pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sulsel Darurat Narkoba

Amankan 112 Kilo Jenis Sabu

MAKASSAR, BKM– Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel, Ghiri Prawijaya menyebut, seluruh daerah di Sulsel berstatus darurat narkoba. Namun pintu masuk gembong narkoba sebagian besar melalui Kota Parepare.

“Semua daerah rawan hanya pintu masuknya Parepare lalu ke Sidrap, Pinrang, Makassar. Kadang kadang juga masuk dari Makassar,” ungkap Ghiri saat peringatan Hari Anti Narkoba (HaNI) dan pemusnahan barang bukti narkoba, Senin (28/6) di halaman Kantor Gubernur Sulsel.
Dia mengemukakan, rata-rata, gembong yang masuk dari Parepare membawa narkoba cukup besar yakni 10 kilogram. Begitu juga yang masuk dari Kabupaten Wajo. Ghiri mengatakan, narkoba sabu yang masuk dari dua daerah itu berasal dari Sulawesi Tengah.

“Kalau yang masuk dari Makassar ini lewat expedisi sedikit- sedikit tapi sering,” sebut Ghiri.
Lebih jauh pihaknya mencatat, sabu cukup menjadi primadona di Makassar lantaran banyaknya barang bukti yang ditemukan.
sepanjang 2021 pihaknya telah mengamankan 112 kilogram narkoba jenis sabu.
Adapun kasus narkoba terbesar terjadi di Kabupaten Wajo dengan barang bukti sabu seberat 98 kilogram.
“Kalau hitung kilo itu sedikit. 1 gram saja bisa dipakai pake 4-5 orang. Jadi kita bisa menyelamatkan sekitar 520 ribu orang,” ujar Ghiri kepada awak media.
Bulan ini saja, kata Ghiri, pihaknya berhasil memutus 9 jaringan narkoba. Mereka membawa narkoba dari Kalimantan dan Sumatera lewat jasa eskpedisi. Penangkapan dilakukan atas kerjasama BNN dengan Polda dan Bea Cukai.

“Dia beli lewat ekspedisi, beli dari Sumatera, Riau masuk ke sini. Ada lewat laut. Kita diberitahu oleh ekspedisi jadi jangan coba-coba lewat ekspedisi pasti ketahuan,” ucapnya.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui 9 jaringan yang ditangkap merupakan jaringan internasional yang berasal dari Cina. Mereka masuk lewat Malaysia, kemudian Kalimantan baru ke Sulsel.
Ia tak menampik, bisnis narkoba ibarat pepatah, patah tumbuh hilang berganti. Terlebih, beberapa pabrik gelap pembuatan Narkoba (clandestine Lab) juga ditemukan. Tak tanggung-tanggung, kapasitas produksi pabrik narkoba itu mencapai 10-30 kilogram perharinya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto yang hadir pada kegiatan itu menegaskan, akan menjadi lebih peduli dan waspada terhadap bahaya narkoba.
“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi sebuah motivasi bagi kita semua untuk lebih peduli dan lebih waspada terhadap penyalahgunaan narkotika yang dapat mengancam kondisi masa depan suatu kota,” ujarnya.
Acara HANI ini juga memberikan penghargaan kepada penggiat antinarkoba narkoba dalam terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).
Selain itu, Danny menandatangani komitmen kesepakatan untuk mewujudkan Sulsel secara khusus Kota Makassar bebas narkoba (Bersinar).
Diakhir peringatan, Danny dan hadirin menyaksikan pemusnahan barang bukti narkoba di depan para pengedarnya.
Pemusnahan barang bukti dilaksanakan di halaman depan Kantor Gubernur Sulsel dan disaksikan sejumlah pejabat. Diantaranya, Kepala BNNP Sulsel Ghiri Prawijaya, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wali Kota Makassar Danny Pomanto, dan jajaran Forkopimda. (rhm)




×


Sulsel Darurat Narkoba

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar