pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Orok Terbungkus Daster Depan Benteng Somba Opu

GOWA, BKM — Warga Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong geger. Sesosok mayat orok berjenis kelamin perempuan terbungkus daster ditemukan disimpan dalam sebuah kantong kresek hitam, tergantung di pagar rumah adat Tongkonan Tana Toraja di taman miniatur Benteng Somba Opu.
Orok tersebut pertama kali ditemukan seorang ibu rumah tangga bernama Syamsiah Dg Caya, Senin (7/6) pukul 09.00 Wita. Aparat Polsek Barombong langsung bergerak ke lokasi, sesaat setelah menerima laporan dari amsyarakat.

Kapolsek Barombong Iptu Ahmadin yang dikonfirmasi, membenarkan penemuan orok tersebut. ”Iya, benar. Telah ditemukan orok jenis kelamin perempuan sudah tak bernyawa dalam sebuah kantong kresek hitam di pagar depan rumah adat Tongkonan. Kasus ini tengah kami tangani dan akan kita kembangkan untuk mencari siapa orangtuanya,” ujarnya.
Dijelaskan kapolsek, dari keterangan saksi Syamsiah Dg Caya, saat itu dia hendak pulang ke rumahnya yang berada tak jauh dari kompleks benteng. Saksi berjalan kaki dan melewati kompleks rumah adat Benteng Somba Opu. Saat itu ia melihat dua buah bungkusan berupa kantong kresek hitam dan tas tenteng berwarna putih tergantung di pagar depan Tongkonan. Saksi kemudian mengambil dan membawanya pulang. Ia menyimpan tas kresek tersebut di depan rumah.
”Kemudian saksi menyampaikan kepada seorang warga bernama H Dg Bantang. Lalu saksi kedua ini yang membuka isi kantong kresek, yang ternyata isinya adalah orok,” jelas kapolsek.
Menurut saksi, kata kapolsek, saat membuka kantongan itu, ia mendapati mayat orok bayi terbungkus kain daster dalam kondisi tak bernyawa. “Para saksi kemudian melaporkan hal ini ke pihak kepolisian,” terangnya.

Terpisah, Syamsiah Dg Caya setelah dimintai keterangannya oleh polisi, menjelaskan bahwa dirinya tak sengaja melihat kantong kresek itu. Karena curiga saat melintas depan rumah adat tersebut, akhirnya dia mengambil tas kresek dan langsung membawanya pulang. Selanjutnya memanggil warga bernama H Dg Bantang untuk memeriksa isinya.
“Iye, awalnya saya tidak tahu. Tapi saya curiga ada hal aneh dengan kantong kresek itu. Makanya saya panggil Dg Bantang untuk periksa dan ternyata isinya orok,” kata Syamsiah Dg Caya.
Usai melapor ke polisi, pada pukul 10.00 Wita, kapolsek Barombong bersama personelnya mendatangi dan melakukan olah TKP. Mayat orok bayi itu kemudian dibawa ke Puskesmas Kanjilo untuk dilakukan penanganan medis.
”Selanjutnya dibawa ke Polsek Barombong, lalu dievakuasi ke masjid untuk dibersihkan dan dikafani oleh Imam Masjid H Rauf Azis Dg Nompo untuk dikuburkan dekat TKP, ” kata Iptu Ahmadin yang menguburkan sendiri orok tersebut pada pukul 14.00 Wita.
Dikatakan Iptu Ahmadin, mayat orok bayi ini diperkirakan berusia lima sampai enam bulan dalam kandungan. Saat ditemukan, masih memiliki tali pusar yang tersambung dengan plasenta.
“Kami akan usut kasus ini. Perkembangan selanjutnya akan kami informasikan kemudian, karena kami masih akan melakukan penyelidikan. Kepada masyarakat yang mengetahui kejadian ini dapat memberikan informasi kepada kami,” imbau Iptu Ahmadin. (sar)




×


Orok Terbungkus Daster Depan Benteng Somba Opu

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar