pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ide Lahir dari Setumpuk Kerang di Paotere

Firman dan Dede, Pasutri Owner Kerang Mercon dan Es Buah Kepona

IDE terkadang muncul dari hal-hal yang kecil lalu kemudian berbuah besar. Pasangan suami istri (pasutri) Firman dan Dede membuktikan hal itu.

AWALNYA, Firman dan Dede melakoni bisnis kuliner. Mereka memiliki tempat jualan makanan di kawasan Pantai Losari, Makassar. Namun, pandemi covid-19 yang mulai masuk ke Indonesia di awal tahun 2020, berdampak pada usaha Firman-Dede. Kawasan Pantai Losari ditutup untuk menghindari penularan virus corona.
Keduanya pun kehilangan tempa usaha. Otomatis pula mereka kehilangan pendapatan selama berbulan-bulan lamanya.
Pada sebuah waktu, Dede tengah berjalan-jalan di tempat pelelangan ikan Paotere, Makassar. Di sini ia menjumpai setumpuk kerang. Seketika itu pula idenya muncul. ”Kayaknya enak dimasak pedas ini,” tuturnya ketika hadir dalam podcast untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Senin (23/8).

Sepulangnya dari Paotere, Dede kemudian memasak kerang yang didapatnya di Paotere. Bumbunya ia sesuaikan dengan seleranya, dan dicicip oleh sang suami. ”Cobakui bede jual,” ujar Firman memberi saran, seusai menikmati kerang racikan istrinya.
Firman yang hadir mendampingi istrinya saat podcast, mengakui bahwa rasa pedas bumbu yang disajikan mampu menimbulkan rasa lapar. Karenanya, ia berpikir untuk mencoba memasarkan masakan pedas tersebut. Terlebih, Indonesia, khususnya Makassar adalah daerah yang cukup meminati makanan pedas.

Untuk menawarkan produk awalnya ini, Firman meminta kerabat dan keluarganya untuk membantu pemasaran melalui media sosial.

Seiring berjalannya waktu, produk mereka pun mulai diendorse, dan akhirnya bisa terkenal seperti sekarang ini.

“Alhamdulillah, pemasukannya jauh lebih besar daripada usaha sebelumnya,” terang Firman.
Awalnya, usaha pasutri ini hanya sebatas memproduksi kerang mercon. Namun, timbul kesadaran yang membuat mereka berpikir bahwa jika menunya itu-itu saja, orang mungkin akan bosan. Karenanya, mereka membuat menu baru seperti baby cumi, dan lain-lain.

Selain berbagai varian masakan pedas, Dede dan Firman juga menjual varian minuman dengan branding Es Kepona.

Produk ini hadir setelah kerang mercon. Menurut Firman, kedua produk ini berpasangan. “Karena setelah makan pedas, pasti orang butuh minuman dingin,” sahut Firman.

Lalu, dari mana munculnya ide pemberian nama produk tersebut yang terdengar unik?

“Kita kan berdomisili di Makassar. Target penjualannya khusus daerah Makassar dulu. Agar orang-orang mudah menangkap, lahirlah minuman dingin Kepona,” ungkapnya.

Kepona sendiri merupakan akronim dari bahan utama minuman tersebut, yaitu kelapa, alpukat, dan nangka.

Harga per gelas dari es buah Kepona ini terbilang cukup murah karena dibanderol hanya dengan Rp10.000.
Untuk produk makanannya sendiri harganya bervariasi. Di antaranya ikan penja seharga Rp35.000, kerang mercon petai Rp30.000, kerang mercon tanpa petai Rp25.000, dan baby cumi Rp35.000.

“Semua produk kami dijamin tanpa bahan pengawet,” tandasnya.

Semakin laku sesuatu, maka akan timbul pesaing yang membuat produk serupa demi meraup keuntungan. Sama halnya dengan menu makanan. Produk kerang mercon ini juga rupanya diduplikat oleh orang lain.
Menanggapi hal itu, dengan santai Firman berujar, “Itu tidak masalah karena kita punya rezeki masing-masing.”

Istrinya menambahkan, “Beda tangan juga beda rasa.” Karenanya, Dede kemudian menyarankan kepada saudara-saudaranya untuk ikut berjualan produk serupa. Dia pun bersedia berbagi tips dalam pembuatannya.

Produk ini masih dipasarkan melalui media online yang dikelola oleh ownernya sendiri. (pkl)




×


Ide Lahir dari Setumpuk Kerang di Paotere

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link