madrasah Aliyah (MA) Galesong Selatan, Kabupaten Takalar itu menjadi satu-satunya perempuan di lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar yang mengikuti program doktor.
Mahasiswa semester empat Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris S3 Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM) itu, pada hari Rabu, 7 April 2021 lalu telah berhasil melewati satu tahap penting dalam studinya. Ia telah mengikuti ujian gagasan awal yang dilaksanakan secara virtual.
Ujian dipimpin Ketua Tim Penguji Prof Drs Muhammad Basri,MA,PhD dan tiga anggota masing-masing Prof Dr Haryanto,MPd, Prof Dr Kisman Salija,MPd, dan Prof Dr Baso Jabu,MHum, Sarifah mempresentasikan gagasan awalnya yang berjudul Cooperative Learning Based Instruction in Teaching English for Islamic Secondary Schools.
Dari pengalaman dan pengamatannya terhadap pengajaran bahasa Inggris khususnya di lingkungan madrasah, Sarifah merasa perlu memberikan nuansa baru pembelajaran kooperatif dalam bahasa Inggris dengan konten Islami dengan mengedepankan kerja sama siswa dalam kelompok.
”Pemilihan konten pembelajaran perlu dibuat sedemikian rupa, sehingga para siswa bisa lebih terpapar dengan konsep-konsep ke-Islam-an seperti kisah-kisah keteladan para nabi dan rasul serta para sahabatnya, dan lain-lain,” ujarnya.
Presentasi Sarifah diapresiasi dengan baik oleh para penguji dan diberikan nilai A. Hasil ini secara otomatis mengubah status Sarifah Arafah menjadi kandidat doktor di bawah naungan program studi dan universitas berakreditasi A tersebut. (rls)

