MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar mulai mempersiapkan rencana pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah. Selain memastikan sekolah-sekolah mematuhi aturan sekolah yang telah ditetapkan, guru-guru juga sudah tuntas divaksinasi covid-19.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menegaskan, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi agar sekolah tatap muka bisa dilaksanakan adalah seluruh guru dipastikan sudah divaksin. “Alhamdulillah, seluruh guru sudah rampung 100 persen divaksin, ” ungkap Danny.
Sementara untuk para murid SD, karena masih tergolong anak-anak dan tidak masuk dalam kelompok penerima vaksin, Pemkot Makassar mewajibkan mereka untuk menjalani tes antigen sebelum masuk sekolah. Untuk kebutuhan tes tersebut, Pemkot Makassar mempersiapkan sebanyak 200 ribu alat tes antigen.
Rencananya, sekolah tatap muka akan dilaksanakan di awal tahun ajaran 2021/2022. Sehingga kemungkinan pengetesan akan dimulai sebelum bulan Juli atau sebelum tahun ajaran baru.
“Pemerintah kota akan mengambil kebijakan tentang testing seluruh anak-anak kita, memastikan anak-anak kita pada saat masuk sekolah dalam keadaan sehat,” kata Danny.
Dia mengatakan, jika dalam testing nantinya ditemukan ada anak yang suspek atau positif, maka akan dilanjutkan dengan tes PCR dan kemudian treatment, tentunya dengan suplemen dan obat. Dengan demikian, anak-anak yang suspek atau bahkan terkonfirmasi positif covid tidak akan masuk sekolah sementara sampai dinyatakan sembuh.
Di sisi lain, pihak sekolah juga akan terus mengevaluasi sistem belajar tatap muka. “Kami akan evaluasi lewat metode Genose. Genose ini memelihara saja,” kata Danny.
Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar terus mempersiapkan mekanisme dan teknis ujicoba sekolah tatap muka. Pelaksana Tugas (Plt) Kadisdik Nielma Palamba mengatakan, tinjauan lapangan ke sekolah-sekolah yang mengajukan permohonan sekolah tatap muka dilakukan pada Juni ini. Hal itu untuk mengukur sejauh mana kesiapan sekolah tatap muka dapat digelar.
Nielma mengaku pihaknya telah melakukan beberapa kali tinjauan langsung ke lapangan. Beberapa di antaranya sudah ada yang siap dengan kelengkapan sarana dan prasarananya. Selain itu indikator utama juga mengacu pada vaksinasi guru di sekolah. (rhm)

