MAKASSAR, BKM–Harapan pemerintah pusat, provinsi dan kota Makassar untuk menjadikan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia dapat membantu perekonomian hanya isapan jempol semata.
Pelabuhan yang berlokasi di Jalan Salodong, Kecamatan Biringkanaya, kota Makassar ini masih sepi dari aktivitas perahu nelayan. Padahal, anggaran untuk membangun PPI Untia sangat besar.
Dari pantauan BKM, Rabu (30/6), aktivitas nelayan kebanyakan dilaksanakan di belakang pelabuhan saja, dikarenakan adanya larangan aktivitas pasang jaring ikan di depan pelabuhan oleh pihak pelabuhan.
“Sudah tidak bisa lagi pasang jaring di bagian depan pelabuhan.Sementara aktivitas kapal sangat sepi. Makanya demi mencari ikan, kami semua para nelayan melakukan pasang jaring di bagian belakang pelabuhan,” jelas Daeng Asril.
Rata rata nelayan sekitar pelabuhan, ujar Daeng Asril, hanya ditangkap untuk dikonsumsi sendiri tidak untuk dijual.
Menyikapi kondisi itu, Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Andi Racmatika Dewi menilai jika hal itu belum bisa disikapi secara tegas karena masih banyak hal yang dianggap belum tuntas.Bahkan ia berharap agar sejumlah fasilitas di Pelabuhan Untia perlu dilengkapi. “Lengkapi dulu fasilitasnya, supaya bisa maksimal dan ramai,”ujarnya.
Tak hanya itu, Cicu panggilan akrab Andi Racmatika Dewi juga meminta agar pihak Pemprov Sulsel segera menyelesaikan sejumlah bengkalai yang ada. “Kami berharap selesaikan persoalan pembangunan seperti di Pelabuhan Untia,”pinta legislator Partai Nasdem Sulsel ini.(*)

