MAKASSAR, BKM — Sejak hari Kamis (12/8), jajaran Forkopimda Kota Makassar melakukan pemeriksaan bagi warga yang melintas di perbatasan Kota Makassar. Pemeriksaan berlangsung secara acak bagi para pengendara bermotor, khususnya bagi mereka yang tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti tidak mengenakan masker. Aparat TNI bersama kepolisian melakukan swab on the road (swab langsung di tempat) bagi warga yang terjaring.
Berdasarkan pantauan di Jalan Hertasning, tepatnya di perbatasan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, sejumlah warga dihentikan oleh petugas yang berjaga. Mereka ditanyai dokumen identitas. Termasuk apakah sudah divaksin atau tidak. Selanjutnya, petugas medis yang menggunakan pakaian hazmat melakukan tes swab antigen.
Sambil menunggu hasil pemeriksaan dan untuk menghindari kemacetan, pengendara yang sudah diswab diminta menepi di Jalan Aroepala guna menghindari kemacetan. Di sebuah tenda, mereka diminta menunggu hasilnya. Hingga siang, belum ada yang terkonfirmasi positif covid-19. Sementara pengendara yang tidak terpilih dipersilakan melanjutkan perjalanan.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyebut, ada 3.000 alat swab antigen yang disiapkan untuk penyekatan di sejumlah pos perbatasan. Tujuannya, untuk mendeteksi dan mencegah penularan virus corona.
“Kami sudah lapor, 3.000 (alat tes) antigen di perbatasan. Kita ada enam pintu dan kita akan drop semua,” ujarnya.
Dia menambahkan, penyekatan gabungan di perbatasan untuk menekan mobiltias warga. Dengan demikian, harapannya dapat menurunkan kasus covid-19. Metode swab on the road tersebut akan dilakukan hingga selesai masa PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).
Selain swab on the road, rencananya Danny juga akan melakukan swab acak terhadap para pengunjung warkop. Jadi, petugas Raika (Pengurai Kerumunan) yang didukung TNI/Polri akan melakukan razia di warung-warung kopi. Jika ada warkop tidak mematuhi protokol kesehatan, langsung akan diberi garis polisi. Selanjutnya, pengunjung yang ada akan diswab secara acak. “Kita harus mencapai 2000 swab per hari yang sesuai dengan aturan,” tandasnya.
Empat Positif
Data terakhir yang diterima kemarin, sebanyak empat pengemudi kendaraan terkonfirmasi positif covid-19. Danny mengungkap hal itu saat ditemui di kediaman pribadinya, Jalan Amirullah, kemarin sore.
Dia mengatakan, data sementara yang diterima di salah satu titik perbatasan, sudah ada puluhan warga yang diperiksa melalui metode swab antigen. Hasilnya, ada empat orang yang menunjukkan hasil tes positif covid-19.
“Itu kan (swab antigen) random. Ini saya dapat informasi dari 40 sekian, ada 36 negatif. Sebanyak empat yang positif,” ujarnya.
Satgas khusus bernama Covid Hunter kemudian dikerahkan. Hal itu untuk memburu atau tracing terhadap kontak erat yang dicurigai kemungkinan tertular virus corona. “Ini posisi nyata. Jadi habis ini dikejar nanti sama Covid Hunter untuk dilakukan tracing di tempat kerja atau rumahnya,” terangnya.
Wali Kota mengaku, swab acak ini bertujuan untuk mengidentifikasi masyarakat yang terpapar covid-19, baik dengan gejala ataupun tanpa gejala agar dapat dilakukan tindakan isolasi.
Menhub Apresiasi Isolasi Apung
Inovasi Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang menghadirkan isolasi apung menjadi perbincangan di ranah nasional. Hal itu dibuktikan dengan adanya empat kota di Indonesia yang melakukan MoU dengan Pelni untuk menghadirikan isolasi apung di masing- masing daerahnya. Masing-masing Kota Medan, Solo, Minahasa Utara, dan Papua. Penandatanganan MoU ini disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara virtual.
Inovasi Danny ini dinilai sangat efektif di masa pandemi. Karena para pasien covid 19 yang positif dengan gejala ringan bisa melakukan isolasi yang menyenangkan.
Ada tiga konsep yang ditanamkan dalam isolasi apung yakni recovery (penyembuhan), training motivasi, dan rekreasi.
“Sejauh ini kami jalankan kapal isolasi apung sangat efektif, karena kita lakukan berbagai macam hipotesis, dan ternyata berada di atas laut 80 persen orang bisa sembuh karena udaranya banyak mengandung klorin. Para isoman dan isowati di atas kapal juga dihibur dan mendapatkan motivasi,” terang Danny, kemarin.
Di hadapan Menhub, Danny mengatakan, hingga kemarin sudah banyak yang pulang dan dinyatakan sembuh dari kapal isolasi apung tersebut. “Hari ini (kemarin) ada yang pulang 13 orang. Dan ada lagi yang naik 12. Rerata pasien sembuh setelah lima hari isolasi di kapal. Penyembuhannya cepat karena kami memberikan pelayanan yang baik, mulai dari makan, vitamin dan rekreasi,” sebutnya.
Selain cepat meningkatkan imunitas, kapal isolasi apung ini pun dinilai lebih dapat menekan anggaran dibandingkan dengan isolasi di hotel. “Data saya dapatkan itu ada 2.000 yang isolasi mandiri. Kalau di hotel kita bisa pakai 10 hotel jadinya ribet. Nah, ide ini muncul agar para pasien yang diisolasi bisa terpusat dan bisa dipantau lebih dekat oleh para nakes dan dokter. Anggarannya pun lebih murah di kapal,” jelasnya.
Menteri Perhubungan Budi Karya sangat berterima kasih atas inovasi dahsyat dari Danny. ”Terima kasih Pak Wali Danny Pomanto atas ide cemerlangnya di masa pandemi. Sekarang ini menjadi perintah Pak Presiden Jokowi untuk menghadirkan kapal isolasi apung terpadu di masing-masing daerahnya. Progressnya sangat baik saya lihat,” tuturnya.
Budi berharap di masa pandemi semua kota/kabupaten bisa konsen bersama-sama menekan penyebaran covid-19.
Terpisah, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 Pusat, Dewi Nur Aisyah mengungkapkan enam provinsi di luar Jawa dan Bali mengalami lonjakan kasus. Salah satunya Sulawesi Selatan.
Sumatera Utara naik 21.830 kasus aktif, Kalimantan Timur naik 15.758 kasus, Sulawesi Selatan 10.852 kasus, Sumatera Barat 10.707 kasus, Riau 10.523 kasus, dan Kalimantan Selatan 10.087 kasus.
“Perlu mendapatkan perhatian karena terjadi peningkatan kasus aktif secara signifikan. Enam provinsi ini peningkatan kasus aktif di atas 10 ribu dalam waktu satu bulan, dari 4 Juli ke 8 Agustus,” kata Dewi dalam diskusi virtual, Kamis (12/8).
Dia merinci, per 11 Agustus 2021 dengan pemberlakuan PPKM Level 4 sudah mulai terlihat tren penurunan kasus di beberapa provinsi, seperti Kalimantan Timur, Riau, Sumatera Barat, dan Sulawesi Selatan.
“Sudah mulai turun tapi masih beberapa hari, sehingga perlu dipertahankan PPKM Level 4-nya. Diperpanjang di luar pulau Jawa waktunya dua minggu, agar lebih signifikan,” tandasnya. (rhm-jun)

