MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV, Senin (23/8) hingga 6 September mendatang. Namun, untuk perpanjangan kali ini, pemkot memberi relaksasi kepada mal sudah bisa beroperasi kembali namun dengan beberapa syarat.
Untuk itu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengumpulkan seluruh pengelola dan pemilik mal di Makassar untuk mendiskusikan relaksasi tersebut. Pertemuan berlangsung di Ruang Sipakatau Balai Kota, kemarin.
Kepada para pengelola mal, Danny menyampaikan, pihaknya memberi izin mal beroperasi namun harus dipastikan jika pengunjungnya tidak boleh melebihi 25 persen dari kapasitas yang ada. Jika pengelola mal melanggar atau tidak menaati aturan tersebut, maka sanksi akan diberikan dengan melarangnya untuk beroperasi.
“Pemkot ingin memastikan pembukaan mal dengan kapasitas 25 persen berlangsung dengan baik. 25 persen harus dilakukan dengan baik,” tegas Danny.
Selanjutnya, kata Danny, pihaknya akan melakukan pengawasan agar aturan tersebut betul-betul dipatuhi. Caranya, Pemkot Makassar akan memasang monitoring zoom di setiap pintu masuk mal untuk memastikan jika pengunjung yang dimasukkan sesuai dengan aturan.
Zoom monitoring akan terkoneksi dan terpantau di kantor kecamatan. Begitu diketahui pengelola mal melanggar aturan, maka akan diproses.
Selanjutnya, kata Danny, pihaknya berharap pengelola mal punya strategi dan inovasi dalam melawan covid. Caranya, proaktif dan ikut bertanggungjawab memastikan seluruh pengelola tenant bebas covid. Jika ada yang terkonfirmasi positif, diminta untuk segera melaporkan ke Pemkot Makassar melalui Satgas Covid untuk dilakukan isolasi.
Dalam diskusi tersebut, Danny juga menerima masukan dari para pengelola mal untuk memastikan hanya orang sehat dan bebas covid bisa masuk mal. Juga diwajibkan memeriksa suhu tubuh, mengenakan masker, mencuci tangan pakai sabun dan menerapkan protokol kesehatan. Termasuk kemungkinan menerapkan aturan hanya orang yang sudah vaksin bisa masuk ke mal.
“Termasuk jika ada inovasi dari pengelola mal, saya terima usulan tersebut. Bahwa masuk mal atas inisiasi pengelola, diterapkan sejumlah aturan,” tambah Danny.
Selanjutnya, Danny berjanji akan memberikan insentif PBB jika pengelola mal secara progresif ikut mengampanyekan vaksinasi. Khususnya jika seluruh pengelola mal, termasuk tenant-tenant sudah divaksin semuanya.
“Insentif khusus untuk pengusaha yang punya pegawai besar termasuk mal, kalau vaksinasi sudah 100 persen, mereka berhak mendapat insentif PBB. Tingkatannya akan kita rundingkan. Kami banyak dapat minta keringanan PBB. Tahun lalu sudah dilaksanakan,” jelas Danny.
Dia memberi contoh, langkah proaktif yang bisa dilakukan pengelola mal, misalnya menerapkan aturan bisa membuka toko/tenant jika sudah vaksin. “Jadi tergantung kebijakan mal masing-masing,” tambahnya.
Sementara itu, Wakapolresta Makassar AKBP Budi Santoso yang hadir dalam pertemuan, berharap relaksasi yang akan diberikan kepada pengelola mal nantinya tidak menaikkan kasus covid-19. Caranya, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Selain itu, harus disiapkan punishment dan reward (pemberian sanksi dan penghargaan) bagi pengelola mal. Bergantung bagaimana caranya menyikapi pandemi ini.
Perwakilan dari Asosiasi Usaha Belanja yang juga Chief Operation Officer Kalla Inti Karsa Ricky Theodores mengemukakan, pihaknya sangat menyadari kondisi yang terjadi saat ini. Karena itu, mereka pun akan bersikap hati-hati saat mal kembali beroperasi. Yakni dengan mematuhi semua yang telah ditetapkan pemerintah. Salah satunya, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Diapun mengemukakan, ada metode yang bisa dilakukan untuk mengetahui status seorang apakah sudah divaksin atau tidak dan bagaimana status kesehatannya. Yakni dengan menggunakan aplikasi untuk scan data yang langsung masuk ke Kementerian Kesehatan. Aplikasi yang dimaksud adalah aplikasi pedulilindungi.
“Ada aplikasi untuk scan dan datanya langsung masuk ke Kemenkes bisa dicek valid atau tidak. Kalau jadi dibuka, kita terapkan aplikasi peduli.lindungi kita cek pengunjung dan karyawan kita,” tandas Ricky.
Kasus Menurun, Jangan Lengah
Selama sepekan terakhir ini terjadi penurunan jumlah kasus covid-19 di Makassar. Dari data Dinas Kesehatan Makassar tambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif harian sekitar 200 orang. Berbeda dengan pekan sebelumnya yang bisa mencapai di atas 500 kasus. Selain itu pula, angka keterisian rumah sakit (bed occupancy rate/BOR) di Makassar menurun dengan persentase dari sekitar 60 persen, menjadi 50,47 persen.
Terkait hal tersebut, Wali Kota Danny Pomanto berharap seluruh pihak di Makassa, baik pemerintah, maupun masyarakat, tidak lengah melakukan pencegahan penyebaran covid-19. Ia meminta warga tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Jangan lengah. Saat ini kita belum menang, tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan 5M,” ujar Danny.
Sementara itu, tim Epidemiologi Kota Makassar yang bekerja sama dengan tim Epidemiologi Fakultas Kesehatan Universitas Hasanuddin, merekomendasikan pemkot tetap meningkatkan jumlah testing pada warga terkonfirmasi atau suspek dan kontak erat orang terdekatnya, dengan target penguatan testing di Puskesmas sekitar 2.500 hingga 3.000 orang per hari.
Selain itu juga, angka kematian pasien Covid-19 diketahui banyak terjadi pada warga yang melakukan isolasi mandiri di rumahnya, sehingga diharapkan pada anggota Satgas Covid Hunter mengintensifkan pengawasan terhadap mereka.
Tim epidemiolog juga meminta proses vaksinasi makin diperluas cakupannya, hingga sampai di tingkat kelurahan agar dapat tercapai target herd immunity dengan jumlah warga Makassar sudah divaksin sekitar 70 persen atau sekitar 1,2 juta penduduk. (rhm)

