MAKASSAR, BKM–Sejak beroperasi Senin (2/8), kapal Umsini digunakan sebagai tempat isolasi apung bagi warga terpapar covid bergejala ringan maupun orang tanpa gejala (OTG). Jumlah pasien yang melakukan isoman di kapal tersebut rata-rata berada di kisaran 100 orang setiap hari.
Laporan sementara per Sabtu (7/8), jumlah pasien di kapal milik PT Pelni tersebut sebanyak 99 orang. Sebanyak 10 pasien dinyatakan sudah negatif sehingga bisa pulang. Sementara dua orang dirujuk ke rumah sakit karena bergejala. Sehingga total pasien yang Isoman hingga saat ini sebanyak 87 orang.
Juru bicara Makassar Recover, Natsar Desi mengatakan, para pasien yang dirawat di Kapal Umsini berasal dari berbagai kecamatan di Kota Makassar yang sebelumnya telah melalui tes PCR.”Mereka ini dirujuk dari berbagai puskesmas di Kota Makassar,” tambah Natsir Desi.
Menurutnya, tim yang bertugas di Isolasi Apung Terpadu terus meningkatkan pelayanan demi memberi kenyamanan bagi pasien isolasi.
Salah seorang pasien Isolasi Apung, Ian (40) mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah kota Makassar saat menjalani Isolasi.
“Pelayanan begitu baik dan bagus dengan makanan yang begitu banyak dan setiap hari diganti ganti ditambah lagi diberi Jus dan Vitamin, terima kasih banyak pak Wali,” kata Ian melalui rekaman video yang beredar.
Tak hanya dimanjakan dengan asupan makanan, pada pagi hari untuk meningkatkan Imunitas para peserta isolasi Apung melakukan olahraga senam di atas kapal yang dipandu oleh Tim Makassar Recover dengan menggunakan kapal terpisah.
Sebelumnya, Isolasi Apung Terpadu yang telah dioperasikan Pemerintah Kota Makassar melalui tim Makassar Recover tersebut dikeluhkan pasien yang menjalani isolasi. Salah satunya adalah kebersihan kapal karena adanya rembesan air dan juga serangga.
Menanggapi keluhan yang tersebar di media sosial tersebut, salah seorang Juru Bicara Makassar Recover lainnya, Henni Handayani mengatakan, sejak awal telah disiagakan petugas deck di atas kapal selama 24 jam.
“Tim Isolasi Apung terpadu terbagi atas beberapa divisi yang selalu siap merespon dan menjawab kebutuhan pasien di KM Umsini. Termasuk petugas deck kapal yang siap 24 jam melayani keluhan pasien,” kata Henni.
Dia menjelaskan, keluhan pasien yang menemukan kecoa misalnya, langsung ditangani oleh petugas deck secara cepat. Mereka telah melakukan penyemprotan di atas kapal.
“Kami berharap dan selalu berupaya sekuat tenaga agar semua berjalan baik. Pasien menjalani masa isolasi dengan pikiran tenang,” tambah Henni.
Menurutnya, tim Makassar Recover khususnya yang bertugas di Isolasi Apung berupaya menjalin komunikasi yang lebih terbuka.
“Semisal jika ada keluhan sebaiknya langsung dilaporkan ke petugas deck kapal bukan ke media sosial. Agar masalahnya betul betul tertangani secara baik dan cepat,” tandasnya.
Sebelumnya Wali Kota Makassar Ramadhan ‘Danny’ Pomanto juga telah mengungkapkan kekesalannya kesal lantaran ditemukan ada kecoak dan kamar mandi hingga airnya bermasalah.
“Menyangkut basis kehidupan orang, air, toilet, kemudian ada kecoak. Ini kan sebenarnya bukan urusan kita, karena tidak masuk dalam Perjanjian dengan Pelni. Makanya saya telepon langsung tadi Kepala Cabang Pelni langsung,” kata Danny.
Danny kemudian memerintahkan SKPD Pemkot Makassar ikut turun langsung agar masalah tersebut segera diselesaikan.
sEMENTARA ITU, Sebagai upaya dalam mengendalikan penyebaran covid-19, Universitas Hasanuddin menghadirkan fasilitas karantina bagi warga Unhas yang terpapar Covid-19. Asrama mahasiswa (Ramsis) menjadi lokasi yang dimanfaatkan sebagai area representatif untuk melakukan isolasi mandiri berpengawasan.
Melalui wawancara pada Minggu (8/8), Ketua Satgas Covid-19 Unhas, Prof Budu, menyampaikan fasilitas karantina tersebut hadir mengingat kasus penyebaran yang kembali meningkat, tidak sedikit warga Unhas yang juga ikut terpapar virus dan membutuhkan tempat isolasi mandiri.
Ramsis Unhas dipilih sebagai area karantina karena lokasinya yang strategis, berdekatan dengan dua rumah sakit dan posko Satgas Covid-19 Unhas. Tidak hanya itu, Ramsis memiliki kamar yang memadai untuk melakukan isolasi mandiri, didukung dengan interior lengkap serta jauh dari keramaian.
“Untuk tahap awal, kami mempersiapkan 40 kamar dengan fasilitas lengkap yang sudah direnovasi untuk rencananya digunakan oleh mahasiswa internasional. Namun, kami manfaatkan dulu sebagai ruang isolasi mandiri. Selain itu, juga masih ada satu blok lagi yang dipersiapkan untuk antisipasi jika banyak permintaan warga Unhas,” jelas Prof. Budu.
Bagi warga Unhas yang ingin melakukan isolasi mandiri di area yang telah disediakan oleh Satgas Unhas, Prof Budu menjelaskan prosedurnya yakni hasil swab PCR menyatakan positif dan kemudian melaporkannya melalui link pendaftaran online Satgas Covid-19 Unhas atau melaporkannya langsung di posko Ramsis Unhas.
Area karantina Unhas akan memberikan layanan seperti swab secara berkala, pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat dan vitamin sesuai indikasi, konsumsi, laundry, antar jemput pasien termasuk rujukan ke rumah sakit, pengelolaan sampah medik dan sampah lainnya, pengantaran kiriman keluarga, instruktur senam serta beberapa layanan lainnya yang mendukung proses isolasi mandiri.
“Konsep yang diterapkan adalah karantina kawasan yakni peserta isolasi bisa bersosialisasi ke area yang sudah ditentukan. Prinsip pengelolaan berdasarkan kerelawanan, dimana pendanaan berasal dari berbagai sumber donasi yang terkumpul melalui satgas Covid-19 Unhas,” tambah Prof Budu.
Dirinya berharap, berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Satgas Covid-19 Unhas memberikan dampak signifikan terhadap berbagai program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus. Selain itu, warga Unhas dapat terlayani dengan baik, agar kondisi kesehatan dapat ditangani secara baik pula.
“Harapan lain agar program-program Satgas ini dapat didukung oleh setiap elemen di Unhas, baik itu Dosen, staf kependidikan, jajaran pimpinan universitas, mahasiswa pemerintah kota dan Provinsi. Juga semoga kehadiran Satgas Covid- 19 Unhas memberikan manfaat khususnya untuk warga Unhas yang terpapar,” tutup Prof Budu.
Menurut rencana, Rektor Unhas akan meresmikan program fasilitas karantina tersebut pada Senin (9/8) untuk selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh sivitas akademika Unhas.(rhm)

