MAKASSAR, BKM–Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Makassar, Fasruddin Rusli, mendesak Pemerintah Kota Makassar untuk mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Hal ini guna maksimalkan pengelolaan sampah yang ada di Makassar.
Ia mengatakan, kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamanggapa saat ini terus memprihatinkan. Kondisi ini dikatakannya akan semakin parah jika tak ada tindakan yang dilakukan.
Olehnya, PLTSa ini merupakan solusi untuk memperbaiki metode pengolahan sampah menjadi semakin baik di Makassar.
Ia menambahkan, dalam kunjungannya ke TPA Tamanggapa, diperkirakan ketinggian sampah sudah sampai 40 meter. Hal inilah yang dikhawatirkan akan menimbulkan bencana bagi warga sekitar.
“Kondisi ini tidak bisa terus didiamkan, pembangunan PLTSa di Makassar harus dipercepat. Karena tingginya sampah di sana (TPA), luar biasa, sewaktu-waktu bisa longsor, ini yang kita khawatirkan,” jelasnya.
Pembangunan PLTSa ini dianggap metode paling efektif untuk menangani masalah sampah di Makassar. Pasalnya, PLTSa begitu amat efektif dalam mengelola sampah seperti yang dilihatnya langsung saat Fasruddin melakukan kunjungan kerja ke Kota Surabaya beberapa waktu lalu.
“Di Surabaya, sampah yang dibuang ke TPA sampai 1.200 sampai 1.500 ton per harinya. Tapi karena adanya PLTSa, tidak terjadilah penumpukan sampah,” kata Fasruddin.
Ditambahkannya, Pemkot Surabaya juga berhasil menghemat lahan sekitar 23 hektare dari total 35 hektare. Hal tersebut dikarenakan sampah yang dibuang ke TPA dibakar melalui PLTSa.
“Jdi kalau PLTSa kita fungsikan, banyak lahan kita di TPA yang akan jadi kosong, karena kan prosesnya pembangkaran. Makanya saya meminta Pemkot Makassar tetap gunakan TPA di Antang dan secepatnya gunakan PLTSa,” tutupnya.(nug)

