MAKASSAR, BKM — KM Umsini, kapal laut milik PT Pelni telah berlabuh di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Rabu (14/7) siang. Kapal tersebut selanjutnya akan dipersiapkan sebagai tempat isolasi mandiri (isoman) bagi pasien covid-19 yang bergejala ringan maupun tidak bergejala. Sementara yang bergejala sedang dan berat, akan mendapat perawatan di rumah-rumah sakit.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengajukan permohonan ke Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk mempergunakan kapal yang dikelola PT Pelni sebagai tempat isolasi. Alasan Danny memilih kapal laut sebagai tempat isolasi, karena kapasitasnya lebih besar dibanding hotel. Bisa langsung menampung 1.000 lebih pasien, sehingga koordinasinya bisa lebih baik dan lancar.
Ditemani sejumlah pejabat terkait, mulai dari direktur PT Pelni, otoritas jasa pelabuhan, TNI/Polri, KKP, Danny melakukan peninjauan langsung ke kapal penumpang tersebut, kemarin. Dia menyusuri seluruh dek dan memantau seluruh fasilitas yang ada di atas kapal. Selanjutnya, menyusun rencana aksi dan model penanganan orang yang melakukan isolasi mandiri di kapal tersebut.

Danny mengatakan, isolasi merupakan bagian yang paling penting untuk mengendalikan covid-19. Dalam analisis epidemiologi, Senin lalu, saat ini sekitar 2.000 orang melakukan isolasi mandiri di rumah. Ini dinilai sangat rentan, karena tidak menjamin keluarga atau yang tinggal serumah orang dengan covid tidak terpapar.
“Dari persoalan itulah, kemudian kami memikirkan satu tempat isolasi terpadu yang mudah sekaligus bersama-sama. Nah, terpikirkan kapal Pelni. Kami pun mengusulkan ke Menhub. Satu hari saja kami kirim surat dan beliau merespons, kemudian melanjutkan dengan rapat koordinasi hingga hari ini semua unsur ada pak direktur Pelni, otoritas pelabuhan KKP, TNI-Polri kita sama-sama melihat kapal yang akan digunakan,” terang Danny.
Dia mengkalkulasi penanganan pasien covid isoman dengan kapal jauh lebih efektif dibanding menggunakan hotel. “Kalau kita coba lihat, anggaplah ada sekitar 1.000 (orang isoman) yang bisa kita handling. Nah, 1.000 itu kalau di hotel memerlukan 10 hotel. Koordinasi dengan 10 hotel saya kira tidak mudah,” ungkapnya.
Dannya mengaku sudah berunding dengan direktur PT Pelni terkait persiapan yang dilakukan. “Kita finalisasi (persiapan), hampir kira-kira 60 persen. Tinggal persiapan fisik kemudian ventilasi udara seperti apa, soal makanannya, dan teknis lainnya. Kami akan kembali berkumpul membahas dengan berbagai stakeholder terkait, termasuk para ahli, dokter, maupun tenaga kesehatan, ” jelas Danny.
Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni Pusat, Sodikin terbang langsung dari Jakarta ke Makassar untuk memantau kesiapan KM Umsini digunakan sebagai tempat isolasi mandiri. Dia merinci, kapal ini berkapasitas 2.000 penumpang. Namun karena saat ini sedang pandemi covid-19 yang mengisyarakatkan protokol kesehatan dan social distancing, maka diatur maksimal penumpang sebesar 70 persen, atau sebanyak 1.400 penumpang.
Sodikin melanjutkan, fasilitas yang ada di atas kapal Umsini di antaranya tempat tidur, MCK sesuai standar WHO, tempat makan, serta dapur. Sistem ventilasi dirancang untuk kebutuhan daerah tropis, yakni menggunakan AC. “AC-nya di sini sistem highpress. Jadi AC itu udah luar didinginkan, disemprot ke dalam,” tambahnya.
Kapal Umsini memiliki sembilan dek. Ruangan untuk penumpang berbentuk barak. Tak ada pembagian kelas. Semuanya ekonomi. Selama ini KM Umsini dioperasikan oleh 140-an awak kapal, termasuk kapten dan lainnya.
Terkait pengoperasian KM Umsini nantinya sebagai tempat isoman, Sodikin mengatakan itu akan disesuaikan dengan kebijakan Pemerintah Kota Makassar. Termasuk nantinya apakah akan menggunakan sebagian kecil atau seluruh awak kapal.

“Jadi kami mengikuti kebijakan di sini seperti apa. Kami disuruh menyiapkan kapal ini. Makanya, tadi disuruh Pak Wali mengatakan konsultasi dengan pakar,” tambahnya.
Soal biaya sewanya, lanjut dia, masih akan dibicarakan lebih lanjut dengan melibatkan Kementerian Perhubungan, PT Pelni, dan Pemerintah Kota Makassar.
Berdasarkan penelusuran data di wikipedia, KM Umsini adalah salah satu kapal penumpang yang dimiliki oleh PT Pelni. Kapal ini merupakan salah satu dari kapal milik Pelni yang diproduksi oleh pabrik kapal asal Papenburg, Jerman, yang bernama Jos L Meyer. Dibuat tahun 1985 dengan total kapasitas penumpang sebanyak 1.737 orang.
Nama kapal Umsini ini diambil dari sebuah gunung yang bernama Gunung Umsini. Letaknya di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. KM Umsini dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti tempat tidur, pendingin ruangan, makanan, restoran, salon dan musallah. Nantinya, kapal ini akan berlabuh di sekitar Pulau Lae-lae. Pasien covid yang akan diisoman akan diantar menggunakan perahu karet ke kapal tersebut dari kawasan CoI. (rhm)

