MAKASSAR, BKM — Kebakaran hebat terjadi di hari libur, Rabu (11/8). Kejadian ini berlangsung di Kompleks Lepping, Jalan Muh Tahir, RW 04 Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Api tampak mulai berkobar sekitar pukul 09.45 Wita.
Sebanyak 98 unit rumah semi permanen ludes dilalap si jago merah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun ratusan jiwa kehilangan tempat tinggal. Rumah Ketua RT 04/RW 04 bernama Husein Samal juga ikut terbakar dan rata dengan tanah.
Kompleks Lepping berjarak 50 meter dari Jalan Muh Tahir. Dalam kawasan ini terdapat tiga lorong, masing-masing lorong satu, lorong dua dan lorong tiga.
Informasi yang diperoleh BKM di lokasi kebakaran menyebutkan sumber api diduga dari salah satu rumah di lorong satu bernama Syamsiah. Rerata yang terbakar merupakan panggung berdinding tripleks dan seng. Jarak rumah saling berdempetan sehingga api mudah merembet ke rumah-rumah lain. Apalagi saat kebakaran berlangsung, angin juga tengah bertiup kencang.
Di lokasi kebakaran ada beberapa rumah parmanen berada di pinggir. Akibatnya, api menyeberang ke lorong dua sampai lorong tiga, hingga menghaguskan rumah-rumah di lorong tiga yang terletak di dekat kanal.
Syamsiah yang rumahnya diduga menjadi sumber api, tak bisa berbicara banyak ketika ditemui di lokasi kebakaran. Ia terlihat syok dengan kejadian tersebut.
Ia mengaku, sebelum rumhnya terbakar, dirinya sempat menyalakan kompor di dapur. Dia lupa mematikan api kompor lalu pergi mengambil makanan, lalu beranjak ke ruang tamu untuk makan. Selang beberapa menit kemudian Syamsiah baru teringat dirinya sedang memasak di dapur. Selanjutnya bergegaslah menuju ke dapur.
Apa yang didapatinya? Ternyata dinding rumahnya sudah terbakar. Dalam tempo sekejap api dengan cepat menjalar ke dinding rumah hingga menghanguskan rumah lain yang ada di sekitarnya.
Ketua RT 04 Husein Samal yang rumahnya ikut terbakar, mengatakan saat kejadian dirinya berada di dalam rumah. Tetiba ia mendengar ada warga yang berteriak. ”Pak RT ada kebakaran di lorong satu,” ujar Husein Samal yang ditemui di depan lorong dua, kemarin.
Mendengar teriakan itu, Husein Samal langsung keluar dari rumahnya. Ia mendapati api sudah menyeberang ke lorong dua dan menghanguskan rumah warga. ”Saya langsung meminta warga untuk segera keluar dari rumah,” terangnya.
Dalam kondisi panik, warga berhamburan keluar dari rumahnya masing-masing. Mereka hanya mengenakan pakaian seadanya dan tak bisa menyelamatkan benda berharga miliknya.
Sebanyak 22 unit mobil pemadam kebakaran yang disokong 95 personel diturunkan ke lokasi kebakaran. Mereka masuk melalui lorong untuk menjinakkan api. Mobil pemadam harus bolak balik untuk menyuplai air. Personel damkar dan warga saling berjibaku memadamkan api. Bahkan ada yang naik ke bagian atap rumah dan menarik selang damkar untuk menyemprotkan air. Dua jam kemudian api berhasil dikuasai.
Kapolsek Tamalate Kompol Ahmad Yulias, mengatakan pihaknya sudah memasang haris polisi di lokasi kebakaran. Warga yang tidak berkepentingan dilarang masuk. ”Untuk penyebab pasti kebakaran, masih menunggu hasil dari Labfor,” ujarnya.
Camat Tamalate Hasan Sulaiman, mengaku sudah memerintahkan lurah dan ketua RT untuk mendata jumlah rumah yang terbakar. Termasuk jumlah kepala keluarga (KK) dan jiwa yang kehilangan tempat tinggal. Pihak kecamatan dan kelurahan sudah melaporkan ke Pemkot Makassar untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan OPD terkait untuk mendirikan dapur umum. Untuk sementara warga yang terdampak kebakaran menginap di rumah keluarga dan tetangga, sambil menunggu pemerintah membangun posko dan dapur umum. (jul)

