pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tersinggung, Bunuh Remaja dan Lukai Enam Warga

SINJAI, BKM — Sabtu malam (27/7) pukul 19.00 Wita. Baru saja usai salat Magrib. Tetiba terdengar suara histeris di Lingkungan Bontoasa, Kelurahan Mannanti, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sinjai.

Belakangan diketahui ada seorang remaja dengan kondisi tubuh bersimbah darah. Dia menjadi korban pengeroyokan hingga tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Warga lalu beramai-ramai mengevakusi remaja bernama Rahmat itu. Selanjutnya menghubungi pemerintah setempat. Lurah lalu menghubungi aparat Polsek Tellu Limpoe.
Petugas polsek dibackup personel Satuan Reskrim Polres Sinjai yang tiba di lokasi, langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, aparat berhasil mengidentifikasi serta mengendus dua dari tiga pelaku. Mereka juga sebelumnya diketahui telah melukai enam orang warga lainnya.

Tidak sampai 1×24 jam usai peristiwa berdarah ini terjadi, polisi berhasil meringkus dua dari tiga terduga pelaku eksekutor yang menganiaya korban. Mereka adalah ES (17) dan AW (20). Sementara satu lainnya, yaitu KD (20) masih dalam perburuan.

Kapolres Sinjai AKBP Iwan Irmawan yang dikonfirmasi, mengatakan dua orang terduga pelaku yang diamankan tersebut diketahui dari hasil penyelidikan. Mereka disebutkan telah menganiaya korban hingga meninggal dunia.
“Sejak menerima laporan adanya korban penganiayaan dan korbannya meninggal dunia, anggota langsung bergerak ke tempat kejadian, tepatnya di Lingkungan Bontoasa, Kelurarahan Mannanti, Kecamatan Tellu Limpoe. Setibanya di lokasi, personel membagi diri. Ada yang mengamankan lokasi dan mengambil keterangan saksi-saksi serta mengejar pelaku,” jelas AKBP Iwan Irmawan, Minggu (25/7).
Dari penangkapan dua orang, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan menganiaya korban, yakni sebilah parang dan dan badik.
“Setelah pelaku dan barang buktinya diamankan saat penangkapan berlangsung, selanjutnya dibawa ke mapolres untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Jadi mereka masih dalam pemeriksaan. Sementara satu rekannya yang sudah dikantongi identitasnya masih dalam pengejaran,” terang kapolres.
Orang nomor satu di Polres Sinjai ini menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan motif dari kasus pembunuhan ini. Sebab personelnya masih melakukan pengembangan guna mencari tahu keterlibatan pihak lainnya.
“Kami belum bisa menyimpulkan hasil pemeriksaan pelaku, sebab kasus ini masih dalam pengembangan dan dilakukan beberapa tahapan. Biarkan penyidik dan tim di lapangan bekerja dulu. Insyaallah kami akan mengungkap kasus ini dan memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku,” tandasnya.
Menyusul peristiwa ini, petugas kepolisian melakukan pengamanan terhadap kedua belah pihak dan meminta mereka untuk tidak terprovokasi. “Personel kami masih berjaga-jaga di wilayah hukum Polsek Tellu Limpoe. Di samping itu memberikan pemahaman kepada keluarga korban dan pelaku agar tidak terprovokasi. Kami juga meminta ke warga agar mempercayakan kepada kami penanganan kasus ini, sebab sudah dalam penanganan Polres Sinjai,” jelas Kapolres Iwan.
Iwan lalu menjelaskan kronologis kejadian berdasarkan laporan yang diterimanya. Berawal ketika korban berinisial AA (20) tengah duduk-duduk bersama rekannya sambil memainkan gawainya di depan kios Putra Tunggal, tepat di sudut selatan lapangan Mannanti. Tidak lama berselang, tetiba datang empat pemotor dan satu unit mobil dan langsung berhenti. Salah seorang dari pemotor tersebut sontak menarik kerah baju korban lalu memukulnya dengan cara menggunakan kepalan tangan (meninju).
Tak sampai di situ, korban AA yang tak berdaya, kemudian dipukul dan diinjak-injak. Bahkan ada di antara pelaku yang membawa senjata tajam berupa sebilah parang yang digenggamnya, langsung mengarahkannya ke tubuh korban. Rekan korban yang melihat ada pelaku bersenjata tajam, langsung berhamburan dan melarikan diri.
Pelaku yang diperkirakan berjumlah 15 orang, kemudian meninggalkan lokasi usai melakukan penganiayaan. Mereka bergerak ke jalan poros Lingkungan Bonto Asa. Di lokasi ini lagi-lagi para pelaku bertindak brutal, ketika mendapati korban lain berinisial RT (18), yang sementara duduk seorang diri di depan warung bakso.
“Salah satu komplotan pelaku melihat korban RT yang sementara duduk seorang diri. Dia langsung menyerang RT dengan menggunakan senjata tajam. RT pun meregang nyawa ditempat kejadian perkara setelah mendapat luka sayatan dan tusukan senjata tajam,” terang Kapolres.
Dari hasil lidik personel di tempat kejadian perkara, kata kapolres, kasus ini dipicu dengan adanya ketersinggungan antara korban dan pelaku. “Jadi pelaku ini tersinggung. Saat mengendarai motor, ia dicegat oleh korban. Karena tersinggung, pelaku melibatkan rekannya melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” jelas Kapolres lagi.
Selain itu tambah Kapolres, komplotan pelaku juga melukai tujuh orang warga lainnya. Mereka harus perawatan media di RSUD Sinjai. Dua di antaranya mengalami luka yang cukup parah, yakni SN (20), dan MSA (14). Sementara lima lainnya mengalami luka memar. Masing-masing AA (20), AC (22), RN (20), AR (20), dan SY (20).
Seorang warga setempat menuturkan tentang keseharian Rahmat yang jadi korban pengeroyokan. Menurutnya, remaja ini orangnya baik dan pendiam.
“Rahmat itu baru tamat SMA. Orangnya pendiam dan baik. Tidak pernah saya lihat itu anak buat masalah,” ujarnya. (din/b)




×


Tersinggung, Bunuh Remaja dan Lukai Enam Warga

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link