JANGAN pernah takut untuk mencoba. Bisa saja dari situlah awal kesuksesan bisa diraih. Ada banyak orang yang sudah membuktikannya. Salah satunya Muh Zoel Ikram Noer Asshafie.
PRIA yang akrab disapa Ikram Noer ini tampil dalam podcast Diary Putri untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Senin (12/7). Dengan wajah yang tampan, bisa disimpulkan kalau Ikram bergelut di dunia entertaint. Tapi siapa sangka kalau dulunya ia tidak seperti saat ini. Malah sangat kurus dan juga hitam.
Ikram mengawali kisahnya dengan menyebut bahwa ia sebenarnya memiliki basic seorang mahasiswa kelautan. Jatuhnya jadi peneliti atau penyelam.
Masuk ke dunia hiburan, diakui Ikram, terjadi tanpa disengaja. Bermula di awal tahun 2016 silam. Di bulan Januari ketika itu dia mencoba peruntungan dengan mengikuti casting untuk sebuah film berjudul Uang Panai.
”Saya ditawari oleh seorang teman yang sampai saat ini menjadi mentor saya. Teman mendorong saya untuk ikut casting. Awalnya saya menolak, karena saya kan bukan orang teater. Tidak punya dasar untuk itu. Juga tidak pernah tampil di depan banyak orang. Termasuk di depan kamera. Saya pikir janganmi deh, malu-maluka,” tutur Ikram.
Namun, sang teman tak pernah kendor mendorong Ikram untuk ikut casting tersebut. Ia pun terus dipancing dan dibujuk, hingga akhirnya luluh juga.
”Saya kemudian menerima dan mencoba-coba untuk ikut. Kebetulan waktu itu sudah semester akhir di bangku kuliah. Kuliah sudah tidak ada. Tinggal susun skripsi. Jadi saya ikut casting dengan berbekal pengetahuan dan ilmu dari Youtube. Belajar basic tentang acting, olah napas dan sebagainya,” tuturnya.
Dari coba-coba itu, Ikram akhirnya lolos untuk ke tahap selanjutnya. Dari tiga hari casting, ia menyisihkan banyak peserta lainnya. Orang-orang menilai sosoknya dekat dengan kandidat tokoh utama bernama Anca dalam film Uang Panai. Tinggal dipoles.
Lolos tahap pertama, Ikram kemudian mengikuti workshop bersama peserta lain yang tersisa. Namun, mereka tidak langsung mendapatkan peran. Masing perlu mengikuti serangkaian kegiatan yang berlangsung hampir seminggu lamanya. Di situlah ia bertemu dengan orang-orang, yang disebut Ikram hebat di bidang ini. Mereka adalah orang-orang teater.
Di hari terakhir workshop, masing-masing peserta mendapatkan perannya. Yang paling banyak bersaing adalah untuk mendapatkan peran Anca. Ikram melihat, dari segi fisik ada beberapa peserta yang jauh lebih keren dan ganteng dibanding dari dirinya.
”Waktu itu saya sangat kurus. Apalagi anak kelautan, hitam. Jadi saya tidak ngotot bisa mendapatkan peran utama. Saya juga tidak terlalu memaksakan. Kalau terpilih Alhamdulillah. Kalau tidak, ya sudah saya kembali ke kampus. Karena saingannya berat-berat. Mereka bersih dan bening,” ujarnya sambil tertawa.
Tak pernah menyangka sebelumnya, Ikram pun akhirnya terpilih untuk memerankan tokoh Anca. Namun ada catatan yang menyertainya. Ia harus menambah berat badannya kurang lebih 4 kilogram. ”Kalau di kamera yang ada waktu itu, saya keppo,” akunya.
Selama dua minggu Ikram melakukan berbagai cara untuk menaikkan timbangannya. Ia mendapat support dari tim. Hingga akhirnya berat badan ideal itu behasil didapat dan proses produksi pun dimulai.
Selama proses produksi, menurut Ikram, waktu yang dibutuhkan agak lama. Karena mereka yang terlibat dalamnya adalah orang-orang pemikir dan ingin semuanya bagus. Bahkan proses shooting biasa tersendat karena butuh pembahasan yang lebih mendalam lagi.
Usaha memang tak pernah mengkhianati hasil. Dari rangkaian proses produksi seperti itu, film Uang Panai akhirnya meledak. Ikram pun bersyukur dengan pencapaian itu, walau sebenarnya ia tidak begitu percaya pada hasil yang diraihnya.
Selain Uang Panai, Ikram juga bermain di film Maipa Datumuseng, serta Ma Stupid Boy Friend yang merupakan produksi Jakarta. Ada pula dua film terakhir yang hingga saat ini belum tayang, meski proses editing telah selesai. Hal itu dikarenakan kondisi pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini.
Sukses bermain film, Ikram juga melakoni aktivitas lain sebagai model hingga pembuat konten (content creator). Dunia model digelutinya semenjak film Uang Panai meledak. Ia kerap mendapat tawaran untuk pemotretan.
”Bukannya menggampangkan modeling. Sebenarnya susah. Tapi saya merasa tidak terlalu mengeluarkan potensi saya di situ. Proses berpikir dan ide berpikir cenderung kurang. Karena itu di tahun 2019 sebelum menikah, saya buat konten untuk media sosial. Waktu itu masih sendiri. Sementara konten lain sudah berpasangan. Seperti Tumming-Abu dan Bassi Toayya,” jelasnya.
Karena konten belum berbayar dan belum dapat apa-apa untuk mengajak orang lain, jadilah Ikram membuat konten diri sendiri. Namun dari waktu ke waktu kurang menarik lagi. Hingga akhirnya dia menikah.
”Setelah istri saya melahirkan, tercetus ide untuk membuat konten bersama berdua bersama istri. Dan itulah yang ada sampai saat ini. Penonton kan lebih tertarik pada hal yang nyata di kehidupan sehari-hari. Saya coba membuat konten tentang kehidupan rumah tangga. Biasanya ada pengalaman pribadi. Ada juga pengalaman dari teman,” tandasnya. (*/rus)

