pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Prof Farida Bercita-cita Menempatkan Unhas Tiga Besar Nasional

Prof Dr Farida Patittingi, Anak Desa Menuju Kursi Rektor Unhas 2022-2026

MAKASSAR, BKM — Suksesi pemilihan rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2022-2026 saat ini tengah berlangsung. Terdapat delapan bakal calon yang akan bersaing untuk menduduki posisi nomor satu di kampus merah.

Salah satunya adalah Prof Dr Farida Patittingi. Saat ini menjabat sebagai dekan Fakultas Hukum Unhas.
Hadir dalam podcast di studio Berita Kota Makassar Lantai III Gedung Graha Pena, Rabu (25/8), Prof Ida –begitu ia akrab disapa– menjelaskan alasannya maju dalam pertarungan pilrek, apa saja programnya, serta perjalanan hidupnya hingga bisa menjadi seorang guru besar bidang hukum.
”Kalau ditanya apa yang menjadi alasan untuk menjadi calon rektor, yang pertama tentu niat yang baik. Dari hati yang bersih, semata untuk memberikan pengabdian terbaik untuk Universitas Hasanuddin,” tuturnya menjawab pertanyaan pertama yang diajukan.
Wanita yang lebih suka disapa kak dibanding prof itu, mengaku bersyukur karena sudah memiliki pengalaman dalam dunia kepemimpinan di perguruan tinggi. Mulai dari ketua prodi, menjadi wakil dekan, dan saat ini dipercaya menjadi dekan Fakultas Hukum selama dua periode.

Prof Ida juga memiliki banyak pengalaman dalam dunia organisasi. Ia sebagai pemimpin pengurus Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada Sulawesi Selatan, sekretaris umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Sulsel, serta beberapa organisasi lainnya.

Menurutnya, niat yang bersih, suci, dan tulus untuk mengabdi yang ditopang oleh pengalaman kepemimpinan di perguruan tinggi dan organisasi, dapat memberikan warna dan penguatan dalam memimpin.
“Dengan berbekal pengalaman kepemimpinan maupun beberapa organisasi kemasyarakatan seperti itu, Insyaallah akan menjadi bekal untuk menjadi seorang pemimpin di level perguruan tinggi,” tandasnya.

Lalu seperti apa persiapan yang dilakukan Prof Ida dalam mengikuti seleksi rektor ini?

“Yang pertama, kita sudah siapkan kertas kerja. Jadi pada kertas kerja saya memformulasi dalam satu konsep visi kepemimpinan, yaitu Unhas yang Adaptif, Inovatif, Kolaboratif, dan Unggul,” terangnya.

Menurutnya, dunia saat ini sedang mengalami distrupsi akibat revolusi industri 4.0. Kemudian muncul pandemi covid-19, sehingga membuat perguruan tinggi atau dunia pendidikan harus melakukan adaptasi.

“Tentunya, dengan konsep seperti itu kita harus mempersiapkan beberapa program strategis. Misalnya, bagaimana kita hari ini harus merespons dan mendukung kuat kebijakan dari Menteri Pendidikan, yaitu merdeka belajar. Saya kira itu kebijakan baru sehingga membutuhkan adaptasi segera untuk dapat dijalankan. Misalnya, bagaimana menyesuaikan dengan kurikulum, melakukan penguatan kolaborasi dengan lembaga-lembaga di luar universitas untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut,” jelasnya.

Kebijakan kampus merdeka di bidang pengajaran ini, lanjut Prof Ida, harus melakukan kerja sama atau kolaborasi dengan pihak internal ataupun eksternal universitas.

Unhas sendiri memiliki banyak alumni yang berpotensi.
Akankah ada kerja sama yang Prof Ida programkan untuk para alumnus tersebut?

“Saya kira selama ini juga sudah ikut terlibat dalam mensupport peningkatan kualitas Unhas, karena memang alumni itu tidak bisa dipisahkan. Menjadi bagian yang terintegrasi di dalam proses pengelolaan perguruan tinggi. Saya kira alumni memiliki peran yang sangat penting dan strategis untuk itu, dan salah satu indikator perangkingan itu juga dari alumni,”
tandasnya.
Wanita yang lahir di Kabupaten Bone, 26 Juni 1967 ini akan melakukan upaya berkelanjutan di Unhas. Apa yang telah dilakukan oleh rektor saat ini, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu akan ia lanjutkan. Menurutnya, apa yang telah dicapai Unhas hari ini di tangan rektor saat ini mengalami peningkatan yang sangat pesat. “Itu niat saya, bagaimana kita melanjutkan dan lebih mempercepat lagi semua capaian-capaian yang kita harapkan untuk Unhas, baik di level nasional maupun internasional,”
jelasnya.

Prof Ida juga menjawab pertanyaan yang berkembang di publik soal peluang perempuan untuk kembali menjadi rektor di periode berikutnya. Menurutnya, saat ini sudah banyak contoh tokoh-tokoh perempuan yang berhasil menjadi pemimpin, namun tentu saja masih ada diskriminasi yang terjadi.
”Dikotomi kepemimpinan perempuan dan laki-laki itu tidak terlalu menjadi masalah. Yang terpenting adalah bagaimana yang bersangkutan memiliki kapasitas, memiliki kemampuan leadership dan managerial.
Contohnya, saya melihat Prof Dwia (rektor Unhas saat ini) sebagai seorang perempuan telah memberikan kami legacy untuk perempuan-perempuan secara khusus menjadi seorang pemimpin yangbetul-betul dapat memberikan sesuatu yang kelihatan meningkat. Unhas mengalami peningkatan sehingga menginspirasi kami sebagai perempuan,”
bebernya.

Keberhasilan Prof Dwia memang kelihatan dan cukup banyak. Namun, dari semua peningkatan yang telah dicapai, apa yang menurut Prof Ida sebagai bakal calon rektor yang masih perlu untuk lebih ditingkatkan lagi?

“Saya kira secara keseluruhan selama ini kita bisa melihat prestasi Unhas sangat meningkat. Di level nasional kita di ranking tujuh, kemudia sekarang sudah terekognisi world class di World University Ranking. Nah, itu kita mau lakukan upaya percepatan sehingga posisi Unhas itu lebih meningkat lagi,” ujarnya.

Menurutnya, sangat memungkinkan jika kita bercita-cita untuk menempatkan Unhas dalam tiga besar nasional. “Karena sumber daya dosen dan mahasiswa kita itu luar biasa. Kita nomor satu di Indonesia.

Dengan modal seperti itu, jika diintervensi dengan kebijakan yang lebih mendukung yang memacu kreatifitas dan menambah pendanaan untuk riset dengan melakukan kolaborasi dalam pelaksanaannya sehingga akan mendapatkan hasil,” katanya penuh optimisme.

Menangis

Usai menjelaskan tentang program, Prof Ida ditanya tentang latar belakang kehidupannya. Ia lahir di sebuah kampung bernama Pattiro Bajo, di Kabupaten Bone. Ibunya tidak memiliki pendidikan formal, sementara ayahnya seorang guru SMP.
”Ibu saya memang tidak memiliki pendidikan formal. Namun belum selalu mendukung dan menyayangi saya. Beliau mengajarkan tentang kejujuran dan harapan untuk senantiasa membantu sesama,” ujarnya.
Bulir air bening menitik dari sudut matanya. ”Saya memang suka sedih kalau membicarakan tentang ibu saya,” akunya.

Prof Ida kemudian teringat sebuah kenangan dan pengajaran yang tak akan pernah terlupakan dengan sang ibu. ”Waktu saya sekolah kan waktu itu biasa dikasih uang Rp10. Ada dua keping saya dikasih. Masing-masing satu keping Rp5. Pernah suatu waktu, ibu saya sengaja menyimpan Rp55. Saya kaget, banyak sekali dan berbeda dari sebelumnya. Saya sampaikan ke beliau, bu (saya biasa panggil puang) ini uangnya Rp55. Ibu saya langsung bilang, ambil saja semua karena kamu jujur,” kenangnya.
Diakui, pendidikan kehidupan dari sang ibu diinternalisasikan ke dalam diri anak-anaknya. Dari pengajaran itulah sehingga terbentuk integritas yang dipegang teguh Prof Ida hingga saat ini. Lebih dikuatkan lagi oleh sang ayah. Pengajaran itulah yang menjadi bekal hingga Ida bisa seperti sekarang. (pkl)

Data Diri

Nama: Prof Dr Farida Patittingi, SH, MHum
Tempat/Tanggal Lahir: Bajo, Kabupaten Bone, 26 Juni 1967
Pekerjaan : Dosen Fakultas Hukum Unhas

Pendidikan

Tahun 1979 : SD Negeri 221 Pattiro Bajo, Kabupaten Bone
Tahun 1982 : SMP Negeri Pattiro Bajo, Kabupaten Bone
Tahun 1985 : SMPP Negeri Watampone, Kabupaten Bone
Tahun 1990 : S1, Jurusan Hukum Keperdataan, Fakultas Hukum Universitas
Hasanuddin, Makassar
Tahun 2000 : S2, Program Studi Ilmu Hukum, Program Pascasarjana
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tahun 2008 : S3, Program Studi Ilmu Hukum, Program Pascasarjana
Universitas Hasanuddin.

Pekerjaan

• Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Periode II Tahun 2018 – 2022.
• Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Periode I Tahun 2014 – 2018.
• Kepala UPT Job Placement Center Universitas Hasanuddin Tahun 2012 – 2014
• Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Hukum Unhas
Periode Januari 2007- Oktober 2010.
• Sekretaris Program Studi Magister Kenotariatan Unhas Kerjasama UGM-UNHAS Tahun
2001 – 2007.
• Anggota Senat Akademik Unhas Periode 2018 – 2023
• Anggota Senat Akademik Unhas Periode 2016-2018
• Anggota Senat Unhas Periode 2013 – 2016
• Ketua Senat Fakultas Hukum Unhas Tahun 2014 – 2016
• Assesor Penilai Portofolio Sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Dosen
Universitas Hasanuddin, Tahun 2011 – 2014
• Anggota Tim Perencanaan dan Pengembangan Universitas Hasanuddin Tahun 2011-
2013




×


Prof Farida Bercita-cita Menempatkan Unhas Tiga Besar Nasional

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link