GOWA, BKM — Dua remaja menjemput ajal di Gunung Bawakaraeng, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Masing-masing bernama Steven dan Zaenal. Mereka tewas ketika melakukan pendakian menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76. Mayatnya ditemukan secara terpisah di Pos 7 dan 5.
Peristiwa bermula pada hari Minggu, 15 Agustus 2021. Pada pukul 08.15, Steven, Zaenal, dan Rian berangkat dari Lembanna menuju puncak Gunung Bawakaraeng.
Selanjutnya, pada Rabu, 18 Agustus pukul 09.15 Wita, bertempat di Posko Pemantauan Aktivitas Pencinta Alam Kawasan Gunung Bawakaraeng, Lingkungan Buluballea, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa diterima informasi melalui handy talkie (HT) yang melakukan penyisiran ke pos-pos pendakian Gunung Bawakaraeng. Dilaporkan bahwa telah ditemukan sesosok mayat tanpa identitas berjenis kelamin laki-laki di Pos 7. Ia diduga seorang pendaki gunung yang meninggal akibat hipotermia (penurunan suhu tubuh secara drastis yang berpotensi berbahaya. Penyebab yang paling umum adalah berada di lingkungan bersuhu dingin dalam waktu yang lama).
Pada pukul 10.05 Wita, Tim SAR dari Posko Buluballea menuju pos 7 untuk memberikan bantuan tenaga evakuasi jenazah.
Mereka tiba pada pukul 11.05 Wita. Dari posko Buluballea, jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas Tinggimoncong,
dan tiba pada pukul 12.20 Wita. Belakangan diketahui, korban yang berusia 20 tahun beralamat di Pallantikang, Gowa.
Tak lama berselang, kembali diterima informasi di posko Buluballea, bahwa tim SAR yang menyisir pendakian Gunung Bawakaraeng menemukan lagi satu jenazah di Pos 5. Korban diketahui bernama Zaenal. Jenazahnya langsung dievakuasi ke posko Buluballea pada pukul 13.30 Wita, lalu dibawa ke Puskesmas terdekat. Satu lainnya, yakni Rian masih dilakukan pencarian.
Penemuan dua jenazah ini membuktikan bila larangan untuk melakukan pendakian Gunung Bawakaraeng untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-67 diabaikan. Pengawasan oleh petugas ternyata jebol. Sementara suhu mencapai 14 derajat celcius.
Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan yang dikonfirmasi, membenarkan adanya pendaki yang ditemukan tewas di Gunung Bawakaraeng. ”Korban meninggal dunia diduga karena mengalami hipotermia,” ujarnya, kemarin.
Dia pun sangat menyesalkan kejadian tersebut. Karena sebelum peristiwa ini, pihak kepolisian telah menyampaikan larangan untuk melakukan ekspedisi ke Gunung Bawakaraeng guna memperingati Hari Kemerdekaan RI. Hal itu mengingat cuaca di gunung yang sangat ekstrem.
Kapolsek Tinggimoncong Iptu Hasan Fadhlyh, menjelaskan penyebab adanya pendaki yang lolos naik hingga ke Pos 7. Ia memperkirakan korban lewat jalur pintas sehingga tidak terdeteksi.
”Kemungkinan pendaki yang lolos naik ke gunung melewati jalur pintas dari daerah sebelah. Karena kalau lewat jalur Lembanna pasti terdeteksi,” jelas Iptu Hasan.
Ditemui terpisah, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengakui adanya penyekatan yang dilakukan dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Termasuk larangan mendaki Gunung Bawakaraeng.
“Siapapun tidak diperbolehkan melakukan aktivitas yang berpotensi terjadi kerumunan. Makanya, pendakian ke Gunung Bawakaraeng pun dilarang. Kita berharap kerja sama seluruh pihak. Kita tahu bahwa pendaki sangat ingin memperingati Hari Kkemerdekaan di Gunung Bawakaraeng seperti sebelumnya. Tapi kan situasinya pandemi. Kalau pandemi terjadi kerumunan, itu berpotensi timbul klaster. Dan jika itu terjadi pasti akan merugikan semua pihak,” terang Adnan usai mengikuti apel besar Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Sulsel di Rujab Gubernur, Rabu pagi (18/8).
Terkait pelarangan tersebut, Adnan juga sudah membentuk tim untuk melakukan penyisiran sepanjang pos. Sasarannya adalah para pendaki yang lolos naik ke Gunung Bawakaraeng. Dari penyisiran itu, kata Adnan, banyak ditemukan pendaki dan akhirnya diminta untuk turun dan dipulangkan.
“Jumlah petugas jauh lebih sedikit dari para pendaki yang ingin menerobos naik ke gunung. Mereka memanfaatkan kondisi petugas yang sudah kelelahan untuk mencuri-curi waktu menerobos jalur. Kita akan berkoordinasi dengan Forkopimda terkait hal ini. Bagi para pendaki yang turun langsung dites swab. Jika ada yang positif langsung karantinakan, ” tandas bupati. (sar)

