MAROS, BKM — Upaya mengembangkan dunia pariwisata serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang pengelolaan, dan pengembangan pariwisata serta kepariwisataan desa atau sebagai pendampingan desa wisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros melakukan penandatanganan MoU atau nota kesepahaman dengan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar.
Penandatanganan MoU antara Pemkab Maros dengan Poltekpar Makassar dalam hal sebagai pendampingan desa wisata ini menghadirkan dua kepala desa dari Maros yang memiliki potensi pengembangan desa wisata, yakni Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu dan Desa Bontolempangan, Kecamatan Bontoa yang dipilih dalam MoU tersebut, Sabtu (22/5).
Dalam penandatanganan MoU ini dihadiri Bupati Maros, Chaidir Syam bersama Direktur Politekpar Makassar, Muhammad Arifin, didampingi Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros, M Ferdiansyah, Kabid Pariwisata Disbudpar Maros, Yusriadi Arif, Kabid UMKM dan Perdagangan Kopumdag Maros, serta civitas akademika Poltekpar Makassar di Hotel Teras Kita Makassar.
Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan, pariwisata Maros menjadi salah satu fokus utama program Pemkab Maros ke depan dalam pengembangan sektor pariwisata.
”Dalam 100 hari kerja kami, pada Juni mendatang akan ada 5 objek wisata baru yang dikelola sebagai desa wisata dan menjadi prioritas pembangunan selain yang sudah ada terkenal maju, yakni Rammang-rammang, Leang-leang dan Taman Wisata Bantimurung,” ujarnya.
Dikatakan, dua desa ini telah lama dilirik Poltekpar sebagai calon desa pendampingan untuk didampingi dalam pengelolaan, peningkatan SDM, dan pengembangan pariwisata yang ada di desa tersebut sebagai desa wisata.
”Pada hari ini secara legalitas kedua desa tersebut sudah sah bisa didampingi pihak Poltekpar untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dibidang pengelolaan, dan pengembangan Pariwisata Serta kepariwisataan desa atau sebagai pendampingan desa wisata,” jelasnya.
Keduanya memiliki potensi wisata, yakni Desa Nisombalia dengan wisata bahari dan Desa Bontolempangang wisata gunung karst-nya yang tersambung dari Karst Rammang-rammang yang sudah masuk dalam kawasan geopark atau warisan budaya dunia.
Terkhusus Desa Bontolempangan yang searah dengan karst Rammang-rammang ini akan menjadi objek wisata baru yang akan dikunjungi. Karena dekat dari jalur kereta api dan stasiun kereta. Secara ekonomis akan mengalami peningkatan pendapatan masyarakatnya melalui usaha UMKM nantinya.
Sementara Direktur Politeknik Pariwisata Makassar, Muhammad Arifin, mengatakan, pihaknya telah berkomitemen membantu masyarakat dalam hal pendampingan desa wisata. Untuk 2021 ini, Poltekpar melakukan pendampingan secara langsung kepada masyarakat untuk mengelola potensi wisata mereka di dua desa, yakni Desa Nisombalia di Kecamatan Marusu dan Desa Bontolempangan di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.
Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros, M Ferdiansyah, mengatakan, dengan adanya MoU ini masyarakat di dua desa tersebut dapat menerapkan ilmu pengelolaan pariwisata dari pendamping wisata Poltekpar. Sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisata dan ekonomi keluarga dengan membuka usaha UMKM. (ari/c)

