pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Capres dan Cawapres Berebut Suara Jokowi Atau tetap Oposisi

Demokrat Sulsel Tolak Wacana Presiden Tiga Periode

MAKASSAR, BKM–Pemilihan presiden (pilpres) masih cukup lama, namun gaungnya semakin kencang bergulir ditengah masyarakat.
Para elit partai politik, gubernur hingga figur dari elemen lain sebagai bakal claon presiden dan wakil presiden sudah hangat dibicarakan.
Tokoh-tokoh kader parpol seperti Prabowo Subianto dari Gerindra, Airlangga Hartarto dari Golkar, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari Demokrat, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) dari PKB, Puan Maharani dan Ganjar Pranowo dari PDIP, hingga tokoh-tokoh non parpol seperti Gubernur DKI Anies Baswedan, mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hingga Erick Thohir pun muncul dan menjadi pembicaraan publik.
Para bakal claon

Semua bakal calon diatas punya basis massa dan kesiapan penunjang lainnya untuk maju dan meyakinkan publik serta elit-elit politik
Ha itu disampaikan pemerhati politik yang juga Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia (PT IPI) Suwadi Idris Amir. Suwadi mengatakan, basis Jokowi akan menjadi rebutan para capres dari kubu istana. Sedangkan basis oposisi akan menjadi rebutan capres kritis terhadap pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.
“Anies Baswedan dan AHY kemungkinan besar akan menjadi tokoh-tokoh pilihan kubu oposisi, sebab keduanya lah tokoh yang hingga hari ini konsisten berada dijalur oposisi,”jelas Suwadi.
Dia melanjutkan, jika Anies dan AHY bersatu atau berpasangan, maka mayoritas suara dari basis-basis opisisi atau beda haluan pemikiran dengan pemerintah akan bersatu mendukung Anies – AHY.
“Namun jika keduanya memilih maju masing-masing maka suara-suara pemilih dari basis oposisi akan terpecah oleh kedua tokoh tersebut. Jadi idealnya Anies – AHY sebaiknya berpaket maju di pilpres 2024,”tandasnya.

Sedangkan figur tokoh seperti Ganjar Pranowo, Airlangga Hartanto, Puan Maharani, Andi Amran Sulaiman serta Gus AMI kemungkinan besar akan memperebutkan suara-suara pendukung Jokowi di 2024 nanti.
Menurutnya, kemungkinan hanya dua pasangan yang akan muncul diantara ke lima tokoh tersebut.
Suwadi memprediksi jika Andi Amran Sulaiman punya kemampuan menggandeng PAN, PKS, dan PPP sebagai pengusungnya meskipun hanya mengincar cawapres saja.
“Artinya Andi Amran bisa meyakinkan Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, maupun Airlangga Hartanto untuk melirik dirinya sebagai pasangannya di pilpres 2024 nanti,”jelas Suwadi.
Salah satu pertimbangan Andi Amran bisa meyakinkan PAN, PKS, PPP disebabkan oleh dua hal. Pertama, Andi Amran bisa mengunci kawasan timur Indonesia untuk dijadikan basis-basis penopang suara dari Pulau Jawa dan Indonesia barat.

“Sebab Andi Amran beserta group bisnis dan jaringan politiknya telah mengontrol perpolitikan kawasan timur Indonesia. Sepanjang lima tahun terakhir, Andi Amran berkontribusi di setiap ajang pilkada di kawasan intim. Selain itu jaringan usaha Andi Amran dan mitranya Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam) menguasai kawasan Pulau Sulawesi, Kalimantan hingga Papua,”tegas Suwadi.
Alasan kedua yakni Andi Amran bisa meyakinkan PAN, PKS, PPP, karena ketiga parpol ini tidak memiliki figur internal yang layak maju di pilpres 2024.
Alasan ketiga, Andi Amran figur yang sangat siap cost politik untuk maju tanpa memerlukan bantuan dari donatur manapun. Koalisi Andi Amran dan mitranya Haji Isam sudah siap tempur menatap pilpres 2024. Sekedar informasi H. Isam adalah keponakan dari Andi Amran dimana orang tua H. Isam bersepupu dengan Andi Amran.
“Jadi calon presiden seperti Ganjar Pranowo, Prabowo, Airlangga kemungkinan besar akan menjadikan Andi Amran sebagai target utama untuk cawapres karena alasan-alasan tersebut,”ujarnya.
Selain Andi Amran, dua tokoh patut dihitung sebagai figur cawapres yang berpotensi dilirik Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Airlangga adalah Gus AMI. Bermodalkan PKB dan jaringan NU tentu Gus AMI layak dihitung para figur capres.
Begitupun dengan sosok Erick Thohir yang juga punya kedekatan dengan NU, jaringan pengusaha, serta memiliki kesiapan cost politik yang mumpuni untuk meyakinkan capres seperti Ganjar Pranowo, Prabowo, serta Airlangga.

“Sedangkan sosok Puan Maharani yang memiliki modal infrastuktur PDIP dan status sebagai pengendali jaringan koalisi pemerintah seharusnya mempersiapkan diri maju sebagai capres bukan cawapres. PDIP sebagai partai penguasa sangat tidak tepat jika hanya mengincar posisi cawapres,”beber Suwadi.
Menurutnya, dalam menentukan capres PDIP mendahulukan siapa diantara Ganjar dan Puan yang mendapatkan dukungan rakyat terbanyak untuk diusung maju sebagai capres.



×


Capres dan Cawapres Berebut Suara Jokowi Atau tetap Oposisi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar